Segera Bangun Kedekatan dengan Anak Sebelum Anda Menyesalinya

Biarkanlah anak-anak secara pribadi mengidolakan kita sebagai orang tuanya, selalu merindukan kita dan menghormati kita tanpa pamrih.

7,140 views   |   1 shares
  • Seorang kakek yang sedang dirawat di rumah sakit bercerita tentang masa lalunya ke salah satu dokter yang sedang merawatnya, dengan sabar dokter muda tersebut mendengarkan dia dan sesekali menganggukan kepala untuk menunjukkan rasa iba kepadanya. Dengan terisak sang kakek berkeluh kesah tentang masa lalu keluarga yang pernah dimiliknya, keluarga besar dengan 7 orang anak, pekerjaan mapan dan rumah yang nyaman. Namun kejayaan yang pernah diraihnya dulu kini telah berubah 180 derajat, di hari tuanya si kakek tersebut nampak kesepian dan tak terawat, anak-anaknya pun tak lagi memperhatikan dia. Di tengah pembicaraan si dokter muda tersebut menanyakan kabar keberadaan anak-anaknya, tinggal di mana mereka sekarang, siapa yang akan melanjutkan perawatannya setelah meninggalkan rumah sakit nanti. Si kakek tersebut hanya terdiam nampak sedang memikirkan sesuatu, kemudian dengan pelan dia menggelengkan kepalanya sambil berkata dia tidak tahu, dia tidak tahu di mana keberadaan anak-anaknya sekarang.

  • Si dokter muda tersebut semakin iba dan meminta kakek tersebut untuk melanjutkan ceritanya. Si kakek bercerita bahwa ini semua adalah karma yang pantas didapatnya, ketika dia muda dan masih jaya dulu dengan penghasilan di atas rata-rata dia terlalu sibuk mengurusi karirnya, istri serta anak-anaknya sama sekali tidak pernah dia hiraukan, dia beranggapan bahwa pekerjaannya adalah yang paling utama, dia beranggapan bahwa oleh karena pekerjaannya keluarganya dapat hidup dan tercukupi kebutuhannya. Aspek-aspek sosial serta kebutuhan rohani tak pernah sedikit pun dia ajarkan kepada keluarganya, akhirnya waktu pun terus bergulir hingga tanpa disadari anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan meninggalkannya, tak pernah ada rasa kedekatan atau kontak batin terjalin antara si kakek tersebut dengan anak-anaknya, anak-anak si kakek mengganggap dia bagaikan orang asing yang tak pernah dikenalnya. Rasa penyesalan nampak di raut muka si kakek tersebut, dengan sabar si dokter muda tersebut berusaha membesarkan hatinya, berusaha menenangkannya dan meminta si kakek tersebut untuk menganggapnya seperti anaknya sendiri.

  • Kisah ini diceritakan oleh salah seorang teman yang mengalami sendiri peristiwa tersebut. Sebagai orang tua yang memiliki anak-anak ada pelajaran berharga yang kita semua bisa ambil sebagai hikmah dari pengalaman si kakek tersebut, bahwa kehidupan ini hanya berlangsung satu kali dan kesempatan untuk merawat anak-anak kita pun tidak akan berlangsung selamanya. Suatu hari nanti setiap orang tua pasti akan ditinggalkan oleh anak-anaknya, oleh karena itu adalah sebuah kebijaksanaan bila setiap orang tua segera menyadari untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga yang dimilikinya bersama anak-anaknya ketika mereka masih dalam masa pertumbuhan.

  • Advertisement
  • Sibuk kerja adalah wajar, namun bila kesibukan bekerja kita sampai menyita waktu berharga yang seharusnya kita curahkan bagi keluarga kita, maka hal tersebut menjadi tidak wajar. Agar hubungan sebagai orang tua dan anak-anak selalu terjaga keharmonisannya, dan supaya anak-anak kita selalu merindukan kehadiran kita sebagai orang tuanya, maka ada beberapa hal yang dapat kita usahakan, diantaranya:

  • 1. Meningkatkan komunikasi

  • Di sela-sela kesibukan kita bekerja usahakan sebisa mungkin untuk meluangkan waktu berkomunikasi dengan anak-anak kita, menyapanya, menanyakan kabarnya, dan seterusnya. Membangun komunikasi yang baik adalah cara paling mudah untuk dilakukan supaya hubungan anak dan orang tuanya tidak sampai membuat jarak, jika tiba-tiba kita mendapati anak-anak segan untuk berkomunikasi dengan kita, maka kita patut waspada – kita harus mencari tahu masalah apa yang sedang dialaminya, jangan malah kita biarkan.

  • 2. Meluangkan waktu berdua

  • Sesekali pada akhir pekan kita dapat mengadakan "kencan" berdua dengan anak kita. Meluangkan waktu berdua saja dengan anak tidak harus mahal, kita dapat makan berdua di tempat makan favorit keluarga, menonton bioskop, memasak bersama, bermain permainan, dan sebagainya.

  • 3. Mengadakan malam keluarga

  • Jika memiliki keluarga besar dengan beberapa anak kita dapat mengadakan malam keluarga setiap minggunya dengan cara mengumpulkan mereka semua dalam satu ruangan, kemudian melakukan kegiatan bersama, berdoa berama, membaca tulisan suci bersama, makan bersama, melakukan evaluasi harian, membahas liburan keluarga, dan sebagainya.

  • 4. Tidak ingkar janji

  • Jangan pernah mengecewakan perasaan anak-anak kita, ketika membuat janji sebagai orang tua kita wajib untuk memenuhi janji tersebut, dengan demikian anak akan memiliki rasa percaya kepada orang tuanya.

  • 5. Tidak mengucapkan kata-kata kasar dan melakukan kekerasan fisik

  • Jangan pernah sekali pun menyakiti perasaaan anak-anak yang lembut dengan kata-kata kasar kita, jangan pula melakukan kekerasaan fisik kepada mereka. Bila anak-anak kita nakal - contoh dan teladan yang konsisten kita tunjukkan adalah cara paling ampuh untuk merubah mereka daripada kata-kata kasar serta kekerasan fisik yang kita berikan kepada mereka.

  • Biarkanlah anak-anak secara pribadi mengidolakan kita sebagai orang tuanya, selalu merindukan kita dan menghormati kita tanpa pamrih.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Segera Bangun Kedekatan dengan Anak Sebelum Anda Menyesalinya

Biarkanlah anak-anak secara pribadi mengidolakan kita sebagai orang tuanya, selalu merindukan kita dan menghormati kita tanpa pamrih.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr