Komitmen dalam Pernikahan

Artikel ini bertujuan untuk memberikan beberapa arahan dalam komitmen untuk mengawetkan sebuah pernikahan.

24,715 views   |   49 shares
  • Saya pernah menulis artikel tentang dua unsur penting untuk mengawetkan sebuah pernikahan: Asmara dan komitmen untuk tetap saling membuat pasangan berbahagia. Memang benar, tetapi tentu saja pernyataan saya tersebut sangat sederhana, sehingga mungkin menimbulkan banyak pertanyaan, misalnya, apakah komitmen itu sekadar tekad? Atau, apakah kita memiliki pengarahan agar tidak perlu mencoba-coba? Nah, berikut ini adalah pelajaran mengenai komitmen itu sendiri dalam pernikahan:

  • Mengasihi diri sendiri

  • 'Kasih' yang saya bicarakan di sini bahasa Latinnya adalah 'caritas', jadi bukan 'eros' atau asmara yang ada hubungannya dengan rasa ketertarikan secara jasmaniah.

  • Kita sering mendengar orang mengatakan hendaknya kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Karena demikian seringnya 'pemeo' tersebut diucapkan, sehingga kadang-kadang kita lupa memperlakukan diri kita sendiri seperti kita memperlakukan orang lain. Coba pikirkan, bila ada teman kerabat kerja baru diPHK, apa nasihat kita kepadanya? Tentu saja kita tidak akan mengatakan, "Salah sendiri, sudah diberitahu masih membandel." atau "Kamu sih bodoh, tugas seperti itu saja tidak mampu kamu selesaikan." dan seterusnya. Sebaliknya kita akan mengatakan, "Jangan khawatir, orang dengan kredibilitas dan pengalaman seperti Anda pasti akan dapat pekerjaan yang lebih baik." Tetapi kalau Anda sendiri yang diPHK, biasanya Anda akan mulai menyalahkan diri sendiri, "Bodoh amat, kenapa tidak tahu kalau hal itu akan terjadi" seolah-olah Anda tiba-tiba menjadi paranormal. Mengapa Anda tidak dapat menasihati diri Anda seperti Anda menghibur teman Anda?

  • Kalau kita terus menerus memperlakukan pasangan hidup kita sebagaimana hendaknya kita ingin diperlakukan, tetapi justru kita lupa meperlakukan diri kita sebagaimana pasangan hidup kita diperlakukan, lama kelamaan kita akan stres sendiri dan hasilnya tidak selalu baik.

  • Jadilah seperti diri Anda sendiri

  • "Sebaik-baik kita membungkus bangkai akhirnya berbau juga", demikian bunyi pepatah tempo dulu. Pepatah ini masih benar. Sebagai pasangan hidup hendaknya kepalsuan, kebohongan, menutup-nutupi kesalahan, mengelabui, suka menghindar, membual, dan yang sejenisnya hendaknya tidak pernah ada dalam keluarga.

  • Ingatlah, kita adalah manusia fana, tentu saja kita tidak sempurna, sehingga tidak mungkin hidup tanpa memiliki kelemahan dan kesalahan. Justru pasangan hidup kita akan senang melihat kita masih punya kelemahan dan berbuat kesalahan, karena kita menjadi pasangan yang sekaliber.

  • Advertisement
  • Contoh lucu berikut pernah terjadi dalam keluarga kami. Adik perempuan saya memiliki anak kembar yang sangat pintar. Suatu hari ibunya menegur mereka karena mereka ingin bermain terus dan malas belajar, Ibunya bilang, "Kalau mama dulu di sekolah nilai-nilai rapor mama selalu baik." Maka kedua anak tersebut mulai membongkar-bongkar kardus-kardus tua tempat menyimpan berkas-berkat tua. Suatu hari mereka menemukan buku rapor ibunya. Maka dibawanya buku rapor ibu mereka di depan ibu mereka, "Ma, ini buku rapor mama, kok tidak seperti yang mama bilang?" Nah lu!

  • Saling menghormati

  • Kadang-kadang karena terlalu lama tinggal bersama dan sudah mengetahui kebiasaan baik dan buruk pasangan hidup kita, maka kita lupa untuk memperlakukan pasangan hidup kita dengan hormat dan menjaga kewibawaannya.

  • Kalau sikap tidak menghormati tersebut dilakukan di depan orang lain atau anak-anaknya, maka akan lebih gawat lagi. Ada sementara suami atau istri memberi nama julukan buat pasangan hidupnya. Ini adalah pantangan nomor satu. Apalagi kalau nama julukan tersebut ada hubungannya dengan kelemahannya, misalnya, memanggil istrinya 'Ndut' karena dia gemuk. Memotong pembicaraan pasangan hidup di depan orang lain, atau berbicara untuk pasangan hidupnya seolah-olah dia tidak mampu menjelaskan sendiri dan yang serupa.

  • Saling mendukung

  • Sekarang sudah zamannya suami dan isteri mengembangkan karier masing-masing. Ada beberapa karier yang menghasilkan banyak uang, tetapi tidak terlihat reputasinya, sebaliknya ada yang reputasinya terlihat tetapi penghasilannya kurang. Misalnya, seorang suami yang bekerja sebagai pengembang situs web, dan kebanyakan bekerja di rumah, sedangkan isterinya setiap pagi berangkat dengan jemputan kendaraan dari perusahaan terkemuka, meskipun hanya sebagai sekertaris, maka orang lain, misalnya orang yang tidak seberapa kenal kita dan yang tidak mengerti bidang pekerjaan tersebut, akan menganggap kehidupan rumahnya ditunjang oleh isteri daripada oleh suami. Nah, apabila oleh suatu hal, maka isteri kemudian melonjak kariernya, sehingga dia menjadi orang yang penting dan berpenghasilan lebih besar dari suaminya, maka suami hendaknya ikut merasa bahagia atas keberhasilannya.

  • Ini sering terjadi di antara bintang fillm, ketika isteri menanjak kariernya, dan menjadi sangat populer, suami yang memiliki profesi sama dan tidak mampu mengimbangi ketenaran isteri, seringkali merasa rendah diri dan meninggalkan isterinya dengan alasan yang kadang-kadang tidak masuk akal, seperti, "Saya hanya menjadi penghalang kariernya." Tragisnya, keduanya menjadi tidak bahagia dalam perjalanan hidup mereka. Demikian pula sebaliknya siapa pun dalam keluarga yang berhasil tidak boleh merendahkan mereka yang kurang berhasil.

  • Advertisement
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi

  • Komunikasi ini harus selalu dua arah. Ada yang menyampaikan dan ada yang menerima. Bahasa itu dipahami sejauh interpretasi pendengarnya. Biasakan saling membicarakan segala sesuatu secara terbuka: keuangan, pendidikan anak-anak, pekerjaan, pandangan politik, agama, hobi dan seks.

  • Sebisa-bisanya jangan ada yang disembunyikan. Biasanya komunikasi terbuka tidak terjadi kalau pihak yang mendengarkan membuat reaksi negatif, sehingga tidak mendorong pembicaraan lebih lanjut, karena takut atau khawatir memperburuk situasi atau hubungan.

  • Komunikasi yang baik justru dimulai dengan 'saya', karena kalau kita memulai dengan kata ganti 'kamu', lawan bicara kita akan merasa 'dituduh' atau 'dipersalahkan'. Di samping itu, kita juga tidak sungguh-sungguh tahu apa yang dipikirkan lawan bicara kita. Jadi, mulailah dengan 'saya pikir ...' atau 'saya kira ...' atau 'saya khawatir bahwa ...' dan seterusnya. Tentunya Anda tahu apa yang Anda pikirkan dan rasakan bukan?

  • Seks adalah bahasa cinta, bukan sekadar mekanisme prokreasi

  • Jangan dikira karena seks adalah naluri dasar manusia, maka seseorang tidak perlu belajar lebih banyak. Manusia, selain dia adalah makhluk seksual, dia juga adalah makhluk inteligen sehingga dia harus selalu belajar dengan sadar.

  • Seperti komunikasi, maka seks adalah salah satu komunikasi ekspresi antar pasangan hidup kita. Oleh karena itu, seks pun harus dilakukan dua arah, ada yang menyampaikan dan menerima dan harus ada saling pemahaman terhadap apa yang disukai dan tidak disukai pasangan.

  • Sadarilah masing-masing tidak sempurna, kita tidak pernah menikah dengan malaikat

  • Oleh karena kita bukan malaikat, maka jangan harap ada yang sempurna. Kesalahan dan kebodohan selalu kita lakukan setiap hari. Memang ada yang besar dan kecil. Ada yang memalukan dan ada yang merugikan. Oleh karena itu jangan pernah sekali-kali menuntut pasangan Anda sempurna. Bila pasangan melakukan kebodohan yang memalukan Anda, segera mengampuninya dan melupakannya setelah Anda menjelaskan kepadanya mengapa Anda tidak suka dia melakukan hal tersebut.

  • Jangan pernah mempertimbangkan kembali

  • Sesudah menikahi pasangan hidup Anda, jangan sekali-kali pernah mempertimbangkan kembali bila sedang menghadapi kesulitan dengannya. Mungkin memang benar bahwa tabiat dan perilakunya telah berubah, tetapi bukankah manusia akan terus menerus mengalami perubahan? Bila perubahan tersebut yang Anda hadapi, maka sesuaikan diri dengan keadaan baru, bukankah Anda bertekad untuk tinggal bersamanya selama-lamanya?

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Komitmen dalam Pernikahan

Artikel ini bertujuan untuk memberikan beberapa arahan dalam komitmen untuk mengawetkan sebuah pernikahan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr