Tanggung Jawab dalam Perceraian

Tanggung jawab dalam perceraian bukanlah tentang kesalahan perorangan atau tentang berpisahnya Anda berdua. Hal itu adalah tentang memetik pengalaman hidup dan belajar darinya.

1,264 views   |   shares
  • Tanggung Jawab

  • Saya melihat karikatur dua hari yang lalu yang bertuliskan, “Perceraian itu seperti aljabar. Anda melihat pada variabel X dan bertanya tentang nilai Y.”

  • Saat saya bertanya kepada orang-orang yang menjalani perceraian tentang apa yang akan mereka ubah lain kali, jawaban pertama yang biasanya saya dapatkan adalah, “Tidak menikahinya sejak awalnya!” gurauan yang baik. Perceraian merupakan saat-saat yang penuh tekanan dan kesedihan sehingga diperlukan sedikit canda tawa dan juga hal itu baik untuk menenangkan jiwa. Humor mengurangi kecemasan dan stres. Akan tetapi, pada dasarnya pertanyaan tersebut merupakan permintaan serius untuk mendapatkan jawaban yang jujur.

  • Mahatma Gandhi berkata, “Adalah keliru dan tidak bermoral bila seseorang berusaha menghindari konsekuensi tindakannya.”

  • Sering kali kita mendengar istilah tanggung jawab saat menyangkut pihak lainnya dalam perceraian kita. Kita mendengar, “Dia harus bertanggung jawab atas perselingkuhannya,” atau “Dia perlu bertangggung jawab karena dia mabuk-mabukan.” Bagaimana dengan tanggung jawab pribadi Anda sendiri?”

  • Sangatlah mudah untuk menimpakan kesalahan kepada orang lain, dan berkata bahwa semua pertanggungjawaban terletak di pihak mereka. Saya memahami hal itu. Yakinlah, saya memahaminya. Namun kita juga memiliki tanggung jawab tersebut bagi diri kita untuk membalik cerminnya dan mengenali apa saja yang menjadi tanggung jawab pribadi kita masing-masing.

  • Introspeksi

  • Saya telah sering kali mengatakan bahwa jika Anda menjalani perceraian, kalau pun Anda tidak berbuat kesalahan apa-apa (dengan gampangnya dikatakan demikian), Anda masih memiliki tanggung jawab bagi diri Anda untuk menginstrospeksi diri dan bertanya apa yang seharusnya telah Anda ubah. Jika kita tidak menanyakan pertanyaan ini pada diri kita sendiri, bagaimana kita bisa menjadi lebih baik secara individu, bahkan dalam hubungan perorangan lainnya, atau dalam hubungan romantis di masa yang akan datang, pernikahan, atau kemitraan? Apa yang dapat kita pelajari tentang hal yang kita lalui yang akan membuat kita lebih baik sewaktu kita bergerak maju dalam kehidupan?

  • Bagi beberapa orang, introspeksi tersebut akan menghasilkan kesadaran bahwa mereka tidak memberikan prioritas pada pasangan mereka. Hasilnya dapat berupa kesadaran bahwa orang lain telah didahulukan (pekerjaan, anak-anak, orang tua, teman-teman, hobi dengan selalu berharap bahwa pasangan akan menunggu dengan sabar).

  • Advertisement
  • Hasilnya mungkin berupa kesadaran bahwa Anda berhenti membiarkan hal-hal kecil yang menarik saat awal pernikahan Anda tetap menjadi hal kecil, dan malah sebaliknya membiarkan hal itu menjadi persoalan besar yang mengarah pada mata yang membelalak karena amarah, terus-menerus saling menyalahkan, dan pertengkaran.

  • Hasilnya dapat berupa pengertian bahwa Anda semakin lelah menjadi seseorang yang selalu berusaha dan bahwa akhirnya Anda menyerah dan berhenti mengerahkan tenaga dan oksigen yang dibutuhkan dalam pernikahan Anda agar tetap bertahan.

  • Hal itu juga dapat berarti bahwa Anda telah berhenti merawat diri, bahwa Anda berhenti berusaha agar tetap sehat, dan Anda berhenti untuk menjadi terkesan bagi pasangan Anda seperti yang Anda lakukan saat kencan pertama atau awal pernikahan, dan hanya berharap bahwa mereka akan memahaminya.

  • Inventaris

  • Permintaan saya hari ini adalah untuk menantang diri kita masing-masing untuk mempertanyakan tentang tindakan kita sendiri dan mencari tau hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawab kita dan tentang apa kita dapat menganggap diri kita bertanggung jawab. Anda tidak harus membagikan hal ini kepada orang lain; hanya saja pastikan bahwa Anda jujur terhadap diri Anda tentang apa yang mungkin telah Anda lakukan dengan cara yang berbeda atau apa yang Anda yakin perlu diubah di masa yang akan datang.

  • Saya tidak mengatakan bahwa ini mudah. Kenyataannya, hal itu sulit dilakukan khususnya saat Anda merasa bahwa Anda tidak bersalah dalam kasus perceraian Anda. Saya mendengar orang-orang berkata, “Bukan saya yang berdusta. Bukan saya yang menghambur-hamburkan semua uang kami. Bukan saya yang memutuskan untuk tidak menginginkan anak-anak. Bukan saya yang berubah.” Kemudian mereka berkata, “jadi saya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun soal perceraian kami.” Mungkin benar, dan mungkin pula tidak.

  • Kemajuan

  • Saya berpendapat, kita semua dapat belajar satu atau dua hal tentang siapa kita sebenarnya, apa yang membuat kita turut berperan, atau peran apa yang telah kita mainkan sebagai bagian penyebab dari pernikahan yang gagal. Tanggung jawab bukanlah tentang kesalahan perorangan atau tentang berpisahnya Anda berdua. Hal itu adalah tentang memetik pengalaman hidup dan belajar darinya. Jika Anda tidak belajar dari kesalahan Anda, Anda akan terus melakukannya. Membalikkan cermin dan menemukan tanggung jawab pribadi Anda sendiri hanyalah merupakan bagian darinya. Hal itu menjawab siapa atau apa; Anda masih perlu bertanya kepada diri Anda sendiri, “lalu apa, sekarang apa, apa yang akan saya ubah? Apa yang telah saya pelajari tentang diri saya?”

  • Advertisement
  • Pertumbuhan pribadi berasal dari membalikkan cermin tersebut, melihat diri Anda secara mendalam, menerima hal-hal tentang diri Anda secara apa adanya, dan mengubah sesuatu dari pembelajaran itu.

  • Bagaimana menurut Anda? Apa yang mungkin Anda ubah lain kali? Apa yang perlu Anda lakukan dari pihak Anda?

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Accountability” karya Monique Honaman.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Monique is the author of "The High Road Has Less Traffic." She is the founding partner of ISHR Group, Monique is a leader among women, having received many awards. Follow her on FB at www.facebook/highroadlesstraffic and Twitter @highroadthebook.

Tanggung Jawab dalam Perceraian

Tanggung jawab dalam perceraian bukanlah tentang kesalahan perorangan atau tentang berpisahnya Anda berdua. Hal itu adalah tentang memetik pengalaman hidup dan belajar darinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr