Penyalahgunaan Obat Resep Dokter

Penyalahgunaan obat resep dokter mulai mewabah di masyarakat belakangan ini. Korban penyalahgunaan obat-obatan ini bukan hanya target obat tersebut diresepkan, tetapi juga anak-anak mereka.

1,889 views   |   1 shares
  • Di tahun 70-an, ketika saya bekerja di sebuah toko kelontong di kota saya, ada seorang penjaga gudang yang datang dari pedalaman Pulau Flores. Suatu hari dia sedang sakit dan pergilah dia ke dokter. Mungkin itu adalah pengalaman pertamanya, karena di desa tempat dia tinggal dia hanya pergi ke dukun ketika sakit. Dokter tersebut meresepkan obat untuk sakitnya (entah apa). Dilihatnya di label botol obatnya, tertulis: 3 kali 1 tablet. Dia pikir, mengapa harus 1 tablet setiap kali minum dan 3 kali sehari? Untuknya itu tidak masuk akal. Oleh karena itu, diminumnya seluruh isi botol itu sekaligus. Pikirnya daripada sedikit-sedikit, lebih baik sekali minum selesai sudah tanggung jawabnya. Segera dia pingsan dan tertidur atau mungkin koma selama beberapa hari. Untungnya dia siuman kembali dan perlahan-lahan pulih kembali seperti sedia kala.

  • Ini adalah contoh penggunaan obat dokter yang diresepkan secara salah, karena kurang pemahaman. Cerita lain kecelakaan kelebihan dosis seperti itu bisa juga terjadi karena naif.

  • Kali ini adalah salah satu cucu saya sendiri. Usianya baru sekitar 3 tahun. Anak seusia dia tentu saja seorang penjelajah dan memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Di samping itu, semua yang dipegangnya selalu dimasukkan ke dalam mulutnya. Suatu hari, dia pergi ke kamar ibunya dan melihat ada botol obat anti depresan yang tutupnya kurang rapat, padahal tutup obat tersebut seharusnya sudah anti anak-anak (child proof). Dijangkaunya obat tersebut dan tanpa pikir panjang, dimasukkan semua pil kecil yang ada di dalam botol itu ke dalam mulutnya dan ditelannya. Untungnya ibunya segera mendengar anaknya bermain dengan botol dan melihat ada bekas botol obat kosong yang tergeletak di lantai dekat dia bermain. Ketika dilihatnya apa yang tertera di label botol obat itu, dia segera menggendong anaknya, dan membawanya ke unit gawat darurat.

  • Sesampainya di unit gawat darurat terdekat, maka dia dikirim ke rumah sakit yang lebih besar dengan helikopter agar mendapatkan pertolongan dengan segera. Dia segera dirawat dengan berbagai tindakan yang tepat, sehingga cucu saya sadar bahkan semalaman tidak dapat tidur, selalu menangis dan berteriak-teriak seperti anak yang kerasukan. Pagi harinya dia boleh pulang, tetapi saya kira dia masih mengalami halusinasi dan mentalnya masih belum stabil. Dia masih tetap terjaga dan suka memberontak dengan kuat, dan menangis keras sekali. Ya, akhirnya dia selamat dan kami hidup bahagia kembali.

  • Kecanduan dan kecelakaan yang disebabkan oleh oleh obat-obatan yang diresepkan dokter sekarang makin menjadi kecenderungan di keluarga. Bukan saja kecanduan tersebut terjadi pada orang-orang yang menjadi target obat itu diresepkan, tapi juga kepada anak-anak mereka.

  • Advertisement
  • Obat-obatan yang diresepkan dokter tersebut sama bahayanya dengan atau bahkan lebih berbahaya daripada narkoba yang dijual di pasar gelap, terutama bila terjadi penyalahgunaan atau penggunaan yang berlebihan atau tercampur.

  • Obat-obatan yang diresepkan dokter yang paling banyak disalahgunakan adalah obat penahan sakit dan obat penenang. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan kecanduan. Disamping itu, sekarang banyak obat-obatan psikotropika yang diresepkan dokter yang selalu mempengaruhi kimiawi otak dengan efek samping yang berbahaya berikut ini:

    • Keinginan untuk bunuh diri atau mencelakai diri sendiri, berperilaku bahaya, kemampuan untuk menahan diri hilang atau berkurang, tidak memiliki rasa takut.

    • Bingung, hiperaktif, agitasi, garang, halusinasi, dan lain-lain.

  • Anak-anak remaja suka bereksperimen dengan obat-obatan yang diresepkan dokter tersebut karena sebagian besar teman-temannya menggunakannya juga. Kaum remaja ini sedang bekerja keras agar dapat membaur dan diterima oleh lingkungan pergaulan mereka. Jadi, meskipun mereka tidak tahu apa yang diasupnya, mereka tetap menggunakannya. Bahkan ada anak-anak remaja yang meramu sendiri narkoba mereka, seperti meramu minuman bersoda dengan sebotol obat batuk yang akan membuat mereka mabuk.

  • Kadang-kadang mereka berpesta narkoba dengan membawa obat resep dokter yang diambil secara diam-diam dari almari obat orangtua mereka, kemudian mencampur obat-obatan tersebut ke dalam sebuah mangkuk besar dan saling menantang, siapa yang paling banyak berhasil menelan pil tanpa pingsan atau muntah-muntah atau menyerah, maka dia dinyatakan paling jago. Pada hakikatnya, mereka tidak tahu apa efek samping dan kegunaan obat-obatan tersebut. Satu macam obat saja sudah memiliki efek samping yang berderet, apalagi bila obat-obatan tersebut dicampur jadi satu maka akibatnya akan berlipat ganda. Kerusakan yang ditimbulkan kemungkinan menjadi permanen dan ada yang menjadi cacat mental seumur hidup.

  • Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan obat-obatan yang diresepkan dokter tersebut maka hendaknya setiap orangtua yang memiliki obat-obatan tersebut:

    • Memiliki pengetahuan yang lengkap atas obat-obatan yang diresepkan dokter kepadanya;

    • Menjauhkan obat-obatan tersebut dari jangkauan anak-anak balita;

    • Memiliki inventarisasi obat-obatan tersebut sehingga tahu bila ada yang berkurang dalam jumlah yang mencurigakan;

    • Tentu saja menjalankan semua dasar kewajiban orang tua yang baik.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Penyalahgunaan Obat Resep Dokter

Penyalahgunaan obat resep dokter mulai mewabah di masyarakat belakangan ini. Korban penyalahgunaan obat-obatan ini bukan hanya target obat tersebut diresepkan, tetapi juga anak-anak mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr