Mencari Inang Pengasuh

Inang pengasuh anak-anak Anda tidak boleh sembarang orang mengingat masa depan mereka secara tidak langsung berada di tangannya.

915 views   |   shares
  • Inang pengasuh anak-anak Anda tidak boleh sembarang orang mengingat masa depan mereka secara tidak langsung berada di tangannya.

  • Keluarga adalah penting. Dalam novelnya yang berjudul "Suzane's Diary for Nicholas" James Patterson berkata bahwa kehidupan itu sama seperti bermain juggling (sulap) dengan 4 bola: Keluarga, integritas, teman, dan pekerjaan. Bola pekerjaan terbuat dari karet sehingga dapat memantul kembali, tetapi bola yang lain terbuat dari gelas, sehingga sekali jatuh, bila tidak pecah perantakan, maka paling sedikit akan retak.

  • Inang pengasuh (baby sitter) akan merawat anak Anda selama Anda bekerja atau paling sedikit tidak ada di rumah. Pengaruh pengasuh terhadap anak Anda sangat besar. Kalau salah memilih pengasuh, salah-salah anak Anda bukan lagi seperti Anda, tetapi seperti pengasuh Anda. Kalau sudah terlanjur seperti itu, sebenarnya anak itu keturunan siapa? Bukankah itu berarti Anda bekerja justru untuk membesarkan 'anak' pembantu Anda?

  • Beberapa kisah berikut mungkin adalah legenda urban (mungkin tidak benar, tetapi masuk akal), namun perlu disimak mengingat risikonya yang cukup 'mengerikan'.

    • Ada seorang inang pengasuh yang memanfaatkan anak asuhannya sebagai pendamping dalam profesi mengemis di perempatan jalan. Suatu hari ibu anak itu pulang lebih awal dan melihat inangnya mengendong anaknya sambil meminta-minta di perempatan jalan pada lampu merah.

    • Ada juga inang pengasuh yang selalu ngerumpi lewat telepon gengamnya dan membius anaknya dengan obat batuk supaya lelap tertidur.

  • Jadi, memilih inang pengasuh ini harus dipelajari dengan teliti agar tidak salah pilih. Memang tidak mungkin memilih seorang inang pengasuh dengan kredibilitas seperti Anda, tetapi carilah yang memiliki:

    • Watak dan kebiasaan yang terpuji sebagai langkah pertama. Kalau Anda sedang bekerja, maka inang pengasuh anak Anda adalah 'kepala keluarga'. Dia akan bertindak seolah-olah Anda ada di rumah. Jadi, kalau watak inang pengasuh Anda kurang bagus, bukankah lebih baik kehilangan penghasilan karena Anda harus tinggal di rumah daripada memiliki penghasilan besar tetapi kehilangan anak Anda 20 tahun kemudian karena dia sebenarnya bukan 'anak' Anda lagi?

    • Jangan mencari inang pengasuh yang paling murah. Dalam hal ini hendaknya harga jangan menjadi pedoman, tetapi kualitas.

    • Sebaiknya dia dapat bekerja sendiri tanpa banyak pengawasan langsung atau kata kerennya memilik integritas.

    • Sopan. Tahu membawa diri. Meskipun dia telah memperoleh 'kepercayaan' anak Anda, bukan berarti dia menggantikan Anda sebagai orang tua. Bila Anda ada di rumah, dia hendaknya bertindak di 'latar belakang', pimpinan hendaknya diserahkan kembali kepada Anda, terutama bila dia akan tinggal serumah dengan Anda.

    • Jujur. Yang terpikirkan adalah tidak mencuri. Memang benar, tetapi hendaknya juga 'tidak menggunakan waktu yang ada untuk kesenangannya', seperti menonton TV atau telenovela kegemarannya selama bekerja.

    • Memahami kultur keluarga Anda dan dapat menyesuaikan diri dengan kultur tersebut. Setiap keluarga tentu memiliki kultur sendiri, entah kultur tersebut hasil ciptaan Anda sendiri atau terbawa dari tradisi keluarga turun temurun, misalnya, membuat hari Senin malam sebagai waktu bersama keluarga, atau setiap tahun baru Imlek, kakek dan nenek akan datang berkunjung dan membagikan ang pao dan sebagainya.

    • Cepat belajar dan mau belajar. Alangkah senangnya bila memiliki pengasuh yang bersedia belajar dan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan baru keluarga Anda.

    • Memiliki kemampuan komunikasi yang jelas dan tegas, tidak menyembunyikan sesuatu. Secara umum komunikasi harus dilakukan dua arah. Sebagai majikan, Anda sebaiknya juga berusaha menjadi pendengar yang baik, selain menuntut 'bawahan' Anda melakukan kehendak Anda. Siapa saja yang Anda pekerjakan akan melakukan kehendak Anda dengan senang, bila diberi kepercayaan dan kehormatan.

    • Tahu caranya mendisiplin anak. Anak-anak sudah tahu memanfaatkan kelemahan pengasuhnya dengan cara menangis atau tantrum, sehingga pengasuh gampang mengalah dan menuruti kemauan mereka. Oleh karena itu, agar tidak terjadi dua disiplin dalam satu keluarga, pengasuh harus juga tahu kapan menghukum dan kapan mengganjar anak asuhannya.

  • Advertisement
  • Mungkin butuh waktu lama untuk mendapatkan inang pengasuh demikian, tetapi patut diusahakan mengingat ada hubungannya dengan masa depan anak Anda. Oleh karena itu, sediakan waktu untuk berbicara (wawancara) kepadanya sebelum Anda memutuskan mempekerjakannya.

  • Gunakan pedoman di atas untuk menyaring calon inang pengasuh anak Anda. Tanyakan beberapa pertanyaan berikut (diilhami oleh Geoff Smart and Randy Street. "Who". 82):

    • Apa pekerjaan (atau beberapa pekerjaan) Anda sebelumnya? Pertanyaan ini akan membantu Anda memahami pengalaman kerjanya, juga menilai apakah dia memiliki tujuan dalam mencari pekerjaan.

    • Prestasi apa yang paling Anda banggakan? Ini adalah kesempatan untuk mendengarkan betapa seseorang itu merasa bangga terhadap sesuatu yang khusus atau khas. Apabila sesuatu yang khas tersebut sesuai dengan sebagian besar pedoman yang Anda buat di atas, maka beruntunglah Anda, karena Anda hampir mendapatkan orang yang Anda harapkan.

    • Hal-hal apa yang paling menyusahkan selama Anda bekerja sebelumnya? Biasanya calon inang pengasuh tidak suka membicarakan kelemahannya, tetapi, ciptakan suasananya sehingga dia tidak merasa terintimidasi dan bersedia membuka pikiran dan pengalaman yang menyedihkannya. Namun demikian, bila dia mulai mengeritik dan menjelekkan rekan kerja sebelumnya atau majikannya, hati-hatilah. Mungkin dia adalah pegawai yang tidak pernah puas.

    • Siapa saja yang pernah bekerja sama dengan Anda sebelumnya? Terutama:

    • Siapa nama majikan Anda?

    • Bagaimana rasanya bekerja untuknya?

    • Apa yang akan majikan Anda katakan kepada saya tentang bidang yang paling Anda kuasai dan yang perlu perbaikan? Pertanyaan ini dimaksudkan agar calon pengasuh Anda tahu bahwa Anda akan menanyakan perihalnya kepada majikan sebelumnya, sehingga dia tidak berusaha membual kepada Anda.

    • Mengapa Anda keluar dari pekerjaan Anda sebelumnya?

  • Sewaktu mengambil keputusan untuk mempekerjakan seseorang, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:

    • Jangan mengambil seseorang secara tergesa-gesa atau terpaksa oleh keadaan atau alasan apa pun.

    • Semua keputusan harus dibuat berdasarkan fakta yang sudah ada dan pedoman yang sudah Anda tetapkan.

    • Pertimbangkan risiko yang akan muncul atas keputusan Anda. Bila Anda merasa masih sanggup mengatasi risikonya, maka keputusan tersebut adalah keputusan yang baik.

    • Lebih baik belum mendapatkan inang pengasuh daripada salah pilih. Mengeluarkan seseorang dari pekerjaannya mungkin lebih sulit daripada yang Anda duga.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Mencari Inang Pengasuh

Inang pengasuh anak-anak Anda tidak boleh sembarang orang mengingat masa depan mereka secara tidak langsung berada di tangannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr