Memuji atau Menjilat

Kalau anak sekecil itu tahu menggunakan pujian untuk mencapai maksudnya, apa lagi orang dewasa. Sejauh mana pujian dapat dipakai tanpa terasa seperti menjilat, marilah kita perhatikan perbedaan di antara kedua hal ini.

1,683 views   |   shares
  • "Tante Wiwi sayang," bujuk manja kemenakan saya yang waktu itu baru berumur 3 tahun. Saya tahu ada yang diinginkannya. Tetapi bila saya tidak meluluskan keinginannya, seperti kalau dia minta kembang gula di pagi hari, dia akan berkata "Tante Wiwi jaek" yang maksudnya tantenya jahat, maklum dia lahir di Padang. Kalau anak sekecil itu tahu menggunakan pujian untuk mencapai maksudnya, apa lagi orang dewasa. Sejauh mana pujian dapat dipakai tanpa terasa seperti menjilat, marilah kita perhatikan perbedaan di antara kedua hal ini.

  • Di tempat kerja

  • Orang yang pandai bergaul lebih mudah naik jabatan, bukan karena pandai menjilat tetapi karena jaringan pergaulannya yang luas mempermudah dia menemukan lowongan. Tak ada salahnya sesekali memuji atasan tetapi kebanyakan memuji yang tidak pada tempatnya boleh disebut menjilat. Mari kita lihat contohnya:

    • "Boss, anak boss sungguh pandai, usia 17 sudah masuk perguruan tinggi."

    • "Boss sungguh luar biasa, perusahaan ini tidak akan maju kalau tidak ada boss di sini."

  • Yang pertama dapat disebut memuji karena perkataan ini berdasarkan fakta, sedangkan yang kedua boleh disebut menjilat karena sebelum si boss bekerja di situ perusahaan tersebut sudah maju. Jadi suatu perkataan yang diucapkan dengan tujuan membuat senang hati si penerima namun tidak berdasarkan fakta konkrit adalah menjilat.

  • Di sekolah

  • Seorang anak ingin menjadi murid kesayangan gurunya karena itu dia selalu berusaha mengambil hati gurunya. Dia rajin mengerjakan PR, di kelas tidak pernah mengobrol atau bandel, dia pandai dan mau membantu teman-temannya yang kurang menangkap pelajaran. Tidak heran dia menjadi murid kesayangan gurunya, bukan karena pandai menjilat. Sebaliknya ada anak yang malas, manja, suka mengadukan teman-temannya, tapi dia rajin membawakan barang-barang yang diperlukan gurunya di kelas. Sikap seperti ini boleh dibilang menjilat.

  • Di rumah

  • Seorang ibu memiliki dua orang anak perempuan, yang satu rajin bekerja, patuh dan selalu berusaha menyenangkan hati ibunya. Sikapnya yang menghargai jerih payah ibunya adalah pujian tulus yang dapat diberikan seorang anak. Sebaliknya adik perempuannya agak pemalas, suka membantah dan tidak mau mendengar nasihat ibunya, namun dia pandai berbicara dan bermanja-manja. Sikap anak yang kedua ini sama juga dengan menjilat.

  • Kenyataan

  • Kadang-kadang seseorang memuji tidak berdasarkan kenyataan sehingga yang dipuji merasa heran. Saya pernah ke pusat perbelanjaan membawa tas sederhana, bukan Gucci, bukan Prada, seorang pramuniaga sebuah toko dengan ramah memberi saya salam sambil memuji tas saya. Tentu saja saya berpikir apakah pujiannya tulus atau cuma basa basi, walaupun model tas saya itu unik tapi penampilannya tidak telalu menarik. Saya ingat waktu kecil mendiang kakak lelaki saya menyebut saya si pahit lidah karena saya jarang memuji. Mungkin karena saya memang tidak pandai berbicara dan takut bertemu orang. Ibu kami mempunyai toko alat-alat kantor. Sementara kakak saya itu sejak berusia 11 tahun sudah rajin membantu di toko, saya sampai berumur 15 pun takut melayani pembeli. Saya tidak menyangka di usia senja saya bekerja di toko dan di bank serta menjadi penjual nomor wahid. Kalau kakak atau ibu saya masih hidup mereka pasti tidak percaya. Saya sendiri berusaha keras untuk banyak memberi pujian tulus kepada pembeli. Tentu saja berdasarkan fakta yang ada bukan asal berbasa-basi. Dan ini bukan menjilat karena saya tidak mengharapkan orang yang saya puji itu berbelanja, saya hanya ingin membuat orang itu senang.

  • Advertisement
  • Kesimpulan

  • Tidak ada yang lebih buruk daripada menjilat demi kepentingan diri sendiri dan bahkan ada yang dapat merugikan orang lain. Sebaliknya memuji adalah sesuatu yang baik karena dapat membuat orang lain tersanjung, merasa senang dan bangga. Karena itu jangan segan-segan untuk memuji siapa saja, baik rekan sekerja, anggota keluarga di rumah, teman seperjalanan, atau seseorang yang Anda temui hari ini.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Memuji atau Menjilat

Kalau anak sekecil itu tahu menggunakan pujian untuk mencapai maksudnya, apa lagi orang dewasa. Sejauh mana pujian dapat dipakai tanpa terasa seperti menjilat, marilah kita perhatikan perbedaan di antara kedua hal ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr