Motivasi Diri dalam Berolahraga

Percayalah apa pun yang sanggup Anda pikirkan dapat Anda lakukan.

2,950 views   |   0 shares
  • Bila kita pergi ke gym atau lapangan olahraga, seringkali kita melihat ada orang-orang tertentu yang selalu ada di sana dan dengan fokus serta penuh semangat melakukan olahraga mereka. Apa yang menjadi pendorong mereka? Bagaimana caranya Anda pun dapat memiliki motivasi yang sama?

  • Apa yang saya tulis ini sebenarnya dapat digunakan bukan hanya di bidang olahraga atau menjaga kebugaran jasmani kita, tetapi juga untuk keberhasilan dalam bidang lain, seperti pekerjaan, usaha, dan lain-lain. Yang saya bagikan berikut adalah asas keberhasilan atau sukses.

  • Memahami tujuan sejati berolahraga atau menjaga kebugaran mesin berburu kita adalah langkah pertama. Pemahaman tersebut mungkin dapat memicu motivasi Anda untuk beberapa saat, tetapi itu belum segalanya. Karena kita tahu bahwa olahraga terdiri dari dua suku kata, 'olah' dan 'raga'. Itu berarti kita ingin mengolah tubuh (raga) kita menjadi sesuatu yang kemungkinan besar sangat berbeda dengan yang biasa kita lakukan. Misalnya, kalau kita biasa berjalan dengan kecepatan 3 km per jam, maka kita berusaha untuk lari dengan kecepatan 5 atau 10 km per jam. Untuk 'memaksa' tubuh kita yang sudah terlalu lama diam di tempat pasti menimbulkan rasa sakit di sana-sini. Meskipun hal tersebut wajar, tetapi seringkali justru menciutkan semangat kita untuk terus menerus 'menderita' rasa sakit tersebut. Berikut adalah tiga syarat yang harus dimiliki:

  • Hasrat

  • Secara alami kita tentu ingin berhenti atau kembali ke zona aman kita. Tetapi kita tidak ingin kembali ke zona aman, karena kita ingin berhasil. Di sinilah letak seberapa besar hasrat kita untuk tetap melangkah maju. Hasrat itu adalah sesuatu yang benar-benar Anda inginkan bukan sekadar keinginan. Ingatlah setiap orang sanggup melakukan apa saja yang dipikirkannya terlepas dari fakta yang dihadapi. Sebaiknya Anda mulai mempercayai kalimat pendek ini. Ingat juga segala sesuatu yang Anda ingin capai di dunia fana ini selalu dibutuhkan waktu dan ruang. Tujuan Anda menentukan waktu dan ruang tersebut. Sama seperti perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dengan pesawat, secepat apa pun pesawatnya, selalu ada jarak (ruang) yang harus ditempuh dan waktunya, demikian pula dengan olahraga. Pada waktu memulainya, Anda akan melihat kemajuan yang berarti dalam waktu singkat, tetapi tubuh kita segera menyesuaikan diri sehingga untuk pencapaian yang sama dibutuhkan waktu yang lebih lama.

  • Visualisasi

  • Setelah hasrat Anda diketahui, maka langkah selanjutnya adalah visualisasi. Anda harus dapat melihat apa yang Anda lakukan bila Anda menjadi seperti Kobe Bryant misalnya. Atau mesin berburu (alias tubuh) macam apa yang ingin Anda miliki, bukan hanya bentuknya, tetapi juga fungsinya. Saya biasanya akan membaca, melihat gambar, dan gambar hidup (misalnya menjelajahi Youtube) tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan hasrat saya dan membayangkan bila saya sedang melakukannya.

  • Advertisement
  • Terobsesi

  • Karena memikirkannya, membicarakannya, melihatnya terus menerus setiap hari, maka lama kelamaan kita menjadi terobsesi. Kalau Anda sudah terobsesi dengan apa yang ingin Anda capai, maka apa pun akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Inilah motivasi itu. Sebenarnya Anda tidak perlu lagi mendorong-dorong diri Anda atau memaksa diri Anda melakukannya. Tubuh Anda yang sudah terobsesi tersebut akan 'meminta' Anda melakukannya dengan sendirinya. Tidak peduli seberapa besar halangannya, maka Anda akan mencari dan menemukan jalan keluarnya. Misalnya, karena urusan pekerjaan, rumah tangga dan yang lain menghalangi Anda untuk pergi ke gym secara teratur, maka Anda pasti akan membangun 'gym' Anda sendiri di rumah. Kalau uang untuk membeli peralatan tidak cukup, percayalah, orang yang sudah terobsesi pasti akan membuat alat sendiri dengan bahan yang ada atau yang sanggup dibelinya. Saya pernah menyaksikan seorang anak remaja dengan bentuk tubuh yang indah hanya memiliki sepasang dumbbell dan sebuah bangku di rumah. Ada juga orang dewasa yang memiliki bahu kekar hanya melakukan shoulder press di ruang tamunya yang sesak di kampung.

  • Jadi bagaimana? Ketika udara di luar sedang sangat dingin membeku dan saya sedang tidak 'ingin' turun ke garasi yang dingin untuk olahraga, saya membuat visualisasi gerakan apa saja yang akan saya lakukan kalau saya sedang olahraga hari itu. Maka dalam waktu kira-kira 30 menit, saya akan mulai bangun dari duduk atau tiduran dan melangkahkan kaki ke garasi yang dingin membeku dan menyelesaikan olahraga rutin saya selama dua jam tanpa memaksakan diri. Selamat mencoba!

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Motivasi Diri dalam Berolahraga

Percayalah apa pun yang sanggup Anda pikirkan dapat Anda lakukan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr