Budaya Dukun

Anda mungkin mengira hanya orang-orang kurang pendidikan yang mengenal budaya "mbah dukun". Namun tidak hanya orang-orang lugu yang percaya kepada semua ini, banyak orang modern yang masih mempercayai hokus pokus.

927 views   |   0 shares
  • Anda mungkin mengira hanya orang-orang kurang pendidikan yang mengenal budaya "mbah dukun" untuk menyembuhkan orang sakit, memberi "susuk" supaya tampak cantik, memberi jimat supaya dagangan laris dan banyak macam ragam lainnya. Namun tidak hanya orang-orang yang lugu yang percaya kepada semua ini, banyak orang berpangkat, orang-orang modern yang masih mempercayai hokus pokus. Dan ini tidak cuma berlaku di negara kita, tetapi ada di seluruh dunia, tidak peduli bangsa dan budaya apa pun.

  • Di negara kita

  • Tidak jarang kita mendengar cerita tentang orang "sakti," tidak hanya di desa-desa tetapi juga di kota besar. Kebetulan ibu saya (yang berpendidikan Belanda dan ber IQ 140) semasa hidupnya gemar meminta nasihat dari orang "sakti." Umumnya tentang usaha bisnisnya tetapi pernah juga tentang jodoh anaknya. Penasihat-penasihat beliau bermacam-ragam, ada yang menggunakan kartu tarot untuk melihat nasib, ada yang kesurupan roh orang lain dan berbicara seperti orang mengigau, ada yang membaca dari tulisan tangan, ada yang melihat dari raut wajah dan ada yang hanya bermodal air kembang. Tentu saja walau mereka mengaku menggunakan "kesaktiannya" hanya untuk menolong orang, mereka tetap membutuhkan biaya hidup, jadi kalau pembayarannya (yang diminta secara "sukarela" saja) di bawah standar, ada yang "menolong" secara ogah-ogahan.

  • Sulit dipercaya

  • Kata orang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, tetapi dari pengalaman saya mengikuti beliau mengunjungi mbah dukun di gunung dan lembah, saya terdidik menjadi orang yang paling skeptis. Pernah secara diam-diam, tanpa berkata kami akan ke mana, ibu saya mengajak saya ke suatu tempat. Ternyata beliau ingin menanyakan tentang jodoh saya karena umur saya dianggap sudah cukup larut namun belum juga berumah tangga. Sebagai anak yang baik, saya cuma mendengarkan perkataan orang "sakti" itu yang menuduh saya diguna-guna oleh atasan saya sehingga saya tidak juga bertemu jodoh dan jarang pulang ke kota asal. Wah, sungguh ngawur ramalan ini dan orang itu bahkan berani bertaruh potong telinga kalau dia salah. Untung saja saya bukan seperti kakak saya yang tega membuat orang malu, saya hanya menjawab bahwa kami orang gereja yang tidak suka bermain guna-guna. Ibu saya sadar bahwa orang "sakti" itu hanyalah orang yang mencari uang dengan memanfaatkan kelemahan orang lain.

  • Di negara lain

  • Di negara barat orang percaya bahwa tukang sihir dapat meramu jampi-jampi untuk merugikan orang lain, karena itu tukang sihir terkenal jahat dalam dongeng anak-anak. Di abad pertengahan banyak orang yang dituduh tukang sihir dan mati dibakar. Di abad modern mereka tidak lagi disebut tukang sihir tetapi peramal. Anda dapat mengunjungi tukang ramal yang memakai bola kaca untuk melihat nasib Anda. Dan di dunia yang padat dengan kecanggihan alat teknologi ini Anda dapat meminta untuk diramal melalui ponsel atau komputer. Bila Anda ke restoran Cina Anda juga dapat membaca nasib Anda dari fortune cookie alias kue keberuntungan yang dibagikan sesudah Anda bersantap. Seseorang yang sangat mujur pernah memenangkan lotere ratusan juta dolar karena memakai nomor-nomor yang tertera di kertas fortune cookie-nya.

  • Advertisement
  • Contoh terkenal

  • Seorang dukun yang tercatat dalam sejarah dunia, Rasputin, menjadi penasihat andalan Tsar Rusia karena salah satu anak Tsar ini mengidap penyakit yang mengakibatkan darahnya tidak mudah berhenti bila terluka. Ada lagi orang yang menyatakan dirinya medium karena mampu menjadi perantara bagi orang yang ingin berbicara dengan arwah. Di tengah-tengah suku Indian di Amerika atau suku-suku lain di Afrika selalu ada dukun yang mampu menyembuhkan orang sakit atau meramalkan sesuatu bagi sukunya.

  • Dari zaman dulu sampai sekarang, di negara mana pun orang percaya kepada orang-orang yang mengaku memiliki kelebihan di bidang klenik. Anda boleh percaya, boleh tidak. Asal Anda tahu saja bahwa nasib ada di tangan Anda sendiri. Bila Anda berbuat baik, Anda akan memetik kebaikan, sebaliknya jika Anda berbuat jahat, pintu penjara akan terbuka bagi Anda. Anda tidak memerlukan dukun untuk meramal nasib Anda. Jauh lebih baik bila Anda percaya bahwa ada kuasa lebih besar yang dapat memperbaiki nasib Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Budaya Dukun

Anda mungkin mengira hanya orang-orang kurang pendidikan yang mengenal budaya "mbah dukun". Namun tidak hanya orang-orang lugu yang percaya kepada semua ini, banyak orang modern yang masih mempercayai hokus pokus.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr