Dari Mana Datangnya Cinta?

Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Begitulah pameo yang kita dengar dari nenek-nenek kita. Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali.

14,152 views   |   4 shares
  • Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Begitulah pameo yang kita dengar dari nenek-nenek kita. Apa hubungan lintah dengan cinta? Yah, dalam hal ini pengarangnya mungkin memilih lintah cuma supaya kalimatnya bersajak. Atau mungkin karena lintah mengisap darah, begitu pun cinta membuat jantung berdegup lebih kencang sehingga mengalirkan darah lebih cepat. Atau bisa juga seperti lintah cinta mengisap darah penderitanya karena kantongnya terkuras habis. Tapi yang menjadi pertanyaan di sini bagaimana orang jatuh cinta, dari mana asal mulanya, apa penyebabnya?

  • Mata

  • Dari sajak di atas disebutkan matalah biang keladi yang membuat orang jatuh cinta. Ini suatu yang umum. Seorang gadis melihat pria tampan, matanya berkilat mengirim sinyal ke otak, dari otak dikirim perintah ke jantung yang langsung berdebar-debar. Dalam sebuah film kartun, The Boy with A Cuckoo-Clock Heart, dilukiskan dengan indah bagaimana seorang anak lelaki lahir dengan jantung yang beku, diganti dengan jam kecil yang berbunyi "kukuk" setiap kali dan ada burung kecil keluar dari dalamnya. Sesudah dewasa dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang gadis penyanyi jalanan walaupun dokternya sudah berpesan setiap hari supaya dia tidak jatuh cinta karena jam kecilnya tidak akan sanggup mengatasi gejolak perasaannya. Namun dia tidak mempedulikan semua halangan ini dan mencari gadis impiannya sampai ke ujung dunia. Sesudah mengatasi banyak rintangan mereka bertemu kembali hanya untuk dipersatukan oleh maut.

  • Perut

  • Orang-orang tua berkata cinta datangnya dari perut. Kalau si gadis pintar masak, si pemuda akan merindukan untuk menikmati masakannya seumur hidup. Itu pemikiran yang tradisional. Di zaman sekarang lebih banyak pria yang menjadi koki restoran atau istilah kerennya chef. Penulis sendiri tidak pernah masak karena suami lebih suka masakannya sendiri.

  • Orang tua

  • Sejak zaman dulu, bahkan sampai sekarang di beberapa bagian dunia, orang tua mengatur perjodohan anak-anaknya. Orang Jawa mengenal istilah tiga B, singkatan dari bobot, bibit, bebet. Dalam mencari menantu orang tua akan meneliti ketiga B ini. Bobot maksudnya keadaan jasmani dan rohani, diharapkan cantik luar dalam. Bibit adalah susunan genetik yang diwarisi dari orang tua si calon menantu. Kalau orang tuanya sehat mental dan jasmani, tentunya si anak juga begitu. Ini masuk akal karena menyangkut keturunan mereka di masa depan. Sedangkan bebet adalah status sosial keluarga calon menantu. Bukan hanya masalah materi, tetapi jika keluarganya orang baik-baik, rajin bekerja, tentunya anaknya juga mengikuti suri teladan orang tuanya. Di India orang masih mengenal mahar, keluarga wanita harus memberikan sejumlah barang atau uang kepada calon pengantin pria. Semakin tinggi status si pria, semakin mahal mahar yang harus dibayar.

  • Advertisement
  • Perburuan

  • Cara ini tidak hanya dipakai oleh manusia di zaman batu, namun juga di zaman modern ini. Bila seseorang tertarik kepada seorang lain yang tampaknya kurang menanggapi perasaannya, dia akan melakukan perburuan. Mula-mula dia akan mencari tahu lebih banyak tentang orang itu, mungkin berusaha berkenalan melalui teman atau dengan meminta nomor teleponnya. Sesudah itu dia akan memberikan sesuatu yang menunjukkan perhatiannya. Entah dia akan mengajak nonton atau makan siang supaya bisa mengenal lebih dekat. Bila wanita yang tertarik kepada pria dia mungkin akan memberi kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan misalnya dengan membawakan makanan kesukaan si pria ke tempatnya bekerja. Orang yang menjadi sasaran panah dewa asmara ini akan mempertimbangkan apakah dia mau menanggapi perasaan itu. Kadang-kadang dari kurang suka atau kurang peduli menjadi tertarik karena merasa tersanjung.

  • Internet

  • Di era globalisasi, di mana komputer memegang peranan penting dalam segala hal, peran internet untuk mempertemukan jodoh tidak bisa diabaikan. Betapa banyak situs yang menjanjikan pasangan cocok, entah dengan menyesuaikan hobi dan minat, atau dengan memasang foto para pencari jodoh. Tidak ada salahnya dan mendatangkan sukses bagi banyak orang yang kesepian, bahkan antar budaya, asalkan berhati-hati, jangan sampai tertipu. Sebaiknya pilih situs yang bisa diandalkan misalnya dari kepercayaan yang sama. Jangan tergesa-gesa menandatangani kontrak perkawinan, bertemulah lebih dulu beberapa kali sebelum memutuskan langkah penting dalam kehidupan ini.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Dari Mana Datangnya Cinta?

Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Begitulah pameo yang kita dengar dari nenek-nenek kita. Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr