Mempersiapkan Karier Anak Kita

Bagaimana kita dapat menolong anak-anak kita siap menjadi “seseorang” bila saatnya tiba?

2,390 views   |   shares
  • Tradisi atau adat orang Jawa zaman dahulu, apakah masih dijalankan hingga sekarang atau telah punah, adalah bahwa pada saat seorang bayi sudah pandai merangkak maka orang tuanya akan mempersiapkan beraneka ragam benda kecil, seperti peralatan masak memasak (untuk anak perempuan), peralatan jahit menjahit, peralatan makan seperti sendok garpu, benang jarum, tongkat pemukul bola, palu, pensil, mobil mainan, atau semacamnya. Semua ini diletakkan dalam sebuah lingkaran kecil dan bayi itu akan diletakkan di tengah-tengahnya. Kepercayaannya adalah apabila bayi ini mengambil salah satu benda yang diletakkan di dalam lingkaran tersebut maka kalau besar nanti dia akan menjadi seseorang dengan karier yang ada hubungannya dengan benda yang diambilnya. Apabila dia mengambil jarum maka kelak akan menjadi penjahit, kalau mengambil pensil maka dia akan menjadi guru, penulis atau semacamnya dan seterusnya.

  • Kemajuan teknologi dan banyaknya ragam mata pelajaran yang dipilih seorang dapat menimbulkan banyaknya lowongan pekerjaan, akibatnya semakin menimbulkan kebingungan ke manakah anak-anak kita akan menemukan karier mereka. Pada saat yang sama, dari zaman dahulu hingga sekarang kebanyakan anak-anak kita yang menjelang dewasa ketika ditanya, "Ingin menjadi apakah kamu kelak?" Jawabannya hampir sama yaitu, "Tidak tahu." Kadang kadang sampai sudah bekerja pun mereka masih merasa bahwa pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang tepat.

  • Bagaimanakah kita dapat menolong anak-anak kita untuk siap menjadi "seseorang" bila saatnya tiba? Sebaiknya kapan kita membantu menggali bakat anak-anak kita? Sebagai orang tua seyogyanya sewaktu mengikuti perkembangan anak- anak kita, sedikit banyak memahami apa kira-kira bakat mereka. Biasanya satu, dua bakat muncul dan nampak menonjol, karenanya sewaktu memahami hal tersebut, kita perlu membantu mereka memupuk bakat-bakat tersebut. Beberapa hal berikut perlu dilakukan orang tua:

  • Dorongan

  • Membiarkan anak-anak kita tetap menggambar (bila suka menggambar), bila perlu, mencari tenaga ahli dalam bidangnya, mencari buku-buku yang dibutuhkan dan yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, serta memberikan waktu, kasih dan pujian-pujian yang masuk akal dan tulus.

  • Sikap positif

  • terhadap hasil karya mereka. Kalimat semacam, "Hebat nak, nampaknya kamu sudah pandai mengikat tali sepatu!" atau, "Kamu pasti sanggup karena ayah lihat kamu latihan setiap hari." Sikap positif yang diberikan dengan tulus mendatangkan keinginan keras untuk terus menerus belajar meskipun mungkin tidak sesempurna seperti yang kita harapkan namun saatnya akan tiba anak kita akan belajar menjadi sempurna dalam pelatihan dan pembelajarannya.

  • Advertisement
  • Spesifik atau memiliki ciri khas

  • Semakin anak-anak kita beranjak dewasa semakin mereka memiliki wawasan yang luas sehingga seringkali mereka ragu dengan pilihan yang mereka ambil. Salah seorang putera saya sejak kecil sudah suka sekali membaca buku dan sangat rinci apabila diminta untuk menceritakan kembali buku yang dibacanya. Saat itu buku tidak banyak tersedia, namun saya usahakan untuk mendapatkan buku yang pantas dibaca khususnya mengenai kehidupan orang-orang besar di dunia. Saya pikir dia akan menjadi ahli hukum suatu hari kelak melihat cara dia membaca buku dan membahasnya sedemikian rinci. Namun karena kurangnya pengalaman saya dan kurangnya dorongan ke arah sana, alih-alih dia menjadi seorang akuntan. Setelah tidak puas bekerja sebagai akuntan selama beberapa tahun, dia memutuskan untuk berhenti dan kuliah kembali mengambil jurusan hukum. Akhirnya dia puas dengan pekerjaannya sekarang sebagai pejabat yang membidangi hukum.

  • Mengenal diri

  • Seandainya orang tua belum menemukan bakat atau hal yang paling disenangi anaknya, maka adalah tugas orang tua untuk mencari tahu lebih lanjut. Misalnya, memberinya kertas dan pinsil berwarna untuk menggambar, mengajak dia nonton bola, mengajarnya memperbaiki sesuatu yang rusak dan sebagainya. Kita perlihatkan dengan seksama bagaimana sikap dan tindakannya dalam menghadapi semua itu.

  • Sewaktu anak-anak kita menginjak dunia "kerja" mereka perlu memahami bahwa menyenangi pekerjaan merupakan bagian paling penting dalam bekerja. Tidak masalah berapa kali mereka pindah pekerjaan karena tidak suka dengan pekerjaan itu atau lama tinggal dalam satu pekerjaan. Di zaman sekarang pindah-pindah pekerjaan tidak lagi tabu. Mereka yang pindah-pindah pekerjaan tidak lagi dicurigai karena sering dipecat atau karena malas. Yang penting adalah "apakah saya menikmati pekerjaan saya?"

  • Putera saya yang lain pindah pekerjaan beberapa kali, pernah terjadi dalam satu bulan dia pindah pekerjaan dua kali. Saya menjadi kaget, khawatir, dan agak tidak nyaman sehingga hampir setiap bulan saya menelepon dia hanya untuk menenangkan ketidaknyamanan saya. Sewaktu saya bertanya mengapa dia suka pindah-pindah pekerjaan, dia menjawab bahwa dia mencari pekerjaan yang tepat. Setelah pindah sebanyak 8 atau 9 kali, dia menemukan pekerjaan yang tepat. Sewaktu saya bertanya apakah dia akan pindah pekerjaan lagi, dengan tertawa dia mengatakan "Mungkin." Lanjutnya, "manusia perlu banyak belajar supaya maju".

  • Ya, belajar terus menerus! Seperti yang dikatakan putera saya ini, manusia, anak-anak kita, perlu belajar terus menerus meskipun mereka sudah mapan dan menikmati pekerjaan mereka. Belajar sesuatu akan membantu mereka lebih siap pakai dalam pasar kerja dunia.

  • Advertisement
  • Belajar sesuatu yang berbeda menolong mereka melihat wawasan yang lebih luas. Oleh karena itu, apabila mereka belum menemukan karier yang tepat, jangan berhenti mencari. Tidak selalu dibutuhkan banyak uang untuk belajar sesuatu. Anda bisa meminjam buku atau menggunakan komputer di tempat persewaan dan lainnya.

  • Saya mengajak Anda untuk tidak menentukan dan/atau mengubah masa depan anak kita. Apa yang mereka inginkan bukanlah apa yang kita inginkan. Masa depan anak kita adalah milik dan hak istimewa mereka. Ingatlah membantu anak kita menemukan karier yang tepat akan mendatangkan kebahagiaan mereka maupun kita sebagai orang tua.

Bantu kami menyebarkan

Mary Kadarusman is a homemaker and a tutor. Mother of four and thirteen grandchildren. Contact me at: marykadarusman@gmail.com

Mempersiapkan Karier Anak Kita

Bagaimana kita dapat menolong anak-anak kita siap menjadi “seseorang” bila saatnya tiba?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr