Lingkungan Sekitar Anak Semakin Berbahaya? Haruskah Anda Bersikap Overprotektif?

Saat ini kejahatan pada anak sudah semakin sering terjadi di tempat umum. Banyak tempat umum yang terlihat aman bagi anak Anda ternyata tidak seaman yang kita harapkan.

1,327 views   |   1 shares
  • Saat ini kejahatan pada anak sudah semakin sering terjadi di tempat umum. Banyak tempat umum yang terlihat aman bagi anak kita ternyata tidak seaman yang kita harapkan. Di media sosial telah banyak bermunculan pemberitaan kasus kekerasan pada anak, mulai dari penculikan, pemerkosaan, penindasan, bahkan pembunuhan. Belum lama ini terdengar berita yang menjadi sorotan masyakarat seluruh Indonesia tentang kasus pelecehan seksual yang terjadi di sebuah sekolah internasional ternama di Jakarta. Beberapa anak yang berdarah campuran menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh beberapa petugas kebersihan di sekolah tersebut.

  • Dengan menjanjikan hadiah, mereka membujuk anak-anak untuk mengikuti perintah mereka. Hal ini sangat menghebohkan masyarakat luas karena sekolah internasional tersebut merupakan sekolah mahal, memiliki pengamanan yang ketat dan CCTV di mana-mana. Ternyata sekolah mahal dan terlihat sangat baik untuk anak kita tidak selamanya aman. Dari kasus ini, kita sebagai orang tua perlu semakin membuka mata dan waspada akan lingkungan sekitar.

  • Setiap orang tua pasti ingin anaknya selalu terlindungi dan aman. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melindungi buah sang buah hati dari kondisi lingkungan sekitar yang semakin tidak tertebak. Rasa khawatir selalu muncul dalam benak kita sebagai orang tua. Rasa khawatir orang tua terhadap anak adalah wajar sebagai bentuk kasih sayang yang besar dan selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Tetapi terkadang, rasa sayang yang sangat tinggi mengakibatkan rasa khawatir yang berlebihan. Sebagai orang tua, protektif terhadap anak adalah baik, tetapi untuk bersikap protektif terhadap anak haruslah tepat, tidak longgar dan tidak juga berlebihan atau menjadi overprotektif.

  • Sering kali kita sebagai orang tua tidak menyadari bahwa kita terlalu overprotektif terhadap anak kita. Misalnya Anda sering menanyakan pertanyaan atau memberikan nasehat yang sama berulang-ulang kali dalam beberapa menit sehingga anak menjadi bosan, atau Anda tidak membiarkan anak Anda bermain bersama teman-temannya karena takut akan pengaruh anak lain yang dapat berdampak negatif bagi anak Anda atau ketakutan-ketakutan lainnya. Akibat dari bersikap overprotektif ternyata tidak baik bagi psikologis anak.

  • Bersikap overprotektif kepada anak akan membuat anak tidak dapat maju untuk menghadapi dunia luar, karena kebiasaan orang tua yang tidak percaya akan dunia luar akan membuat anak merasakan hal yang sama. Ini menyebabkan anak menjadi takut untuk bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya. Keadaan emosi anak menjadi tidak normal karena selalu cemas dan takut, bahkan anak dapat menjadi pribadi yang tidak memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi dunia di masa depan.

  • Advertisement
  • Dalam mencegah anak kita dari bahaya di sekitarnya sebaiknya kita menghindari sikap overprotektif. Malah sebaliknya, kita perlu mengajarkan dan membekali anak untuk berani menghadapi dunia. Berikut adalah tips mengarahkan buah hati Anda untuk berani sejak dini dan menghindari kejahatan:

  • 1. Menolak pemberian orang asing

  • Cara yang paling sering digunakan penjahat untuk membujuk anak agar masuk perangkap adalah dengan memberikan sebuah hadiah. Laranglah anak untuk menerima pemberian dari orang asing karena itu berbahaya.

  • 2. Hindari tempat sepi

  • Kejahatan sering kali terjadi bila ada kesempatan dan si penjahat selalu melakukan di tempat sepi. Tempat sepi adalah tempat yang berbahaya untuk anak Anda. Ingatkan anak Anda untuk selalu berada di tempat ramai dan menghindari tempat sepi. Jelaskan pada mereka alasannya agar mereka dapat mengerti.

  • 3. Berteriak

  • Ketika anak diancam, sering kali mereka takut untuk meminta pertolongan. Ajarkan anak Anda untuk berani dan ingatkan anak Anda untuk tidak takut berteriak ketika mereka merasa tidak aman.

  • 4. Selalu membawa telepon genggam

  • Saat ini teknologi telah memudahkan kita untuk berkomunikasi kapan saja dan di mana saja. Jika anak Anda telah cukup dewasa untuk mengerti dan menggunakan telepon genggam, berikan itu pada anak, agar Anda dapat setiap saat mengontrol serta mengetahui keberadaan buah hati Anda.

  • 5. Jangan memakaikan anak perhiasan

  • Anak yang memakai perhiasan dapat mengundang kejahatan, karena penjahat sangat mudah melakukan kejahatannya pada anak kecil. Hindari memakaikan perhiasan kepada anak ketika anak belum cukup dewasa.

  • 6. Ajarkan anak bela diri

  • Kekuatan anak mungkin tidak sekuat orang dewasa, namun setiap orang dapat memiliki pertahanan diri jika dilatih. Ajarkan anak bela diri untuk membangun pertahanan dirinya dengan cara mengajarkan anak teknik-teknik dasar menghindari pukulan atau daftarkan anak ke tempat pelatihan seperti pelatihan pencak silat, karate atau sejenisnya.

  • 7. Ajarkan anak untuk selalu jujur

  • Selain membekali anak dengan tips di atas, ajarkan anak untuk selalu jujur agar Anda dapat selalu tahu perkembangan dan mendampinginya ketika membutuhkan Anda. Dengan begitu Anda tidak perlu bersikap overprotektif karena adanya kepercayaan yang Anda bangun bersama anak Anda.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Lingkungan Sekitar Anak Semakin Berbahaya? Haruskah Anda Bersikap Overprotektif?

Saat ini kejahatan pada anak sudah semakin sering terjadi di tempat umum. Banyak tempat umum yang terlihat aman bagi anak Anda ternyata tidak seaman yang kita harapkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr