Menjaga Mulut

Anda merasa sangat marah dan tanpa dapat dicegah melontarkan kata-kata yang kemudian sangat Anda sesali. Kita pasti pernah mengalami hal seperti ini, namun penyesalan tidak ada artinya, perkataan yang sudah dikeluarkan tidak dapat ditarik kembali.

4,624 views   |   4 shares
  • Anda merasa sangat marah dan tanpa dapat dicegah melontarkan kata-kata yang kemudian sangat Anda sesali. Kebanyakan dari kita pasti pernah mengalami hal seperti ini, namun penyesalan tidak ada artinya, perkataan yang sudah dikeluarkan tidak dapat dicabut kembali. Orang yang mendengarnya sudah tersinggung perasaannya, bahkan sakit hati mungkin. Apa yang harus kita lakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Ada beberapa saran di bawah yang dapat membantu Anda:

  • Kepala dingin

  • Tentu saja inilah yang nomor satu harus Anda pertahankan dalam keadaan apa pun. Kalau Anda gampang marah berarti Anda mempunyai persoalan, Anda perlu belajar mengendalikan emosi Anda. Kepala dingin sangat berguna dalam hal apa saja, entah waktu menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran di rumah, atau waktu pasangan Anda marah-marah kepada Anda tanpa sebab atau ketika atasan Anda mencaci maki Anda karena kesalahan orang lain dan Anda merasa ingin mencekiknya. Biasanya berpikir secara logis dan berusaha memahami orang lain sangat membantu dalam mempertahankan kepala dingin. Misalnya bila pasangan Anda marah-marah tanpa sebab, tanyakan apakah ada sesuatu yang dapat Anda lakukan untuknya. Mungkin istri Anda sedang datang bulan sehingga hormon tubuhnya memicu dia untuk mengomel. Anda dapat mengurut pinggangnya untuk mengurangi pegal-pegal. Atau suami Anda bersungut-sungut sepulang dari kantor padahal makanan lezat sudah tersedia di meja, tanyakan apakah ada masalah di tempat kerja tadi.

  • Sumpah serapah

  • Dalam keadaan apa pun jangan sekali-kali menggunakan sumpah serapah. Bagi sementara orang hal ini merupakan jalan keluar untuk mengeluarkan kemarahan yang berkobar di dadanya, namun ini juga menunjukkan martabat seseorang.

  • Tarik napas dan menghitung

  • Bila suatu ketika Anda marah kepada anak Anda atau anggota keluarga yang lain dan merasa tidak dapat mengendalikan emosi Anda serta ingin mengucapkan kata-kata yang pedas. Tariklah napas dalam-dalam dan mulailah menghitung sampai sepuluh. Kalau perlu berjalanlah pergi menjauhi orang itu, Anda dapat masuk ke kamar, keluar ke beranda atau kebun.

  • Jangan membisu

  • Menjaga mulut bukan cuma berarti mengerem perkataan buruk yang akan keluar, tetapi juga menjaga supaya mulut Anda tidak terkunci. Sewaktu Anda marah dan berjalan pergi untuk menghindari keributan lebih panjang, sesudah tenang kembalilah dan berbicaralah baik-baik, jangan keterusan membisu. Saya paling tidak suka perlakuan seperti ini. Ketika masih kecil bila saya berbuat salah dan kakak saya tidak mau berbicara, saya buru-buru pergi ke toko es krim di sebelah rumah untuk menyuap kakak saya agar mau berbaik kembali dan berbicara dengan saya. Sayangnya saya sendiri pernah mendiamkan adik saya yang suka usil mengganggu saya. Saya mogok berbicara supaya dia tidak lagi usil tetapi tanpa terasa kami tidak berbicara selama setahun padahal kami tinggal di satu rumah. Walau sesudah dewasa kami memiliki hubungan yang erat saya tetap menyesal memperlakukan dia seperti itu. Padahal seharusnya saya paham bahwa dia usil karena bosan, maklum waktu itu belum ada video game atau smartphone.

  • Advertisement
  • Minta maaf

  • Bila Anda terlanjur mengeluarkan kata-kata yang pedas, segeralah minta maaf dengan penuh penyesalan. Lakukan sesuatu yang dapat menebus kesalahan Anda. Tetapi janganlah melakukan ini berulang kali sehingga permintaan maaf Anda terasa kurang tulus. Tindak kekerasan tidak saja dilakukan dengan pukulan atau gamparan tetapi juga dengan perkataan yang melukai perasaan. Ada pasangan yang secara tidak sadar terperangkap dalam siklus ini, hatinya belum puas bila belum melihat pasangannya menangis sedih akibat caci makinya. Setiap kali si suami atau istri akan marah-marah berteriak tanpa kendali melontarkan perkataan yang tidak pantas dan tidak berhenti sebelum pasangannya menangis atau dia sendiri yang tidak lama kemudian menangis minta maaf dan berjanji hal ini tidak akan berulang lagi. Diperlukan bantuan ahli jiwa atau penasihat kerohanian untuk keluar dari siklus ini.

  • Humor

  • Orang yang marah mungkin akan bertambah marah bila kita bercanda karena merasa dirinya tidak dianggap serius. Suami saya malah berbuat sebaliknya, dalam keadaan marah dia tetap memakai kata-kata yang membuat pendengarnya tertawa diam-diam. Bila Anda memiliki rasa humor Anda akan melihat segala sesuatunya dari segi positif bahkan lucu. Terapkanlah humor Anda pada saat yang tepat dan dengan contoh yang Anda berikan untuk tidak cepat marah, keluarga Anda akan mengikuti teladan yang baik ini.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Menjaga Mulut

Anda merasa sangat marah dan tanpa dapat dicegah melontarkan kata-kata yang kemudian sangat Anda sesali. Kita pasti pernah mengalami hal seperti ini, namun penyesalan tidak ada artinya, perkataan yang sudah dikeluarkan tidak dapat ditarik kembali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr