Hidup Seimbang

Hidup seimbang seperti yang sering terdengar dalam masyarakat sebenarnya merupakan kebohongan atau solusi semu. Kedengarannya memang hebat, tetapi kenyataannya tidak akan tercapai, jadi itu adalah gagasan semu yang hanya enak didengar.

1,361 views   |   2 shares
  • Kalau yang dimaksud dengan kata seimbang adalah berada di tengah, maka kemungkinan besar seseorang itu tidak berbuat apa-apa atau tetap berada di tempat, karena seseorang akan maju satu langkah dan mundur satu langkah. Kalau yang dimaksud adalah melakukan semua yang dapat dilakukan sekaligus, maka seseorang akan kehabisan tenaga dan waktu.

  • Kita mungkin pernah mendengar hal-hal dasar yang harus dilakukan untuk menjadi orang tua yang baik:

  • 1. Banyak melakukan kegiatan bersama anggota keluarga dalam rumah kita.

  • Hanya orang tua yang beruntung dengan anak-anak yang beruntung yang memperoleh kesempatan untuk sering berkumpul. Ada bapak, karena tidak memiliki pekerjaan tetap, sering berkumpul dengan anak-anaknya, tetapi anak-anaknya tidak senang, sebab mereka tidak 'bangga' dengan bapaknya itu. Apabila bapak atau ibunya seorang yang berhasil, maka biasanya sering anak-anak itu tidak pernah atau jarang melihat mereka.

  • 2. Membangun rumah tangga.

  • Banyak orang tua sanggup membangun rumah atau perusahaan, tetapi gagal membangun rumah tangga. Dalam dunia kita sekarang, terjadi kepentingan yang saling menuntut, tetapi keduanya hampir tidak dapat dipenuhi sekaligus. Masalahnya tidak segampang mengatakan, "mana yang kamu pilih, pekerjaan atau keluarga!" Bagi sebagian orang, kadang-kadang pekerjaan itu adalah satu-satunya sumber kesejahteraan keluarga. Kalau dia meninggalkannya, maka kehidupan kesejahteraan keluarganya mungkin sangat terganggu.

  • 3. Mendahulukan kepentingan anak.

  • Jenis-jenis pekerjaan dalam masyarakat kita sering membuat kita harus mendahulukan kepentingan pekerjaan. Misalnya, dapatkah Anda meninggalkan sebuah rapat pimpinan untuk menghadiri pertandingan bola sekolah di mana anak Anda sedang bermain? Dapatkah Anda menunda kedatangan wakil perusahaan dari luar negeri karena hari ulang tahun anak Anda? Atau kalau Anda sopir pribadi, dan diminta untuk lembur tanpa pemberitahuan lebih dahulu, apakah Anda akan mengatakan 'tidak' demi menghadiri pesta perpisahan sekolah anak Anda?

  • 4. Komunikasi yang baik dengan anak-anak dan istri Anda.

  • Sekarang memang telah diciptakan teknologi agar dapat berkomunikasi lebih baik, artinya saling tukar informasi. Misalnya, di rumah-rumah sudah ada pesawat telepon, di jalan-jalan sudah ada pesawat telepon umum, bahkan sudah ada telepon genggam, internet, radio panggil, dan segudang tehnologi informasi lainnya. Apakah semua alat tersebut memperbaiki kualitas berkomunikasi kita dengan anak dan isteri kita? Ada sementara bapak lebih tahu seluk beluk sekertarisnya daripada isterinya, apalagi anaknya! Sebab, mereka tinggal lebih lama dalam satu hari bersama sekertarisnya daripada dengan isteri maupun anaknya. Bertemu secara fisik, duduk dengan santai, berbicara dari hati ke hati berhadap-hadapan muka adalah masih tetap suatu alat komunikasi yang paling sempurna dibandingkan dengan semua teknologi itu.

  • Advertisement
  • 5. Kalau perlu punya rumah gubuk, tapi bahagia.

  • Benarkah? Kalau kita meninggalkan pekerjaan kita yang menjauhkan kita secara fisik dari keluarga kita, dan berakibat kehilangan kesejahteraan keluarga, bagaimana kita dapat mengirim anak-anak kita ke lembaga pendidikan yang biayanya cenderung makin mahal? Bagaimana kalau salah seorang anak atau isteri kita sakit?

  • Di sinilah pertemuan antara harapan dan fakta bagi beberapa orang tua, dan nampaknya fakta ini sekarang menjadi trend masa depan kehidupan kota. Dengan makin derasnya arus materialisme, makin sulit seorang ayah atau ibu melepaskan diri dari jebakan-jebakan persaingan bisnis yang makin kompetitif sehingga secara fisik, ayah atau ibu menjadi bapak atau ibu bayangan dalam sebuah keluarga.

  • Ini adalah gambaran sebuah drama kehidupan manusia modern. Sistim ekonomi dunia yang dikuasai oleh uang membuat seorang ayah sering menjadi sekedar bapak bayangan, kepala keluarga bayangan dalam rumah tangga. Sebenarnya keadaan itu diperparah dengan hilangnya ibu dari rumah disebabkan oleh sistim tersebut.

  • Absennya ayah atau ibu atau keduanya dari lingkungan anak-anaknya membuat anak-anak itu tadi menjadi dewasa dengan jiwa yang kesepian, seolah-olah masa kanak-kanaknya tak pernah ikut dewasa bersamanya. Sehingga dia selalu mencari sesuatu, entah itu prestasi atau harta, untuk diperlihatkan kepada ayah atau ibunya. Apabila hal tsb. tak terjadi, maka apa pun yang dikerjakan anak itu dalam seluruh hidupnya akan seperti meneteskan air ke dalam laut. Satu prestasi demi prestasi dicapai tanpa merasa puas.

  • Jeffrey R. Holland, seorang pemimpin keagamaan, pernah mengatakan: "Karena alasan itu dan banyak yang lainnya, saya kira tidak ada buku yang pernah saya baca baru-baru ini yang lebih mengerikan daripada karya yang berjudul "Fatherless America." Dalam buku ini penulisnya membicarakan tentang "absennya ayah" sebagai "kecenderungan demografi yang paling merusak generasi ini," dan menjadi penyebab kehancuran utama pada anak-anak. Itu, dia yakini, adalah mesin yang menggerakkan masalah sosial kita yang paling mendesak, dari kemiskinan sampai kejahatan sampai kehamilan remaja sampai perundungan anak sampai kekerasan rumah tangga. Di antara isu sosial utama zaman kita adalah hilangnya ayah dari kehidupan anak-anak mereka" ("The Hands of the Fathers" Ensign April 1999).

  • Sayangnya, tidak ada solusi untuk mengubah tata masyarakat kita sehingga membuat ayah dan ibu akan lebih banyak waktu tinggal bersama anak-anaknya. Di satu pihak kita mengajarkan agar kita mengasihi orang tua kita, di pihak lain, kasih yang tumbuh tak sempat memperoleh sasarannya. Sehingga, anak-anak kita akan menyembunyikan tuntutan mereka untuk memperoleh perhatian dari ayah atau ibu, ketika melihat ayah atau ibu sibuk, atau kelelahan dari tempat kerja. Pemendaman ini akan membekas dalam diri anak itu, sehingga dia berjanji untuk melakukan sesuatu sehingga anak-anaknya sendiri tidak 'menderita' seperti dia. Tetapi, sebaliknya, daripada menghentikan tata masyarakat itu, mereka justru terbawa arus yang sama seperti orang tua mereka, sehingga mengekalkan lingkaran setan!

  • Advertisement
  • Yang menentukan keberhasilan adalah memilih dari sekian banyak saran, karena tak seorang pun dapat melakukan semuanya. Setelah menentukan pilihan yang dinilai penting kemudian melakukan hal yang dinilai paling penting tersebut dan fokuskan tenaga dan pikiran Anda di situ, maka Anda akan berhasil. Keberhasilan seseorang tidak ditentukan banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan, tetapi menghasilkan pekerjaan yang membuat hal-hal lain nampak tidak perlu lagi. Jadi, bukan keseimbangan hidup itu yang harus dicapai, tetapi hasil yang dicapai dalam membesarkan anak-anak dan membangun keluarga dalam ketidaksempurnaan.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Hidup Seimbang

Hidup seimbang seperti yang sering terdengar dalam masyarakat sebenarnya merupakan kebohongan atau solusi semu. Kedengarannya memang hebat, tetapi kenyataannya tidak akan tercapai, jadi itu adalah gagasan semu yang hanya enak didengar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr