Persiapkan Anak Anda untuk Menjadi Seorang Pemimpin Sejati

Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

8,680 views   |   7 shares
  • Jiwa kepemimpinan atau yang dalam bahasa Inggrisnya sering disebut dengan _the spirit of leadership,_adalah sebuah sifat yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia. Tidak semua manusia memiliki sifat ini, namun kemampuan untuk memimpin dapat diajarkan kepada setiap anak sejak anak masih kecil.

  • Asas kepemimpinan adalah bagian dari kemampuan softskill seseorang, pengertian softskill sendiri adalah suatu kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain dan kemampuan dalam mengatur serta mengendalikan dirinya sendiri. Kepemimpinan yang baik dan sejati _good leadership_ dapat terwujud jika seorang pemimpin dengan kekuasaan yang dimilikinya mampu untuk mendorong dan memberi semangat para pengikutnya untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan, juga seorang pemimpin tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada kelompoknya atau orang lain, tapi dia harus bisa mementingkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi.

  • Untuk bisa menjadi pemimpin seseorang tidak melulu harus menduduki posisi tertinggi dalam sebuah organisasi, menjadi pemimpin juga bisa dilakukan di dalam lingkup terkecil seperti di dalam keluarga atau masyarakat. Oleh karena begitu pentingnya asas ini, adalah tanggung jawab para orang tua untuk mengajarkan kepada buah hati mereka tentang nilai-nilai kepemimpinan sedini mungkin. Supaya seorang anak kelak bisa menjadi pemimpin yang baik, maka ada beberapa hal yang perlu diajarkan kepadanya, di antaranya adalah:

  • 1. Optimisme

  • Seorang pemimpin haruslah memiliki rasa optimis atau percaya diri yang tinggi, dia harus mampu melihat jauh ke depan terhadap rencana-rencana yang akan diambilnya bahwa rencana tersebut akan berhasil. Mengajarkan rasa optimis kepada seorang anak dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya adalah dengan: Memberikan pujian dan penghargaan, mengajarkannya nilai-nilai agama, memberikan teladan yang positif, menegur dan memberi solusi, mengikutsertakan dalam lomba-lomba, tidak membanding-bandikannya dengan orang lain, tidak mengejeknya di hadapan orang lain, mendukungnya untuk percaya dengan kemampuan diri sendiri, dan sebagainya.

  • 2. Integritas

  • Pengertian intergritas adalah melakukan sesuatu secara konsekuen sesuai dengan apa yang telah diucapkan. Seseorang yang memiliki integritas yang baik maka dia akan dihormati, dipercaya serta disegani oleh orang lain. Melatih seorang anak agar memiliki integritas bisa dilakukan dengan cara berikut: Mengajarnya untuk selalu menepati janji yang telah dibuatnya, memberinya tanggung jawab untuk membersihkan tempat tidurnya, memberinya contoh melalui teladan-teladan Anda secara konsisten, membiasakannya dengan peraturan-peraturan dan mintalah mereka untuk mentaatinya seperti sikat gigi sebelum tidur, setelah buang air harus segera disiram, tidak pulang larut malam, dan sebagainya.

  • Advertisement
  • 3. Berani menghadapi resiko

  • Latihlah anak-anak Anda untuk berani menghadapi resiko, bantulah mereka untuk berani membuat keputusan-keputusan. Mendidik anak agar berani menghadapi resiko bisa dilakukan dengan cara: Jangan terlalu over protective, dalam diskusi keluarga libatkan dia untuk menyampaikan pendapatnya, mengajarinya untuk berani mencoba hal-hal baru dan jangan memarahinya karena kegagalannya.

  • 4. Ulet

  • Ulet adalah sebuah sikap gigih, tekun, kreatif, rajin, penuh semangat, pantang menyerah dan berpendirian kuat. Ajarkan anak-anak Anda agar ulet dalam segala sesuatu, karena keuletan adalah modal utama seseorang untuk menjadi sukses, seorang pemimpin yang sejati haruslah ulet dan selalu memiliki ide-ide baru dan segar sehingga mampu mencari jalan keluar dari berbagai macam persoalan yang sedang dihadapi. Mengajari anak agar ulet bisa dilakukan dengan cara: Mengajarinya keterampilan-keterampilan, memberinya tanggung jawab untuk mengerjakan sendiri tugas-tugas di dalam rumah tangga, membimbingnya agar belajar dengan tekun, memintanya untuk membantu Anda dalam membersihkan dan mendekorasi rumah, dan sebagainya.

  • 5. Berdedikasi

  • Sebuah pepatah Jawa mengatakan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", yang mana memiliki arti bahwa seorang pemimpin harus bisa "Di depan menjadi teladan, di tengah membangun keselarasan, di belakang memberi dorongan serta arahan". Seorang pemimpin haruslah memiliki dedikasi yang baik terhadap orang-orang yang dipimpinnya, bahwa teladan-teladannya adalah baik sehingga pantas untuk ditiru serta dilaksanakan. Agar seorang anak kelak dapat memiliki dedikasi terhadap sesuatu, maka hal utama yang perlu ditanamakan kepada mereka antara lain meliputi: Kejujuran, kesetiaan, kesabaran, kemurahan hati, kemampuan untuk memandang jauh ke depan, mampu memberikan inspirasi dan kecakapan.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Persiapkan Anak Anda untuk Menjadi Seorang Pemimpin Sejati

Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr