Garis Kelabu dalam Kehidupan

Garis kelabu banyak kita jumpai dalam kehidupan kita karena tidak semua hal dapat kita masukkan ke bagian hitam atau putih. Garis kelabu inilah yang sering menimbulkan persoalan dan hendaknya kita hindari walau kadang-kadang sulit kita kenali.

908 views   |   shares
  • Garis kelabu banyak kita jumpai dalam kehidupan kita karena tidak semua hal dapat kita masukkan ke bagian hitam atau putih. Garis kelabu inilah yang sering menimbulkan persoalan dan hendaknya kita hindari walau kadang-kadang sulit kita kenali. Apa saja yang dapat kita anggap garis kelabu?

  • Dalam pekerjaan

  • Ada sebuah film lama berjudul Coma yang menceritakan tentang sebuah rumah sakit yang menjual organ-organ tubuh pasiennya kepada orang-orang kaya. Ketika si tokoh utama mengkonfrontasi sang dokter, jawab dokter itu antara lain "Kehidupan di dunia ini tidak dapat dibagi antara hitam dan putih saja, apa yang dilakukannya tidak sepenuhnya salah, walau tidak dapat dibenarkan oleh sementara orang. Dengan mengorbankan orang lain dia menolong orang-orang tertentu." Dokter ini berpijak pada garis kelabu. Demikian juga para pengacara OJ Simpson yang membebaskannya dari tuduhan membunuh istri dan teman istrinya. Mereka mengajarkan kepadanya untuk tidak minum obat anti rematiknya sehingga tangannya bengkak dan tidak muat memakai sarung tangan yang ditemukan di lokasi pembunuhan. Para pengacara itu menemukan lubang keluar bagi klien mereka. Secara hukum mereka benar. Mereka berpijak di garis kelabu demi kemenangan di kubu mereka yang mengangkat nama mereka sebagai pengacara handal. Mereka tidak peduli dengan keadilan bagi keluarga para korban. Mereka mengelabui para juri. Perhatikan inti kata mengelabui (abu-abu) yang berarti menipu.

  • Dalam rumah tangga

  • Bila Anda, sebagai suami atau istri, menganggap bahwa hubungan akrab Anda dengan seorang lawan jenis adalah murni, pikirkan sekali lagi. Kemungkinan Anda sedang menginjak garis kelabu yang tidak jauh dari bagian hitam dari kehidupan ini. Apakah Anda selalu melibatkan pasangan Anda ketika bertemu dengan teman baik Anda itu? Atau apakah Anda pergi makan siang berdua saja dengan teman akrab tersebut karena Anda bekerja di tempat yang sama? Berhati-hatilah membina keintiman dengan orang lain yang bukan pasangan Anda. Biarpun hanya di media sosial, hal itu dapat berlanjut ke kehidupan nyata.

  • Dalam mengajar anak

  • Apa pun agama yang kita anut tidak akan membenarkan kita untuk berada di garis kelabu. Yang seharusnya ada hanyalah bagian hitam dan putih. Tentunya kita diharapkan untuk selalu berada di bagian yang putih. Tidak ada kompromi untuk berdiri di tengah-tengah. Hanya ada salah atau benar. Didiklah anak-anak Anda untuk mengenali garis kelabu supaya mereka tidak terseret ke bagian yang hitam. Setan paling pandai mengelabui manusia. Kita dibujuk untuk tidak merasa bersalah karena minum hanya segelas minuman beralkohol, sebelum kita sadar kita sudah ketagihan dan terjerumus menjadi pemabuk. Berapa banyak orang yang menjadi perokok berat karena semula hanya ingin mencoba mengetahui bagaimana rasanya merokok? Terlebih lagi obat-obatan terlarang yang bahan kimianya langsung mempengaruhi otak dan badan Anda. Berdirilah tegak di bagian yang putih, tolaklah segala bujukan yang bermakna sekali saja tidak apa-apa.

  • Advertisement
  • Dalam berkencan

  • Ada tayangan TV tentang sebuah keluarga besar di AS yang mendidik anak-anaknya begitu ketat. Anak-anak itu dilarang berpegangan tangan ketika berkencan. Alasan orang tuanya berpegangan tangan akan menjurus ke berciuman dan seterusnya. Mungkin pandangan ini dianggap terlalu kolot oleh sementara orang. Namun hal ini ada benarnya, jangan mengundang perasaan yang tidak semestinya ketika masih berkencan. Anda tidak mengharapkan anak-anak Anda mengalami kecelakaan, hamil sebelum menikah, bukan? Memang, berpegangan tangan bahkan berciuman tidak akan mengakibatkan kehamilan, tetapi hal-hal kecil inilah yang akan berkelanjutan meningkat sampai ke bagian hitam. Kita boleh mengkategorikan pegangan tangan dan berciuman ke garis kelabu. Bagi mereka yang sudah menginjak garis kelabu ini, sulit untuk tidak terseret ke bagian yang hitam. Hanya ada jarak sempit yang memisahkan antara keduanya.

  • Masih banyak lagi garis kelabu yang muncul dalam kehidupan kita. Berhati-hatilah agar kita tidak salah melangkah.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Garis Kelabu dalam Kehidupan

Garis kelabu banyak kita jumpai dalam kehidupan kita karena tidak semua hal dapat kita masukkan ke bagian hitam atau putih. Garis kelabu inilah yang sering menimbulkan persoalan dan hendaknya kita hindari walau kadang-kadang sulit kita kenali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr