Menuai Hanya yang Kita Tabur

Untuk berhasil dalam segala bidang, disamping memiliki hasrat, visualisasi dan obsesi, kita hanya menuai apa yang kita tabur.

2,460 views   |   1 shares
  • Kalau sebelumnya Anda pernah membaca artikel saya tentang Motivasi, maka Anda pasti memahami maksud pernyataan saya yang mengatakan bahwa yang saya sedang bicarakan dalam artikel tersebut adalah asas keberhasilan atau sukses bukan hanya dalam bidang berolahraga, tetapi juga di dunia kerja, usaha dan lainnya.

  • Ada tiga hal yang saya sebutkan di dalam artikel tersebut: Hasrat, visualisasi, dan obsesi. Sebenarnya apa pun yang Anda capai dan miliki sekarang adalah hasil sesuatu yang Anda pikirkan sebelumnya, kadang-kadang jauh sebelumnya. Dulu waktu saya masih belum memiliki apa-apa dalam hidup ini, saya pernah membayangkan pulang kerja naik mobil yang nyaman, terutama sewaktu mengayuh sepeda menaiki tanjakan di kota Malang. Mimpi tersebut menjadi kenyataan puluhan tahun kemudian.

  • Pertanyaannya adalah bagaimana segala yang kita pikirkan sebelumnya menjadi kenyataan, terutama kalau pikiran tersebut merupakan hasrat dan obsesi kita?

  • Seperti yang saya katakan sebelumnya, kalau kita memiliki hasrat yang menjadi obsesi kita, maka secara tidak langsung tubuh kita, usaha kita, pikiran kita, dan segala langkah kita dan kegiatan kita akan selalu mengarah kepada apa saja yang sedang kita pikirkan tersebut.

  • Disamping itu, dunia memiliki 'hukum' yang mengatur itu, saya sebut saja 'hukum menabur dan menuai'. Kalau ingin menuai kekayaan Anda harus menanam modal. Kita tidak dapat menjadi kaya dengan menangisi kemiskinan kita bukan? Kalau ingin punya reputasi baik, tentu saja menanam kebaikan di masyarakat. Kalau ingin menuai keahlian tentu saja harus melatih diri (sama seperti menabur) dalam keahlian tersebut. Semua 'penaburan' (usaha) tersebut tidaklah mudah dan akan melewati rintangan yang tidak sedikit, itulah sebabnya kecuali kita benar-benar tahu apa yang kita inginkan dan menjadi terobsesi olehnya, maka kita tidak akan memiliki kemampuan melewati semuanya untuk meraih keberhasilan.

  • Kalau kita sedang terobsesi oleh sesuatu yang benar-benar kita inginkan, maka biasanya kita membicarakannya dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja, tidak berhenti-henti, mungkin orang lain merasa bosan mendengarkan kita, tetapi satu hal yang mereka ketahui adalah bahwa kita memiliki pengetahuan tentang hal itu. Di samping itu, kita juga seolah-olah 'memancarkan aura' apa yang menjadi obsesi kita itu, sehingga orang lain melihatnya walaupun kita tidak memberitahu mereka. Misalnya kita ingin menjadi montir mobil, maka mungkin dandanan kita atau penampilan kita, pembicaraan kita dan yang lainnya secara tidak disadari sudah menggambarkannya. Dengan demikian orang lain akan merasa tertarik untuk berbicara kepada Anda tentang tehnik atau masalah mobil, sehingga kesempatan terbuka untuk Anda. Atau Anda terinspirasi untuk melihat peluang yang terbuka dan seterusnya. Jadi sebenarnya Anda hanya menuai apa yang Anda tabur.

  • Advertisement
  • Oleh karena itu, bahayanya adalah bahwa kalau otak kita terisi penuh dengan segala yang negatif, maka itu pun terpancarkan. Orang lain mungkin tidak dapat melihatnya, tetapi mereka dapat merasakannya sewaktu dekat dengan orang-orang yang berpikiran negatif ini. Orang yang terobsesi dengan pikiran negatif juga sama seperti orang yang berpikiran positif. Dia akan membicarakan pikirannya, di mana pun, kapan pun, dan seterusnya, sehingga orang yang mengenalnya bosan mendengarnya, satu hal yang diketahui adalah bahwa orang itu berpikiran negatif. Misalnya seseorang yang memiliki stereotip untuk warna kulit tertentu atau yang sering secara umum kita sebut rasialis, akan membuat reaksi negatif ketika berhubungan dengan orang yang berwarna kulit tidak disukainya. Sikapnya pasti akan terlihat.

  • Seseorang yang memikirkan dirinya tidak akan berhasil, tentu akan gagal. Ingat hukum 'menabur dan menuai'. Bila dia menabur ketidakberhasilan, dia akan menuai kegagalan. Bila dia menaburkan nasib sial akan menimpa dirinya, maka hidupnya akan sengsara.

  • Akhirnya, di samping hasrat, visualisasi, dan obsesi, dunia mengenal hukum 'kita menuai hanya apa yang kita tabur'. Kalau ingin berhasil, taburlah pikiran (atau mimpi) positif. Segala kesengsaraan kita adalah hasil pemikiran kita sendiri, jangan salahkan siapa pun.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Menuai Hanya yang Kita Tabur

Untuk berhasil dalam segala bidang, disamping memiliki hasrat, visualisasi dan obsesi, kita hanya menuai apa yang kita tabur.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr