Tamu yang Tidak Diundang dalam Keluarga

Tidak semua tamu yang tidak diundang memberi pengalaman buruk buat kita, kadang-kadang mereka menjadi penyelamat keluarga.

1,070 views   |   shares
  • Jangan dikira dalam keluarga tidak ada 'tamu yang tidak diundang', walaupun sudah tidak terlalu sering seperti di zaman nenek saya. Dia yang hidup sehari-hari hanya membuat kue jajanan untuk menyambung hidup setelah kakek tidak bekerja lagi, harus menghidupi tiga hingga empat kemenakannya di samping dua orang anaknya sendiri, karena orang tua mereka tidak mampu membesarkan mereka. Mereka datang saja ke rumah nenek, kemudian tidak pernah pulang lagi, hingga mereka dewasa dan menikah.

  • Di zaman sekarang keadaan tersebut sekali-kali masih sering terulang. Terutama ketika sebuah keluarga urbanisasi ke kota dan terdengar kabar sudah hidup 'enak', maka sanak keluarga dekat di kampung, bahkan kadang-kadang anak tetangga dekat, tiba-tiba nongol di depan pintu rumahnya. Sebagai orang timur, yang berbudaya ketimuran, yang suka tidak mampu mengungkapkan isi hatinya, sulit menolak. Maka, masuklah para 'tamu yang tidak diundang' melewati 'perbatasan' rumah tangga kita.

  • Apabila seseorang atau beberapa orang anak sekaligus muncul, maka kita mungkin harus berjerih payah menyusun kembali kamar-kamar di rumah kita, atau bahkan membangun partisi baru untuk mereka tinggal agar privasi masih tetap terjamin, walaupun mungkin minimal. Langkah selanjutnya adalah menyediakan makanan buat mereka, mungkin menyekolahkan mereka atau mencarikan pekerjaan buat mereka, belum lagi biaya kesehatan bila salah satu dari mereka sedang sakit.

  • Masalah baru muncul, karena mereka belum tentu suka dengan disiplin di rumah kita. Lama kelamaan mereka mungkin kembali kepada tabiat atau kebiasaan yang dibawa dari kampung halaman mereka. Pertengkaran pun mungkin terjadi. Kadang-kadang kehilangan barang atau uang secara misterius. Anak-anak sendiri mungkin merasa harus berbagi segalanya dengan mereka, dan seterusnya.

  • Sebenarnya, bolehkah kita membuat dan menjaga 'perbatasan' rumah tangga kita?

  • Hanya ada dua pilihan: Membiarkan mereka memasuki keluarga Anda dengan berbagai risikonya, atau menolak mereka dan mengirim mereka pulang ke rumah mereka atau mencarikan tempat yang tepat buat mereka dengan berbagai risikonya.

  • Bila menerima mereka:

    1. Menerima berarti mengambil masalah orang lain menjadi masalah kita. Mungkin masalahnya ada di keluarga anak itu atau bahkan anak itu sendiri. Kita tidak akan tahu sampai kita hidup bersamanya beberapa saat.

    2. Menghubungi keluarga mereka.

    3. Memastikan bahwa kedatangan mereka di rumah Anda sudah sepengetahuan orang tua mereka. Yang dikhawatirkan adalah mereka melarikan diri dari orang tua mereka. Untuk menghindarkan diri Anda dari kesulitan di kemudian hari.

    4. Di samping itu juga ingin tahu tujuan mereka 'dikirim' ke Anda. Apakah untuk mencari pekerjaan atau sekolah dan sebagainya.

    5. Berkomunikasi dari waktu ke waktu: Ini perlu agar orang tua mereka tidak 'kehilangan' anaknya. Walaupun mereka dikirim untuk dibesarkan oleh Anda, orang tua asli mereka tetap tidak ingin anak mereka melupakan orang tua sendiri. Mungkin anak-anak itu mulai merasa paman atau bibi mereka lebih 'baik' dibandingkan dengan orang tua sendiri. Mereka 'dititipkan' ke Anda karena terpaksa, biasanya karena masalah ekonomi. Jadi, nanti kalau mereka sudah 'pintar' dan sudah menjadi orang, merekalah yang diharapkan akan 'memelihara' orang tua kandung mereka.

    6. Kalau sudah siap menampung mereka, maka Anda berkewajiban untuk mengasihinya dan dengan demikian memperlakukannya seperti anak sendiri. Karena kasih Anda kepada 'tamu yang tidak diundang' adalah perilaku yang dipelajari, bukan terjadi secara alami, maka hati-hatilah jangan perlakuan Anda kepadanya menjadi lebih 'istimewa' daripada kepada anak sendiri.

  • Advertisement
  • Bila tidak menerima mereka:

    1. Menghubungi orang tua mereka.

    2. Anda tetap wajib menghubungi orang tua mereka walaupun Anda akan mengirim atau mengantarkan mereka pulang. Anda wajib menghubungi orang tua mereka untuk memastikan bahwa mereka ke rumah Anda atas sepengetahuan mereka untuk menghindarkan diri dari berurusan dengan yang berwajib.

    3. Kemudian Anda dengan sopan menjelaskan alasan memulangkan anak-anak itu walaupun Anda tidak berhutang untuk memberikan penjelasannya.

    4. Menjelaskan dengan apa dan kapan Anda mengirim mereka pulang ke rumah orang tua mereka.

    5. Ini perlu dilakukan karena orang tua mereka dapat menjemput di stasiun kereta api, bus, atau lapangan terbang atau menyambut Anda bila Anda mengantar mereka ke kampung halaman.

    6. Bila perlu, ada kejelasan tentang penanggung ongkos perjalanan tersebut.

    7. Pihak keluarga lain: Bila masalahnya rumit di kampung halaman, dan kebetulan di kota di mana Anda berurbanisasi ada sanak keluarga lain, maka rundingkanlah dengan mereka atas seizin orang tua mereka. Bila Anda tidak dapat menerima mereka, dan orang tua tidak dapat menerima mereka untuk sementara karena alasan tertentu, maka sebaiknya ada pihak anggota keluarga lain yang dapat menampung mereka. Saya harap tidak sampai kepada panti asuhan, karena masalahnya akan makin rumit.

  • Masalah 'tamu yang tidak diundang' ini memang sulit, karena menyangkut manusia. Kalau itu barang yang tidak kita inginkan, kita buang saja atau berikan kepada orang yang mau. Tetapi kalau itu adalah anggota sanak keluarga dekat kita, maka mau tidak mau kita ikut berabe mencarikan solusi yang terbaik untuk semua pihak yang bersangkutan termasuk diri kita.

  • Namun demikian, tidak semua 'tamu yang tidak diundang' hanya mendatangkan kesulitan buat keluarga yang ditumpangi. Tetangga saya yang membuka bengkel mobil menampung seorang anak semacam itu, bahkan dia bukan sanak juga bukan anggota keluarga dekat. Anak tersebut akhirnya menggantikan ayah pelindungnya yang meninggal dalam usia muda untuk meneruskan usaha bengkelnya dan selanjutnya menikahi anak gadisnya dan hidup bahagia hingga di hari tua.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Tamu yang Tidak Diundang dalam Keluarga

Tidak semua tamu yang tidak diundang memberi pengalaman buruk buat kita, kadang-kadang mereka menjadi penyelamat keluarga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr