Perhiasan dan Fungsinya

Di negeri kita banyak orang menganggap memakai perhiasan sebagai lambang status kedudukan. Apa saja tujuan lain dari perhiasan?

6,945 views   |   7 shares
  • "Aduh, Bu, jangan memakai perhiasan sebanyak itu, seperti toko emas berjalan saja, nanti bikin iri tetangga sekompleks!" keluh seorang suami yang melihat istrinya berdandan untuk pergi arisan. "Yah, Bapak, ini kan buat menjaga gengsimu juga, berarti kamu itu mampu dan berkedudukan bagus." sahut istrinya sambil tetap memantas-mantas kalung berliannya yang segede jengkol. "Lho, aku kan cuma pegawai negeri, nanti malah dicap korupsi duit negara, padahal itu kalung warisan nenekmu," kata suaminya meringis sembari garuk-garuk kepala yang tidak gatal. "Peduli setan perkataan orang, yang penting kamu tidak berbuat itu," komentar istrinya melenggang pergi. Di negeri kita banyak orang menganggap memakai perhiasan sebagai lambang status kedudukan. Apa saja tujuan lain dari perhiasan?

  • Menabung

  • Sebuah slogan di salah satu toko emas yang pernah saya lihat di Blok M mengatakan membeli emas adalah berdandan sambil menabung. Ada benarnya juga kalau dilihat nilai rupiah yang suka anjlok gara-gara devaluasi, lebih baik membeli emas, harganya tidak pernah turun drastis. Walau sesudah berbentuk perhiasan harga emas tentu saja lebih mahal daripada yang berbentuk kepingan karena upah membuatnya, tetap saja bila Anda sedang memerlukan uang Anda dapat menjualnya kembali.

  • Bergaya

  • Tentu saja tujuan utama memakai perhiasan adalah bergaya, baik perhiasan yang dari emas asli atau yang palsu. Siapa yang tidak ingin dibilang kaya atau berkedudukan, karena itu perhiasan dari emas murni penting untuk menunjukkan status. Mungkin karena alasan inilah, kuatir disangka pamer, saya cuma membeli tetapi tidak suka memakai perhiasan sampai-sampai ketika kami pindah ke AS para tetangga memberi saya kalung emas sebagai kenang-kenangan.

  • Status perkawinan

  • Salah satu fungsi perhiasan, dalam hal ini cincin, ialah memberitahu khalayak ramai status perkawinan pemakainya. Pria memberi wanita cincin ketika melamar, cincin itu menandakan keseriusannya untuk menjalin ikatan hubungan mereka. Namun banyak pria yang tidak memakai cincin kawinnya dengan alasan dia tidak suka memakai perhiasan. Atau ada juga yang berkata mereka tidak suka didefinisikan melalui status perkawinannya. Kenyataannya mungkin mereka ingin mengelabui gadis-gadis supaya dikira masih lajang. Cincin kawin lebih bermanfaat bagi kaum wanita karena bersifat melindungi pemakainya dari gangguan pria. Cincin di jari manis kiri berarti jangan diusik, sudah ada yang punya.

  • Status kedudukan

  • Raja dan ratu memakai mahkota bukan untuk sebagai perhiasan belaka tetapi untuk menunjukkan status kedudukan mereka. Begitu pun ratu kecantikan diberi mahkota untuk menunjukkan statusnya sebagai pemenang, sebagai ratu. Mahkota tidak selalu harus dari emas dan berlian, kepala suku Indian memakai hiasan kepala dari bulu-bulu burung untuk menunjukkan statusnya. Paus memakai hiasan kepala dari kain dan cincin di jarinya yang menandakan dia kepala tertinggi dari gereja Katolik.

  • Advertisement
  • Perhiasan bagi pria

  • Pada zaman ini tidak hanya kaum wanita yang menggemari perhiasan namun kaum pria juga gemar memakainya. Penyanyi rap atau hip hop memakai kalung dari rantai emas yang cukup besar untuk mengikat sauh kapal. Banyak orang percaya bahwa pria yang memakai anting-anting di telinga kanannya ingin menunjukkan bahwa dia menyukai sesama jenis. Namun sebagian dari mereka mempunyai alasan lain. Pria Tiongkok di zaman dulu memakai anting di telinga kirinya untuk menandakan bahwa mereka pernah mengalami bahaya dalam hidupnya, untuk mencegah hal itu terulang mereka memakai anting-anting di telinga kiri. Sebetulnya sebelum kaum wanita memakai anting-anting, kaum pria sudah lebih dulu memakainya. Shakespeare, Rembrandt, Raja James II, memakai anting-anting. Orang Yunani dan Romawi kuno meniru para pedagang dari Persia dan India yang memakai anting-anting. Juga orang Afrika dan para bajak laut memakai anting-anting sejak dulu.

  • Selera

  • Orang Asia lebih suka memakai perhiasan dari emas karena alasan ekonomi. Emas yang dijual juga lebih disukai yang 22 karat. Sebaliknya orang-orang di negara Barat seperti AS lebih menyukai perak, mungkin karena warna emas dianggap terlalu norak. Kalau pun ada perhiasan emas yang dijual rata-rata 18 karat, walau ada juga yang 24 karat seperti karya perancang Gurhan, perhiasan-perhiasan emasnya dipalu dengan tangan karena emas murni lebih lembek. Pada saat ini emas juga tampil dalam beberapa warna, selain kuning ada emas putih, emas merah muda (rose gold) dan emas hitam.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Perhiasan dan Fungsinya

Di negeri kita banyak orang menganggap memakai perhiasan sebagai lambang status kedudukan. Apa saja tujuan lain dari perhiasan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr