Bebaskan Anak Anda untuk Berekspresi agar Bisa Menggali Potensinya

Mendidik anak Anda supaya percaya diri sejak kecil akan membentuk pribadi mereka jauh dari kesan pemalu dan minder.

2,342 views   |   1 shares
  • Di dalam kehidupan yang semakin penuh dengan persaingan saat ini, keberhasilan seseorang dalam kehidupannya tidak lepas dari peran serta kepedulian orang tua dalam membantu anak-anak mereka menggali potensinya. Membantu anak-anak seharusnya tidak baru dilakukan ketika anak beranjak remaja, tetapi sebaiknya dilakukan ketika mereka masih kanak-kanak.

  • Ada banyak cara yang para orang tua dapat lakukan untuk membantu anak-anak mereka supaya memahami potensinya Salah satunya adalah dengan membebaskan anak Anda untuk berekspresi. Membebaskan anak untuk berekspresi bukan berarti membiarkan mereka bertindak sesuka hati, namun lebih mengizinkan mereka untuk bertindak atas inisiatif diri sendiri tanpa campur tangan orang tua secara berlebihan. Oleh karena itu, agar anak-anak bisa mengekspresikan diri, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka:

  • 1. Membantu anak menemukan kegiatan yang bisa membuat mereka merasa senang

  • Membantu anak menemukan kegiatan yang bisa membuat mereka merasa senang bertujuan untuk mengasah keahlian mereka akan sesuatu misalnya melukis. Ketika Anda melihat anak Anda memiliki minat khusus terhadap seni lukis biarkanlah mereka melakukannya dengan leluasa, bebaskan mereka mengekspresikan diri ke dalam lukisannya. Tentu saja tidak hanya harus dalam seni lukis saja, mungkin anak Anda ada yang memiliki minat pada bidang lain seperti olahraga, elektronik, musik, menyanyi, bela diri, dan sebagainya. Pujilah mereka sewaktu mereka bisa melakukannya dengan baik atau bahkan beri mereka hadiah jika mereka bisa sampai berprestasi dengan kegiatan yang mereka senangi tersebut.

  • 2. Memberi kebebasan untuk berpendapat

  • Ciptakanlah iklim demoksrasi yang baik di dalam keluarga Anda. Sebagai orang tua jangan sampai anak-anak menganggap segan bahkan takut untuk berbicara atau menyampaikan pendapat kepada orang tuanya. Orang tua dan anak seharusnya bisa menjadi teman baik bagi satu sama lain, tidak ada batasan, sehingga anak-anak bisa mengekspresikan perasaannya dengan leluasa kepada orang tuanya. Cara ini bukan bertujuan untuk mengajarkan seorang anak agar tidak hormat kepada orang tuanya, tetapi bertujuan agar anak memiliki kebebasan serta keberanian untuk mengutarakan ide, gagasan, minat, atau keluhan mereka kepada orang tuanya.

  • 3. Mengajarinya untuk percaya diri

  • Di televisi akhir-akhir ini sering muncul anak-anak kecil usia sekitar 5 tahun yang dengan percaya diri maju ke panggung dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari orang dewasa tanpa ditemani oleh orang tua mereka. Mereka dengan leluasa dan penuh dengan keberanian mengekspresikan diri melalui puisi, tarian, nyanyian, menjadi peraga busana, dan sebagainya. Mendidik anak Anda supaya percaya diri sejak kecil akan membentuk pribadi mereka jauh dari kesan pemalu dan minder.

  • Advertisement
  • 4. Membantu mereka meraih cita-cita yang sesuai dengan kegemarannya ketika sudah besar nanti

  • Seiring waktu bertambahnya usia anak, cita-cita yang ingin sekali mereka capai bisa berubah-ubah, Anda tidak perlu menanggapi hal tersebut secara berlebihan. Namun, ketika mereka telah bertambah besar bantulah mereka agar bisa menyadari potensi yang dimilikinya terhadap suatu bidang. Jangan menjadi otoriter dan memaksakan keinginan Anda kepada mereka, dengan demikian anak akan bisa dengan leluasa mengerahkan seluruh tenaganya untuk meraih profesi yang sesuai dengan bakat serta minat yang digemarinya.

  • 5. Mengikutsertakannya dalam kegiatan di luar keluarga dan sekolah

  • Agar semakin bisa mengkspresikan diri seorang anak hendaknya diajak untuk berani tampil dan bergaul dengan orang lain di luar lingkup keluarga dan sekolah. Semakin sering anak berinteraksi sosial dengan orang-orang baru, maka kepercayaan diri anak akan semain tumbuh dengan baik. Jadi, ketika anak-anak Anda sering bergaul dengan orang lain, sebaiknya jangan dilarang, hilangkan rasa khawatir Anda yang berlebihan, orang tua juga perlu memiliki rasa percaya diri terhadap anak-anaknya. Janganlah takut anak Anda akan terpengaruh oleh orang lain, asalkan di dalam keluarga anak-anak telah Anda ajarkan dengan penuh kasih berbagai norma, maka yakinlah anak-anak Anda akan memegang teguh ajaran Anda, sehingga dia tidak akan mudah terpengaruh oleh orang lain.

  • 6. Membuat larangan atau aturan harus jelas dan masuk akal

  • Hanya karena mereka masih kanak-kanak bukan berarti orang tua berhak bertindak sewenang-wenang terhadap mereka. Larangan dan peraturan yang akan Anda buat haruslah jelas dan masuk akal, demi kebaikannya seorang anak berhak mendapatkan penjelasan serta informasi yang sesungguhnya kenapa hal ini atau itu tidak boleh mereka lakukan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Bebaskan Anak Anda untuk Berekspresi agar Bisa Menggali Potensinya

Mendidik anak Anda supaya percaya diri sejak kecil akan membentuk pribadi mereka jauh dari kesan pemalu dan minder.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr