Terpaku pada Layar? Bagaimana Mengatasi Obsesi pada Video Game

Video game ada di mana-mana. Menjauhkan permainan seperti Wii or Xbox dari rumah Anda tidak memberikan jaminan akan terhindar dari dampak buruk video game.

1,401 views   |   shares
  • Menjauhkan permainan seperti Wii or Xbox dari rumah Anda tidak memberikan jaminan akan terhindar dari dampak buruk . Berbagai permainan dapat diunduh sebagai aplikasi atau diakses daring melalui telepon, komputer tablet, dan iPods, menjauhkan anak Anda (atau Anda sendiri) dari bermain secara terus menerus akan membutuhkan perjuangan ekstra. 6 tips di bawah ini dapat membantu supaya permainan tetap menjadi hiburan dan bukan obsesi.

  • Batasi akses

  • Cobalah untuk tidak memiliki permainan dalam bentuk apa pun. Saya tidak menaruh permainan apa pun dalam telepon saya, bukan karena saya tidak ingin jari-jari yang lengket menyentuhnya. Jika kami pergi ke tempat di mana kami harus menunggu lama, seperti pergi ke dokter, saya membawa iPod, yang memiliki aplikasi yang dinikmati oleh anak-anak. Kami memiliki dua TV di rumah kami, dan hanya satu yang tersambung dengan permainan. Semakin sulit untuk membatasi akses ketika anak-anak saya semakin besar dan menginginkan peralatan main sendiri. Putri kami menyerahkan mainannya kepada kami pada saat jam tidur, sehingga dia tidak tergoda untuk bermain di kamarnya.

  • Atur batasan waktu dan ikutilah

  • Anak laki-laki saya selalu melewati batas waktu yang saya berikan untuk dia dalam bermain . Tiga puluh menit menjadi satu jam, “lima menit lagi” menjadi dua puluh. Ketika Anda mengatur batas waktu untuk diri sendiri atau untuk anak-anak Anda, pastikan untuk mengikutinya. Mereka sudah tahu bahwa saya akan mengambil semua media untuk satu atau dua hari jika anak-anak melewati batas waktu. Beberapa keluarga menggunakan atau kartu untuk menghasilkan tambahan waktu bermain. Yang lain menggunakan jam untuk memberitahukan anak-anak ketika saatnya untuk berhenti.

  • Diskusikanlah pengaruh buruk

  • Memberitahukan anak-anak Anda atau pasangan Anda tentang bahaya yang mungkin terjadi karena terlalu terobsesi dengan mungkin dapat membuat mereka mengontrol waktu bermain mereka. Beberapa orang menggunakan sebagai pelarian dari hal-hal sulit dalam kehidupan mereka. Yang lain keluar dari tanggung jawab dengan bermain terus-menerus. Artikel dari WebMD menekankan bahwa anak-anak muda yang menenggelamkan dirinya sendiri dalam dunia permainan tidak akan pernah belajar kemampuan bersosialisasi yang benar serta pengalaman interaksi bertatap muka. Anak-anak butuh permainan aktif, dan stimulasi di luar ruangan, yang tidak diberikan oleh kebanyakan permainan di .

  • Advertisement
  • Sediakan kegiatan alternatif

  • Saya memiliki daftar masukan ketika anak-anak saya ingin bermain , tetapi harus menggunakan waktu mereka untuk berada di layar permainan. Walaupun mereka biasanya mengatakan semuanya itu “membosankan,” mereka tetap melakukannya. Kebanyakan anak-anak mudah disuruh untuk menjauh dari layar permainan dengan janji bermain dengan orang tuanya. Ajukan untuk melakukan proyek seni, pergi ke taman atau membuat kue bersama- sama sebagai alternatif. Bermain kartu atau sejenisnya daripada bermain .

  • Putuskan hubungan

  • Pilih satu atau dua hari seminggu untuk “bebas permainan.” Jika orang dewasa di rumah berjanji melakukannya, maka anak-anak akan mengikuti. Kami mengatur hari Minggu sebagai hari yang tidak ada gangguan media, tetapi kami akan menambah satu hari lagi setiap minggunya. Kampanye untuk Masa Kanak-Kanak yang Bebas dari Pengaruh Komersial mengadvokasi minggu bebas dari layar permainan setiap tahunnya, dimana keluarga didorong untuk mematikan media dan kembali ke kehidupan nyata.

  • Sediakan waktu istirahat

  • Anak-anak membutuhkan waktu untuk beristirahat dari pengaruh stimulasi TV terutama sebelum tidur. Mematikan semua peralatan sedikitnya 30 menit sebelum tidur. Suatu kali anak laki-laki saya terobsesi pada permainan terbaru yang membuat dia tidak tidur. Dia juga memiliki mimpi yang sangat jelas tentang permainan tersebut walaupun tidak terlalu berbahaya. Bersama-sama kami memutuskan untuk beristirahat dari permainan tersebut selama beberapa bulan, dan kami membantu dia untuk mendapatkan rutinitas waktu tidur yang menenangkan.

  • Bagaimanapun seperti kebanyakan hal di dalam kehidupan, melakukannya secara berlebihan dapat merusak dan membuat anak-anak tidak aktif dan menjauhkan mereka dari kehidupan di dunia yang sebenarnya. Bantulah orang-orang yang Anda sayangi untuk membuat permainan sebagai hobi dan bukan sebagai obsesi. Hidup yang nyata lebih menguntungkan daripada hidup dalam dunia bayangan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Stuck to the screen? How to prevent a video game obsession” karya Amy Peterson.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Amy M. Peterson, a former high school English teacher, currently lives in Oregon with her husband and four children. She spends her days writing, reading, exercising and trying to get her family to eat more vegetables.

Terpaku pada Layar? Bagaimana Mengatasi Obsesi pada Video Game

Video game ada di mana-mana. Menjauhkan permainan seperti Wii or Xbox dari rumah Anda tidak memberikan jaminan akan terhindar dari dampak buruk video game.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr