Mengelola Keuangan Keluarga Terencana

Sehat jasmani dan rohani ketika kita disiplin menjalankan kemandirian disertai pengetahuan menggunakan bahan-bahan yang bisa diperbarui dan dapat digunakan kembali.

17,544 views   |   20 shares
  • "Uang, uang ke manakah kamu mengalirnya, belum habis bulan dompetku sudah kempes... oh uangku cepat benar habis engkau terpakai..." Keluhan semacam ini sudah bukan hal aneh bagi kebanyakan orang. Seberapa banyak pun uangnya tidak akan pernah cukup, namun seberapa saja yang kita miliki apabila digunakan dengan tepat dan bijak maka cukup untuk menjalani kehidupan kita, paling tidak mengurangi beban hutang kita atau bahkan tidak berhutang sama sekali.

  • Pengelolaan keuangan bisa berhasil apabila kita membuatnya sesuai dengan penghasilan kita. Ada dua macam hal yang perlu kita ketahui, pertama: uang atau penghasilan Anda ditambah penghasilan pasangan Anda, termasuk pekerjaan sampingan bila ada, dan kedua: cara menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di rumah tangga kita.

  • Pengelolaan keuangan bisa berhasil apabila:

  • Memiliki komitment kuat

  • Halangan apa pun di depan kita, kecuali sangat darurat (misalnya, ada yang meninggal dunia, masuk rumah sakit), tidak akan menghalangi Anda untuk tetap mematuhi ketetapan yang sudah Anda tentukan, baik masih bujangan atau menikah. Istilah "tidak ada garis abu-abu" atau "hitam dan putih jelas bedanya" akan menolong kita bertahan terhadap prinsip ini. Kalau Anda sudah berjanji tidak menggunakan kipas angin di sepanjang hari kecuali malam hari, maka tepatilah.

  • Berdarah dingin

  • Artinya berpikirlah sebelum mengambil keputusan, bila perlu sehari semalam. Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah saya harus meminjamkan uang saya kepada teman saya?", "Perlukah saya membeli mobill" Anda baik atau murah hati tidak ditentukan oleh seberapa besar yang Anda sanggup berikan atau belanjakan namun lebih kepada sanggup mematuhi asasnya dan menjalankan prinsip yang Anda tentukan, namun pada saat yang sama perlu adanya keluwesan. Contoh:Teman saya pegawai berpenghasilan kecil sedang membutuhkan bantuan karena suaminya baru saja di phk. Salah seorang anak mereka masuk sekolah luar biasa dengan biaya yang cukup mahal. Karenanya dia membutuhkan uang untuk membayar uang sekolahnya. Dia datang kepada saya, karena saya sudah mengambil keputusan untuk tidak meminjam atau meminjamkan uang maka saya mencari cara lain menolong teman saya ini. Saya pergi ke badan amal di sekolah di mana saya bekerja dan membicarakan permasalahannya. Mereka setuju untuk menolong putra teman saya ini untuk membayar uang sekolahnya.

  • Kebutuhan vs Keinginan

  • Semakin besar penghasilan seseorang semakin sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Semakin laparnya seseorang semakin lebar matanya untuk membeli yang ada di depan mata. Semakin kurang pengendalian diri semakin mudah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Misalnya Anda akan berbelanja bulanan, makanlah sebelum pergi berbelanja supaya saat Anda melihat jajanan yang menarik yang tidak ada di daftar belanjaan Anda, Anda tidak membelinya. Iri hati seringkali mengalahkan pikiran terang kita, misalnya semestinya tidak perlu membeli baju yang sedang tren namun karena teman memakainya maka saya harus pula memilikinya. Lalu apakah baju yang lagi tren perlu dibeli? Di lain pihak kemudahan menggesek kartu kridit menjadi alasan tepat untuk membenarkan keputusan Anda sehingga kalahlah pikiran terang. Anda tertarik dengan adanya promosi panci listrik dengan segala kemudahannya, karena Anda berpikir pekerjaan Anda akan jauh lebih ringan dan cepat dengan adanya panci listrik dan kemudahan kartu kredit yang Anda miliki maka tanpa berpikir panjang Anda menggeseknya. Pertanyaannya apakah Anda benar-benar membutuhkan panci tersebut atau apakah panci itu bakal berguna, maka Anda membelinya.

  • Advertisement
  • Tahu kemampuan

  • Memahami siapakah diri dan seberapa besar penghasilan tetap kita adalah penting untuk menganggarkan belanja. Peribahasa yang berbunyi,"Besar pasak daripada tiang" mungkin perlu diterapkan dengan kewaspadaan tinggi. Khususnya bagi Anda yang memiliki pekerjaan sampingan. Pekerjaan sampingan ini adalah pekerjaan yang kemungkinan besar penghasilannya tidak tetap. Biasanya Anda sudah tahu kira-kira kapan Anda sibuk kapan sepi dan estimasikan setiap tahunnya dan kurangilah 10-20% dari estimasi Anda untuk berjaga-jaga apabila estimasi Anda jauh dari yang Anda perkirakan, kemudian bagilah 12 dan jumlah itulah penghasilan tambahan bulanan Anda. Berbelanja melebihi kesanggupan Anda mengakibatkan hutang semakin menumpuk sehingga saatnya akan tiba Anda kehilangan mawas diri, harga diri, dan keluarga (bisa terjadinya perceraian).

  • Percaya Diri

  • Kalau orang beragama akan mengatakan "iman". Percayalah bahwa Anda sanggup, menjalankan sistem yang sudah Anda dan pasangan Anda tentukan. Hati dan pikiran terang akan terbuka dan menolong Anda mengatasi kekurangan penghasilan Anda. Akan ada banyak inspirasi yang timbul karena Anda percaya bahwa Anda sanggup menjalankannya. Memiliki pengetahuan kesehatan, menjahit, memotong rambut, memperbaiki peralatan dan mekanik meskipun sedikit akan memperkuat percaya diri Anda.

  • Jangan berhutang

  • Hutang bukanlah penghasilan, oleh karena itu hutang harus dibayar kembali. Ini harus menjadi pegangan Anda. Hutang terjadi karena berbagai macam alasan. Apa pun alasannya sekali Anda sudah berhutang maka akan terulang kedua kali, tiga kali dan seterusnya dan ini akan menjadi kebiasaan Anda. Sebelum berhutang, bertanyalah, "mengapa berhutang, mampukah (lihat penghasilan Anda) saya membayar kembali, berapa lamakah dibutuhkan untuk melunasi, bisakah saya tunda lain waktu?" dan sebagainya. Ini akan menolong kita mencegah hutang terjadi. Semakin susah kita membayar hutang kita, semakin besar lubang hutang yang kita buat. Anjuran saya, usahakanlah sekeras mungkin untuk tidak berhutang. Contohnya, hutang seperti kredit rumah bisa dibenarkan, karena tanpa rumah uang Anda akan habis hanya untuk membayar sewa rumah. Hutang seperti membeli panci kedua tidak bisa dibenarkan, karena tanpa panci kedua Anda masih bisa masak.

  • Penghasilan Tetap plus Penghasilan Tambahan, bila ada.

  • Coba simak tabel percontohan di bawah ini:

  • 40% Kebutuhan Rumah Tangga

  • Belanja

  • Rekening air, listrik, telepon, internet

  • Advertisement
  • Pemeliharaan rumah

  • Uang sekolah dan buku

  • Kesehatan (dokter, obat)

  • 33% Kredit Rumah

  • Cicilan Rumah

  • Cicilan Mobil

  • 10% Transportasi

  • Bensin

  • Pemeliharaan Mobil

  • Parkir dan/atau Tol

  • Angkutan umum

  • 10% Hutang

  • Kartu Kredit

  • Hutang Pribadi

  • 5% Tabungan

  • 7% Lainnya

  • Liburan

  • Pakaian/sepatu

  • Makan di luar

  • Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, oleh sebab itu Anda bisa membuat tabel sendiri disesuaikan dengan kebutuhan Anda, namun pada dasarnya hampir mirip seperti contoh di atas yaitu sebanyak 33% penghasilan kita dibayarkan ke kredit rumah dan sebagian untuk mobil, bila perlu. Tentunya apabila Anda sudah memiliki rumah sendiri maka persentase untuk kredit rumah bisa diperkecil dan Anda bisa menggunakan untuk kebutuhan penting lainnya. Umumnya 40% untuk kebutuhan rumah tangga Anda dan sisanya dapat Anda bagi sesuai dengan bagian manakah yang membutuhkan lebih banyak. Satu hal sudah pasti, tabel ini dapat membantu Anda mengatur anggaran belanja Anda. Melihat tabel ini tentu menimbulkan pendapat positif dan negatif. Anda mungkin berpikir "Mana mungkin!" Seperti yang saya katakan, Andalah yang tahu seberapa banyak penghasilan Anda, Andalah yang mengaturnya dan menentukan berapa persen yang Anda butuhkan untuk transportasi, misalnya: apabila Anda merasa bahwa 10% kurang untuk transportasi mungkin Anda perlu mengurangi persentase dari bidang-bidang yang Anda rasa tidak atau kurang membutuhkan dan menambahkan persentase ke bidang transportasi dan seterusnya.

  • Menggunakan Bahan-bahan yang ada

  • Cara-cara seperti ini:

    • sebelum menanak nasi: ambil beras satu sendok, setiap kali menanak setiap hari. Kalau Anda menanak nasi dua kali maka Anda memiliki dua sendok beras tabungan hari itu dari beras yang akan Anda tanak. Jangan lupa setiap bulan atau kapan saja Anda membeli beras, maka beras atau apa saja yang Anda tabung yang membutuhkan perputaran, maka gantilah dengan yang baru dan gunakan yang Anda tabung.

    • sebelum menggoreng, Anda juga dapat mengambil satu sendok minyak bersih dan simpan tersendiri dan lakukan juga perputaran, setelah dapat menabung satu botol minyak.

    • memberikan pakaian yang sudah kekecilan kepada adiknya (dengan jenis kelamin yang sama tentunya).

    • matikan listrik di pagi hari sampai sebelum gelap.

    • pakaian Anda sendiri bila sudah bosan dipakai, karena keseringan memakainya, atau tidak cukup dan bahannya masih bagus, Anda dapat permak menjadi satu baju atau rok bawah anak Anda.

    • menanam di pot (kalau tidak memiliki lahan lebih) tanaman semacam bawang daun, cabai, tomat, dan sebagainya yang mudah ditanam. Anda bisa menggunakan cangkir bekas yang sudah retak, mangkok plastik dan sejenisnya. Apa saja yang Anda perkirakan bisa dimanfaatkan.

    • membuat penganan atau camilan kecil sendiri.

  • Advertisement
  • Mengelola keuangan memang membutuhkan keahlian tersendiri dan terus belajar mencari bagian manakah yang bisa dikurangi atau ditambah sehingga sempurna seperti yang Anda harapkan. Bukalah mata dan wawasan Anda terhadap segi pandang orang lain. Janganlah kecil hati apabila tidak berhasil hari ini dan ulangilah lagi hari esok dengan pemikiran yang baru.

Bantu kami menyebarkan

Mary Kadarusman is a homemaker and a tutor. Mother of four and thirteen grandchildren. Contact me at: marykadarusman@gmail.com

Mengelola Keuangan Keluarga Terencana

Sehat jasmani dan rohani ketika kita disiplin menjalankan kemandirian disertai pengetahuan menggunakan bahan-bahan yang bisa diperbarui dan dapat digunakan kembali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr