Menimbun Barang

Apakah Anda seorang penimbun barang yang suka menyimpan segala sesuatu? Jika kebiasaan ini masih terkendali, Anda masih sehat. Tetapi jika Anda menimbun barang-barang itu sampai rumah Anda penuh sesak, Anda mempunyai masalah.

2,730 views   |   13 shares
  • Apakah Anda seorang penimbun barang yang suka menyimpan segala sesuatu, dari kertas kado bekas, mainan sejak kecil, sampai gelas minuman dari restoran cepat layan? Jika kebiasaan ini masih terkendali dalam arti Anda menyimpan semua itu dengan rapi, Anda masih sehat. Tetapi jika Anda menimbun barang-barang itu sampai rumah Anda penuh sesak, Anda mempunyai masalah kejiwaan. Selain terapi apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menyembuhkan kebiasaan buruk ini? Beberapa saran di bawah mungkin dapat Anda pakai untuk itu.

  • Mengenali

  • Untuk sembuh dari suatu penyakit pertama-tama seseorang harus mengenali dan menyadari bahwa dirinya menderita penyakit itu. Kebiasaan menimbun barang termasuk penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder), penyakit di mana penderitanya obses melakukan sesuatu tanpa dapat mencegahnya, seperti orang yang selalu merasa tangannya kotor dan mencucinya setiap kali walau sudah bersih. Saya pernah mempunyai seorang teman kerja yang tinggal di rumah kos. Setiap kali saya menjemputnya kerja saya lihat kamarnya berantakan penuh barang bertumpuk mengelilingi tempat tidurnya. Dia selalu berdalih akan mengirim barang-barang itu untuk saudara atau kerabatnya yang tinggal di kota lain. Tanpa dia sadari dia mempunyai kebiasaan menimbun barang, mungkin belum parah, karena paling tidak tempat tidurnya masih kosong, bisa dipakai tidur. Namun bila tidak segera mengenali kebiasaan buruk ini, dapat dipastikan dia akan menderita OCD. Ada lagi seorang kenalan yang begitu sayangnya kepada kucing dan anjing sehingga di rumahnya yang sempit dia memiliki lebih dari selusin anjing dan kucing. Untuk memelihara hewan-hewan itu dia sendiri rela tidak makan sehingga badannya kurus kering.

  • Mengakui

  • Jarang orang mau mengakui bahwa dirinya memiliki kekurangan. Begitu pula bila seseorang menderita penyakit menimbun barang. Banyak dalih yang dikemukakan untuk menutupi kekurangannya. Seperti kedua orang yang saya sebut di atas, yang satu mengatakan dia perlu mengirim barang-barang itu ke kerabatnya, yang satu lagi berdalih dia penyayang binatang. Tetapi orang-orang di sekitarnya melihat bahwa dia memiliki kebiasaan yang buruk. Masalah akan timbul bila seorang penimbun barang tinggal bersama orang lain karena menikah misalnya. Jika dia tidak mengubah kebiasaannya pasangan hidupnya pasti tidak akan betah tinggal bersama dia. Atau jika mereka kaya mungkin ada sebuah gudang yang bisa dikhususkan untuk menyimpan semua barangnya. Saya pernah membaca berita tentang seorang wanita tua yang hilang dan diperkirakan meninggalkan rumahnya kemudian lupa jalan pulangnya. Ternyata beberapa hari kemudian dia ditemukan meninggal di gudang rumahnya yang letaknya terpisah di halaman belakang. Rupanya dia berniat mengambil sesuatu dari gudang itu, namun karena terlalu penuh barang dia tertimpa sebuah benda berat dan tidak dapat keluar. Berhari-hari dia di situ tanpa disadari oleh suaminya yang malah melapor ke polisi karena mengira dia hilang.

  • Advertisement
  • Mengubah kebiasaan

  • Seseorang menimbun barang karena tidak mau kehilangan barang itu, tetapi kalau yang ditimbunnya barang berharga masih bisa dimengerti, celakanya yang ditimbun biasanya hanyalah sampah. Misalnya saja dia melihat sebuah berita atau iklan di koran dan menganggapnya penting, mungkin akan diperlukan suatu hari nanti, jadi koran itu disimpannya. Besoknya begitu lagi dan seterusnya sampai akhirnya koran-korang itu bertumpuk setinggi gunung. Begitu pula orang yang mengumpulkan kucing, setiap kali melihat kucing terlantar di jalan dia merasa kasihan dan dibawa pulang. Tentu saja kucing-kucing itu beranak pinak dan tidak lama kemudian rumah orang itu menjadi sarang kucing. Kebiasaan inilah yang harus diubah, jalan pikiran orang itu harus diluruskan dengan bantuan orang-orang yang mengasihi dan memperhatikannya. Prioritasnya harus diganti, bila tadinya dia lebih mengutamakan barang-barang atau kucing-kucingnya, bujuklah dia untuk lebih mengurus dirinya, menjaga kesehatannya dan merapikan tempat tinggalnya. Hal ini perlu waktu dan kesabaran, namun tidak bisa ditunda-tunda karena makin lama akan makin parah.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Menimbun Barang

Apakah Anda seorang penimbun barang yang suka menyimpan segala sesuatu? Jika kebiasaan ini masih terkendali, Anda masih sehat. Tetapi jika Anda menimbun barang-barang itu sampai rumah Anda penuh sesak, Anda mempunyai masalah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr