Kejujuran: Nilai penting untuk diajarkan

Di zaman sekarang di mana ungkapan Jawa yang berbunyi "jujur ajur", yang artinya yang jujur akan hancur, lebih banyak dijadikan patokan. Dibutuhkan keberanian dan tekad dari para orang tua untuk menanamkan nilai kejujuran dalam diri anak mereka.

2,304 views   |   3 shares
  • Satu hal yang sangat membekas dalam ingatan saya tentang ayah saya adalah betapa kerasnya dia menerapkan kejujuran dalam keluarga. Ayah saya gemar sekali mengulang nasihat bahwa bagi dia tidak penting berapa nilai yang kami dapatkan di sekolah sejauh nilai itu didapat dengan usaha kami sendiri. Nasihat itu berlaku selama masa sekolah saya dan adik-adik saya. Kami tidak pernah takut ayah akan marah dengan nilai kami karena kami telah memberikan usaha terbaik kami. Bagi ayah saya, angka 10 atau 1 di kertas tes kami hanyalah angka. Dan itu tidaklah lebih penting daripada pembentukan karakter kami.

  • Begitu juga dengan mengakui kesalahan. Ayah saya keras mendidik kami untuk berani mengakui kesalahan dan minta maaf. Ayah akan sangat marah ketika alih-alih mengakui kesalahan kami justru mencari-cari pembenaran dengan berbohong apa lagi menyalahkan orang lain. Pernah ada satu kejadian yang dialami adik lelaki saya saat dia masih kecil. Waktu itu selayaknya anak kecil yang mudah terpengaruh temannya, adik saya dan beberapa temannya memetik buah rambutan di pohon rambutan milik tetangga saya tanpa seizin pemiliknya. Seorang tetangga yang kebetulan melihat melaporkannya kepada ayah saya. Dan begitu adik saya pulang ke rumah, ayah saya berbicara pada adik saya tentang perbuatannya. Kemudian menemani adik menemui si pemilik pohon rambutan untuk mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Mungkin kejadian itu tidak menjadi masalah besar bagi si pemilik pohon rambutan yang menganggap apa yang dilakukan adik saya dan teman-temannya adalah kenakalan anak-anak yang masih wajar. Tetapi tidak untuk adik saya. Pengalaman itu membekas di benaknya. Bahkan adik saya juga masih mengingat bagaimana ayah kami juga ikut meminta maaf atas perbuatannya. Itu adalah satu momen pembelajaran yang seribu kali lebih berharga bagi adik saya daripada jutaan nasihat.

  • Pada dasarnya anak-anak adalah pribadi yang polos. Kita sering mendengar anak-anak itu ibaratnya seperti kertas putih yang bersih. Pun kita sering mendengar perkataan jika ingin mendengar jawaban jujur bertanyalah kepada anak-anak. Mereka cenderung mengatakan apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka dengar dengan apa adanya. Akan tetapi entah mengapa sekarang bahkan anak-anak sekalipun bisa dengan pintarnya berbohong. Saya tidak percaya kalau ada yang mengatakan sifat suka berbohong adalah bawaan lahir seseorang. Bagi saya sifat itu terbentuk dari lingkungan, dari keadaan dan contoh yang ditemui si anak kesehariannya. Dulu ketika saya masih kelas 2 SD banyak dari ibu teman-teman saya yang mencari bocoran soal untuk ulangan catur wulan, itu kami belum memakai sistem semesteran. Bayangkan, kami baru kelas 2 SD dan orang tua kami sudah sibuk membuat kami menjadi juara kelas dengan menghalalkan segala cara. Ketika saya mengelola tempat les untuk anak-anak SD dan SMP, tidak jarang banyak orang tua yang bertanya apakah saya bisa memberikan bocoran soal ujian sekolah maupun ujian negara untuk anak-anak mereka. Mereka bahkan berani membayar mahal jika saya bisa. Tentu saja saya tidak bisa, selain saya tidak mau secara logika dari mana saya mendapat bocoran soal yang bersifat rahasia itu. Sungguh miris melihat bagaimana para orang tua lebih mementingkan nilai sempurna anak-anak mereka alih-alih pembentukan karakter dan moral si anak.

  • Advertisement
  • Contoh lain yang juga membuat miris adalah ketika orang tua menyuruh anak berbohong untuk kepentingan mereka. Mungkin bukan hal yang besar. Mungkin hanya meminta si anak untuk mengatakan bahwa orang tua mereka tidak ada di rumah ketika ada yang menelepon atau mencari mereka padahal kenyataanya si orang tua ada di rumah. Sepele kelihatannya tapi itu adalah sebuah contoh yang akan membenarkan si anak untuk melakukan hal yang sama. Bagaimana bisa orang tua menuntut si anak untuk selalu jujur tentang apa yang mereka perbuat jika di dalam pikiran si anak tertanam bahwa berbohong bukanlah hal yang buruk buktinya orang tua melakukan hal itu juga.

  • Kejujuran yang ditanamkan sejak kecil akan membuat seorang anak lebih terbuka terhadap orang tua dan keluarganya. Dan kasus kenakalan remaja, kecanduan narkotik atau pergaulan bebas bisa dihindari . Kejujuran juga mengajarkan seorang anak untuk bekerja keras untuk mencapai sesuatu dengan cara yang benar dan bangga atas pencapaiannya. Kejujuran membentuk pribadi yang kesatria yang berani mengaku kesalahan maupun kekalahan dan tidak mencari-cari cara untuk menutupi kesalahan atau mencari kambing hitam atas kesalahan.

  • Saya selalu ingat perkataan ayah saya, bahwa dia tidak bisa mewariskan harta bagi anak-anaknya, tetapi paling tidak dia berusaha mengajarkan anak-anaknya untuk memiliki dan menjaga nilai-nilai moral yang baik. Salah satunya adalah kejujuran. Di zaman sekarang di mana ungkapan Jawa yang berbunyi "jujur ajur", yang artinya yang jujur hanya akan hancur, lebih banyak dijadikan patokan. Dibutuhkan keberanian dan tekad dari kita para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai itu dalam diri anak-anak kita. Mungkin benar, mereka yang jujur tidak jarang akan menjadi kaum minoritas, tetapi menjadi jujur bukanlah tentang menjadi terkenal atau populer. Kejujuran berkaitan erat dengan integritas seseorang terhadap sesamanya dan terhadap Tuhan. Dan untuk saya pribadi, lebih baik saya menjadi jujur dan hidup dengan batin yang tenang bahkan walaupun harus menjadi kaum minoritas, daripada menjadi populer tetapi palsu dan selalu dikejar ketakutan kalau-kalau kebohongan yang dilakukan terungkap.

Bagikan pada teman dan keluarga..

It is my sincere desire and hope that my writing will positively influence readers, and help them be better and happier.

Kejujuran: Nilai penting untuk diajarkan

Di zaman sekarang di mana ungkapan Jawa yang berbunyi "jujur ajur", yang artinya yang jujur akan hancur, lebih banyak dijadikan patokan. Dibutuhkan keberanian dan tekad dari para orang tua untuk menanamkan nilai kejujuran dalam diri anak mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr