Jangan Terlalu Banyak Memuji

Kita semua tahu bahwa anak-anak perlu dipuji bila mereka melakukan sesuatu yang baik. Pujian memberi mereka dorongan supaya terus berbuat baik. Namun pujian yang berlebihan, yang terlalu sering, dapat membuat pudar tujuannya.

2,838 views   |   3 shares
  • Kita semua tahu bahwa anak-anak perlu dipuji bila mereka melakukan sesuatu yang baik. Pujian memberi mereka dorongan supaya terus berbuat baik. Namun pujian yang berlebihan, yang terlalu sering, dapat membuat pudar tujuannya. Beberapa saran di bawah ini menunjukkan bagaimana cara memuji yang tepat dan pada saat yang semestinya.

  • Beri pujian atas usahanya

  • Tampaknya aneh, tetapi memuji sesuatu yang alami, seperti bakat atletik, ketrampilan musik atau kecerdasan otak, sering menjadi bumerang menurut Carol Dweck, Ph.D., seorang profesor psikologi dan penulis buku Mindset: The New Psychology of Sucess. Risetnya, yang diadakan bersama rekan-rekannya di Universitas Columbia, menunjukkan bahwa anak-anak yang dipuji karena kecerdasannya menjadi terlalu fokus untuk berhasil. Sesudah salah menjawab beberapa pertanyaan dalam tes IQ, mereka berkurang kegigihannya dan makin jeblok ketika mengerjakan tes berikutnya yang lebih gampang. Menurut profesor Dweck, "Jika Anda memuji anak-anak karena kecerdasannya, mereka akan obses dengan kesuksesan." "Mereka takut dengan tantangan, karena mereka menyamakan kegagalan dengan kebodohan." Tetapi bila Anda menyadari dan memuji usaha mereka, dampaknya akan sebaliknya, mereka terdorong untuk berusaha lebih keras, meraih sasaran yang lebih tinggi dan menikmati keberhasilannya.

  • Rincikan secara tepat

  • Pikirkan sejenak, tujuan utama memuji ialah memberi dorongan kepada anak-anak untuk selalu berbuat dengan cara yang mendatangkan hasil positif. "Jika Anda tidak merinci tentang apa dan bagaimana mereka telah melakukan sesuatu yang baik, sulit bagi mereka untuk mengulangi perilaku mereka," kata pakar psikologi Richard Weissbourd, penulis The Parents We Mean to Be. Penelitian menunjukkan betapa pentingnya untuk tidak memuji secara umum. Anda hendaknya menyatakan secara tepat tindakan mereka, bukan perasaan Anda sendiri, misalnya "Kamu sudah berlatih mati-matian untuk pertandingan bola di sekolah," atau "Ayah lihat kamu begitu fokus dalam permainan catur tadi." Sebutkan hal-hal yang dapat dikendalikan atau dapat diperbaiki untuk meraih cita-cita mereka, antara lain disiplin, kegigihan, kebaikan, kemurahan hati dan rasa hormat.

  • Ketulusan

  • Remaja khususnya dapat membedakan apakah pujian Anda tulus atau hanya sekedar cacap-cuap. Misalnya Anda berkata, "Sayang, kau baik sekali kepada nenek hari ini." Anak Anda akan merasa dia sedang dimanipulasi atau digurui. Sebaiknya katakanlah sambil lalu bahwa Anda melihat dia membantu nenek berjalan keluar kamar dan tanyakan pendapatnya tentang kesehatan nenek.

  • Advertisement
  • Pujian atas prestasi

  • Jangan memuji anak Anda karena melakukan tugas yang mudah seperti membuang sampah atau melipat baju. Pujian ini terlalu berlebihan, melaksanakan kewajiban adalah bagian dari kehidupan keluarga. Dampaknya juga bisa merusak, remaja Anda mungkin berpikir Anda tidak sadar bahwa tugas itu begitu sederhana. Atau anak Anda akan merasa Anda menganggap dirinya rapuh sehingga perlu dipuji untuk melakukan tugas rumah tangga. Simpanlah pujian Anda untuk usaha yang benar-benar patut dipuji.

  • Diam itu emas

  • Kadang-kadang strategi yang paling efektif adalah menahan pujian. Anak-anak tahu bila mereka membuat pilihan yang bijak. Dan perasaan puas yang mereka dapat adalah upah tersendiri bagi usaha mereka. Dengan mempercayai anak-anak untuk menyadari bahwa mereka bertindak benar, kita membentuk siklus di mana mereka tidak bergantung kepada orang lain untuk merasa puas terhadap prestasi mereka. Ketika mereka duduk di perguruan tinggi dan jauh dari Anda, Anda tidaklah mungkin memuji setiap kali mereka bertindak benar. Saya pernah berpikir apakah anak-anak saya mampu berbuat seperti anak-anak lain dalam cerita Natal yang mengharukan di mana mereka menyumbangkan hadiahnya untuk anak-anak lain yang kurang beruntung. Suatu kali di hari Natal anak saya memutuskan untuk menyumbangkan rambutnya yang panjang bagi anak-anak yang menderita kanker. Selain rambutnya dia juga menyumbangkan uang hadiah Natalnya. Saya tidak merasa perlu memberikan pujian terhadap perbuatan amalnya. Dia tahu apa yang diperbuatnya adalah benar dan dia tahu kami, sebagai orang tuanya, bangga atas kebaikan hatinya. Semua itu merupakan upah tersendiri yang memberinya perasaan puas dan senang karena mampu membagi sedikit "harta" yang dimilikinya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Jangan Terlalu Banyak Memuji

Kita semua tahu bahwa anak-anak perlu dipuji bila mereka melakukan sesuatu yang baik. Pujian memberi mereka dorongan supaya terus berbuat baik. Namun pujian yang berlebihan, yang terlalu sering, dapat membuat pudar tujuannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr