Mau Hidup Tenteram: Jangan Meminjamkan Uang

Meminjamkan uang berarti mengharapkan uang tersebut kembali. Kalau harapan tidak terjadi, maka dikecewakan. Kekecewaan terhadap seseorang seringkali diikuti oleh permusuhan. Artikel ini mengajar kita agar semua itu tidak terjadi.

82,031 views   |   531 shares
  • Suatu hari salah satu sanak keluarga Anda atau teman Anda atau bahkan saudara kandung Anda yang saya sebut saja sebagai pihak yang berkepentingan, mendatangi Anda atau menelepon Anda untuk meminjam uang dengan 1001 macam alasan. Kebetulan Anda punya simpanan tapi uang tersebut ditabung untuk membayar uang pangkal sekolah anak Anda yang akan Anda gunakan beberapa bulan mendatang. Anda jelaskan bahwa Anda butuh uang tersebut pada tanggal tertentu. Pihak yang berkepentingan tersebut segera berjanji untuk mengembalikan tepat pada waktunya. Apa jawab Anda?

  • Saya percaya bahwa peristiwa semacam itu sering terjadi dan biasanya berakhir mengecewakan. Pihak yang berkepentingan ternyata tidak mengembalikan uangnya pada waktu yang dijanjikan, tidak mengembalikan sama sekali, atau mengembalikan sebagian kecil setelah Anda menagihnya seperti Anda justru yang sedang berhutang kepadanya.

  • Ingatlah kasus yang saya kemukakan di sini: Anda punya tabungan untuk suatu tujuan bukan sekadar uang ekstra. Biasanya kita mengalah kepada keluh kesah pihak yang berkepentingan disebabkan oleh rasa bersalah kalau tidak membantu. Sebenarnya apakah kita bersalah bila tidak membiarkan orang lain membelanjakan uang yang kita tabung untuk tujuan tertentu? Apakah kita sesungguhnya sudah tidak memiliki hak atas uang tersebut bila kita sudah menetapkan tujuan uang yang disisihkan tersebut? Dengan kata lain, apakah kita masih memiliki uang yang sudah kita tetapkan untuk tujuan tertentu tersebut?

  • Setelah memiliki berbagai pengalaman pahit dengan pihak-pihak yang berkepentingan seperti itu berpuluh-puluh kali dalam berpuluh-puluh tahun, akhirnya saya menetapkan: Saya tidak akan meminjamkan uang kepada siapa pun, tetapi akan memberi kepada pihak yang berkepentingan sejauh kemampuan saya. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pemikiran sebagai berikut:

  • Memahami anggaran belanja

  • Setiap keluarga hendaknya membuat anggaran belanja. Penghasilan yang Anda terima dari kerja tidak seluruhnya milik Anda. Sebagian dari uang yang dianggarkan untuk membayar cicilan rumah adalah milik bank KPR. Uang yang dianggarkan untuk belanja kebutuhan dapur adalah milik para pedagang di pasar atau super market. Uang yang dianggarkan untuk membayar rekening listrik adalah milik PLN, dan seterusnya. Anda tidak berhak membelanjakan uang tersebut lagi, karena uang itu tidak lagi menjadi milik Anda meskipun uang itu adalah hasil kerja Anda sendiri. Jadi, sekali lagi, uang yang sudah dianggarkan untuk tujuan tertentu bukan milik Anda lagi!

  • Advertisement
  • Memahami pihak yang berkepentingan

  • Pihak yang berkepentingan tidak akan mendekati atau menelepon Anda untuk meminjam uang untuk alasan apa pun, apabila dia atau mereka tidak sedang kepepet. Saya tidak memasukan penipu ke dalam pembahasan ini, karena itu masalah lain. Jadi, orang yang sudah terjepit oleh suatu keadaan tersebut biasanya tidak dapat berpikir dengan terang, karena dia mungkin sudah kehilangan 'harga diri'nya. Dia atau mereka akan berjanji apa pun untuk menyenangkan Anda asalkan akhirnya uang Anda jatuh ke tangannya. Jadi, janjinya untuk membayar kembali hampir selalu tidak benar. Pihak yang berkepentingan ini mungkin saudara kandung atau teman akrab Anda. Bila dia gagal memenuhi janjinya, maka persaudaraan atau persahabatan Anda akan berakhir atau lebih buruk lagi menjadi musuh Anda.

  • Mengurangi rasa bersalah

  • Bila berurusan dengan uang, sikap kita adalah segalanya. Uang hasil kerja Anda adalah hak Anda. Orang lain tidak akan dapat membelanjakan uang Anda kecuali Anda mengizinkannya. Oleh karena itu jangan segan-segan mengatakan 'tidak'. Sejauh Anda mengatakan 'tidak', maka uang Anda akan tetap menjadi milik Anda dan memang harus demikian. Sejauh pengalaman saya 'penolakan' demikian tidak akan merusak persahabatan atau persaudaraan Anda. Kalaupun penolakan tersebut menyebabkan putusnya persahabatan atau persaudaraan Anda, maka Anda dapat menilai sendiri watak teman atau saudara Anda tersebut. Tentu Anda tidak ingin bersahabat atau bersaudara dengan mereka yang hanya ingin memanfaatkan Anda bukan? Di samping itu, biasanya Anda sungguh-sungguh tidak memiliki uang seperti yang dimintanya, kecuali Anda menguras tabungan dengan tujuan Anda atau anggaran belanja Anda. Bila itu yang Anda lakukan, maka justru Anda nanti yang akan mencari hutang untuk menutupnya.

  • Tabungan khusus

  • Bila memang memungkinkan, maka hendaknya Anda membuka rekening terpisah untuk tabungan menghadapi kasus-kasus demikian, sehingga bila ada orang yang perkepentingan datang kepada Anda dan saldo dalam tabungan tersebut memadai, maka dengan senang hati Anda memberikan uang tersebut, sekali lagi, bukan meminjamkan, karena meminjamkan berarti Anda masih mengharapkan uang tersebut kembali.

  • Menggunakan sumber keluarga

  • Bila orang yang berkepentingan itu adalah saudara Anda dan masalahnya memang benar, maka tidak ada salahnya mengumpulkan seluruh anggota keluarga untuk membahasnya dan meminta mereka masing-masing ikut berbagi. Namun demikian, semua hendaknya diingatkan bahwa ini bukan meminjamkan tetapi memberikan. Biasanya masalah keuangan salah satu anggota keluarga dapat teratasi. Kalaupun tidak mungkin, paling sedikit orang yang berkepentingan tahu bahwa ada usaha sungguh-sungguh untuk membantunya.

  • Advertisement
  • Masalah pinjam meminjamkan uang sering berakhir dengan permusuhan. Agar hidup Anda damai dan orang lain tidak mengganggu Anda dengan masalah pribadi mereka, maka jadikanlah 'hukum': Jangan meminjamkan tetapi memberikan, menjadi pedoman Anda dalam soal keuangan Anda. 'Hukum' ini menjadi Perintah Kesebelas bagi saya.

Bantu kami menyebarkan

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Mau Hidup Tenteram: Jangan Meminjamkan Uang

Meminjamkan uang berarti mengharapkan uang tersebut kembali. Kalau harapan tidak terjadi, maka dikecewakan. Kekecewaan terhadap seseorang seringkali diikuti oleh permusuhan. Artikel ini mengajar kita agar semua itu tidak terjadi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr