Mempersiapkan Balita untuk Sekolah

Ada banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana mempersiapkan anak-anak mereka siap meninggalkan lingkungan keluarga yang aman dan menyenangkan menuju ke lingkungan yang baru di sekolah.

481 views   |   shares
  • Dalam buku Kevin Henkes, Wemberly Worried, tokoh yang bernama Wemberly khawatir tentang segala sesuatu. Namun demikian, kekuatiran terbesarnya adalah tentang memulai sekolah. Memulai sekolah adalah sebuah langkah yang begitu besar bagi anak-anak, yang menandai langkah mereka memasuki dunia yang lebih besar dan bebas. Untungnya semua 5 anak saya memasuki TK tanpa merasa kuatir. Meskipun masing-masing dari mereka memiliki kepribadian unik, tetapi masing-masing bersemangat untuk memulai petualangan “besar” sekolah mereka. Saya ingin berbagi beberapa ide yang saya kira dapat menolong membuat transisi ini menjadi petualangan yang mereka harapkan dan bukan merupakan sesuatu yang menakutkan.

  • 1. Kemandirian

  • Penting bagi anak-anak belajar sampai pada tingkat tertentu bahwa mereka dapat berfungsi tanpa bergantung pada orang lain sebelum mulai bersekolah. Sudah barang tentu Anda tidak akan ada di sana membantunya menggunakan kamar kecil, mengancingkan baju atau celana dan sebagainya. Jadi sejak kecil mereka diajar bagaimana mengurus diri mereka. Kemampuan melakukan sendiri ini juga akan merupakan pendorong rasa percaya diri yang besar.

  • Cobalah untuk tidak mengatur setiap tugas yang mereka coba lakukan. Saya ingat seorang anak perempuan kecil masuk ke kelas TK anak perempuan saya dengan kepangan rambut yang miring sebelah. Ibunya bercerita kepada kami betapa bangganya dia mengerjakan rambutnya sendiri. Jadi, dia tidak terlihat sempurna, tetapi dia bahagia.

  • Perasaan tidak bergantung pada orang lain akan membantu anak Anda merasa percaya diri ketika Anda tidak ada di sisinya. Aturlah mereka bermain dengan anak lain sementara Anda tidak mengawasi mereka sepanjang waktu. Mereka telah belajar berada sendirian sebelum Anda membantu mereka memasuki transisi pada hari sekolah tanpa keberadaan Anda. Anak saya yang paling kecil memasuki TK musim gugur tahun ini. Gurunya dengan bijaksana tidak meminta orang tua murid untuk membantu dalam kelas pada bebeapa minggu pertama. Hal tersebut memungkinkan masing-masing anak merasa nyaman dalam kelas sendirian.

  • 2. Pendidikan dini

  • Setiap anak saya ikut serta dalam semacam pendidikan dini, baik itu berupa prasekolah resmi maupun pusat kelompok prasekolah komunitas atau kerja sama dengan orang tua lain. Jenis kelompok ini memberi kesempatan anak-anak bekerja tanpa bergantung pada orang lain seperti yang tersebut di atas, juga membina keterampilan kelompok. Ini juga termasuk duduk tenang dalam kelompok, mendengarkan guru, berbagi dan mengikuti jadwal kelas. Ketika saya bekerja sama dengan orang tua lain, masing-masing ibu berusaha menyesuaikan kegiatan dengan kegiatan pembuka, waktu berbagi dan belajar tentang cuaca. Ini membantu anak-anak mempersiapkan diri dengan susunan pelajaran TK resmi.

  • Advertisement
  • 3. Belajar sesuatu yang mendasar

  • Ketika suami saya mulai masuk TK, dia ingat bahwa dia sama sekali bingung ketika kelas menyanyikan lagu ABC. Dia tidak pernah mendengar lagu itu sebelumnya. TK akan lebih menegangkan dengan banyaknya pelajaran yang diberikan daripada sebelumnya. Sediakan waktu untuk membiasakan anak-anak Anda dengan abjad, bilangan, bentuk dan warna. Itu tidak berarti mereka harus bisa menguasai semuanya, tetapi sekadar meletakan dasar. Cara terbaik melakukannya adalah sewaktu bermain dalam mobil seperti menebak huruf yang Anda lihat sepanjang jalan, menghitung banyaknya mobil atau rumah yang Anda lewati atau permainan lain dengan huruf dan bilangan. Juga bermain permainan dimana Anda menggunakan warna yang Anda lihat untuk ditebak, menghitung jumlah buah yang Anda beli dan mencari tahu bentuknya.

  • 4. Membaca

  • Akhirnya, mungkin hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk balita Anda adalah membacakan buku untuk mereka. Membaca dengan bersuara kepada anak-anak Anda membantu mereka belajar irama bahasa, mengenal kata-kata dalam bentuk tertulis dan mencerahkan pikiran mereka. Ketika Anda membaca, pastikan Anda membacakan penulisnya dan ilustratornya. Membaca dari berbagai jenis buku dan sumber. Puisi membantu memperkenalkan irama bahasa. Gambar-bambar dalam buku membantu melekatkan gagasan yang diwakili kata-kata menjadi sesuatu yang konkrit di dunia ini. Novel memperkenalkan tokoh, dan pengaturan alur cerita. Mengunjungi perpustakaan untuk mencari berbagai bentuk buku. Membantu anak Anda memahami bentuk fisik buku – bagian depan, belakang, kerangka dan lain-lain dan bagaimana memperlakukan buku-buku itu dengan benar.

  • Membaca bersama anak-anak Anda juga akan mengajar mereka mendengarkan, mengharapkan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Menanyakan kepada mereka apa yang mereka kira akan terjadi pada tokoh dalam cerita ketika Anda selesai membaca satu halaman atau satu bab.

  • Pergi ke sekolah “besar” tidak harus membuat Anda khawatir akan anak Anda. Sediakan waktu untuk mempersiapkan anak Anda untuk hari besar tersebut dengan mengikuti langkah-langkah mudah ini. Kemudian Anda akan terbebas dari rasa khawatir ketika transisi ke TK terjadi.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Preparing your preschool for school” karya Robyn Carr.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Robyn Carr is a graduate of Brigham Young University, the mother of 5 and grandmother to 1. She currently lives in North Carolina. Comments welcomed at mrsincredible41@yahoo.com

Mempersiapkan Balita untuk Sekolah

Ada banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana mempersiapkan anak-anak mereka siap meninggalkan lingkungan keluarga yang aman dan menyenangkan menuju ke lingkungan yang baru di sekolah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr