Mengajar Remaja Berkata "Tidak"

Sebagai orangtua kita sering mengajarkan kepada anak-anak kita bahaya penyalahgunaan obat dan minuman keras. Namun apakah mereka tahu cara menolak bila suatu ketika mereka dihadapkan dengan tekanan teman sebaya yang membujuk mereka untuk mencobanya.

3,248 views   |   1 shares
  • Sebagai orang tua kita sering mengajarkan kepada anak-anak kita bahaya penyalahgunaan obat dan minuman keras. Mereka mengetahui banyak tentang hal itu, dari ajaran kita, dari guru-guru mereka di sekolah, dari artikel yang mereka baca dan banyak tempat lainnya. Namun apakah mereka tahu cara untuk menolak bila suatu ketika mereka dihadapkan dengan tekanan teman-teman sebaya yang membujuk mereka untuk mencobanya? Kita dapat memakai cara-cara di bawah ini untuk mengajar mereka menolak bujukan semacam itu.

  • Naluri

  • Sebagai manusia kita mempunyai naluri untuk menyenangkan orang lain. Kita sendiri sering menemukan diri kita dalam keadaan serba salah ketika seseorang minta tolong. Kita tidak dapat menolak permintaan itu padahal kita tahu kita tidak mempunyai waktu untuk melakukannya. Seringkali lebih mudah untuk menyetujui permintaan itu daripada menolaknya, karena dengan demikian kita tidak perlu memberi penjelasan atau alasan mengapa kita tidak dapat menyetujuinya. Juga kita menghindari perasaan canggung, kurang enak yang timbul dari penolakan terhadap permintaan itu. Demikian pun remaja kita, ketika temannya menawarkan bir, dia malu dianggap kanak-kanak, dia tidak mempunyai alasan untuk menolak.

  • Ajarkan untuk menolak

  • Ketika anak-anak kita masih kecil, kita mengajar mereka berbicara, misalnya mengucapkan terima kasih setiap kali seseorang berbuat baik kepada mereka atau memberi mereka sesuatu. Juga apa yang harus mereka katakan bila bertemu seorang keluarga atau teman yang baru sekali itu bertemu. Begitu pula sesudah dewasa kita harus mengajar mereka menanggapi situasi kurang enak yang dapat membahayakan diri mereka. Apa yang harus mereka katakan untuk menolak permintaan teman mereka yang kurang bijaksana. Marilah kita merekayasa percakapan seperti itu:

  • Ajakan: "Hai Rina, hari ini panas sekali, yuk ikut kita minum bir di sana."

  • Jawaban: "Enggak, ah, aku alergi sama bir, badanku gatal-gatal tiap kali minum."

  • Ajakan: "Har, ini ada ganja, mau coba?

  • Jawaban: "Mamaku hidungnya tajam, dia bisa mencium bau ganja di bajuku dari jarak seratus meter, nanti aku kena hukuman."

  • Atau: "Sori, aku tidak biasa merokok."

  • Ajakan: "Bob, pil ekstasi ini akan membuat kau bahagia."

  • Jawaban: "Tanpa pil aku juga bisa bahagia."

  • Ajakan: "Nan, ada pesta di rumah si Tomi ntar malam, ortunya lagi di luar kota, pasti seru deh, gua jemput ya?"

  • Jawaban: "Thanks, gua kan mesti antar mama gua ke mall sore nanti."

  • Advertisement
  • Mainkan peran

  • Adakan kegiatan di rumah untuk memainkan peran dengan menggunakan percakapan-percakapan di atas. Lebih mudah untuk menolak bila mereka siap dengan jawaban yang masuk akal. Beri mereka pengertian bahwa betapa pun mereka ingin menyenangkan hati teman-teman, mereka harus memikirkan kepentingan diri mereka lebih dulu. Bila apa yang mereka kerjakan akan menyusahkan diri mereka di kemudian hari, lebih baik menolak tawaran yang kurang bijak itu sekarang juga.

  • Keteguhan hati

  • Selain memberikan jawaban yang tegas, anak-anak juga harus diajar untuk memiliki pendirian. Jangan mudah menyerah kepada bujukan teman, betapa gigihnya pun bujukan itu. Sekali tidak, tetap tidak, sehingga teman-temannya akan mundur teratur dan menyadari bahwa mereka tidak akan berhasil membujuk anak Anda dengan cara apa pun.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mengajar Remaja Berkata "Tidak"

Sebagai orangtua kita sering mengajarkan kepada anak-anak kita bahaya penyalahgunaan obat dan minuman keras. Namun apakah mereka tahu cara menolak bila suatu ketika mereka dihadapkan dengan tekanan teman sebaya yang membujuk mereka untuk mencobanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr