4 Cara Membantu Anak Anda Mengatasi Rasa Takutnya

Janganlah kalah oleh rasa takut Anda, lawanlah itu.

4,614 views   |   1 shares
  • Sebagai manusia rasa takut adalah suatu hal yang wajar dialami, namun rasa takut tersebut akan menjadi tidak wajar bila seseorang menjadi paranoid terhadapnya. Sebut saja namanya Shinta seorang rekan kerja yang setiap hari harus bekerja pada shift malam. Entah apa yang dirasakannya, hal-hal sepele seperti pergi ke kamar mandi, pergi ke dapur, pergi ke ruang arsip, dan sebagainya yang bagi kebanyakan orang adalah kegiatan biasa dan tidak menakutkan tapi bagi dirinya tidak, kegiatan tersebut adalah hal yang sangat menakutkan dan dia tidak berani melakukannya seorang diri. Alhasil karena rasa takutnya yang berlebihan tersebut seringkali merepotkan rekan-rekan kerjanya karena terpaksa harus menemaninya.

  • Menurut para ahli, rasa takut adalah reaksi emosional terhadap bahaya yang disertai dengan munculnya tanda-tanda khas seperti jantung berdebar, cemas, wajah pucat, berkeringat dan berubahnya suhu tubuh. Penjelasan lain menyebutkan bahwa, rasa takut adalah persepsi yang diciptakan oleh pikiran. Rasa takut yang dialami rekan kerja kami adalah rasa takut yang diciptakan oleh pikirannya, rasa takut yang tidak berdasar, rasa takut yang dirasakan oleh Shinta tidaklah nyata dan hanya merupakan ilusi yang diciptakannya sendiri.

  • Mengapa seseorang bisa menjadi begitu penakut, penjelasaannya bisa bermacam-macam. Latar belakang seseorang perlu diselidiki, bagaimana pola asuh yang diperolehnya selama ini dan bagaimana keadaan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kenyataannya yang terjadi di dalam masyarakat, seseorang yang penakut ternyata tidak lepas dari pola asuh yang salah dari orang tua, pengaruh dari media dan teman.

  • Seorang yang penakut dapat mempengaruhi kehidupan sehari-harinya. Tentu saja setiap orang boleh merasa takut tapi bila rasa takut Anda sudah kelewatan, maka Anda perlu untuk mencari tahu apa yang salah dengan diri Anda. Janganlah kalah oleh rasa takut Anda, lawanlah itu. Memang akan sangat sulit bagi sebagian orang yang telah mewarisi "gen" penakut untuk menghilangkannya, namun itu tidak mustahil untuk dihilangkan. Alangkan baiknya bagi setiap orang tua yang saat ini memiliki anak-anak yang masih kecil, menanamkan pada buah hati Anda keberanian. Seorang anak kecil haruslah dididik untuk berani dalam setiap hal, bukan berani untuk melawan orang tua, berani dalam setiap hal dimaksudkan bahwa seorang anak haruslah merasa percaya diri untuk melakukan suatu kegiatan seorang diri.

  • Setiap orang tua pastilah berharap bahwa buah hatinya akan tumbuh menjadi seorang yang pemberani, dan untuk mewujudkan hal tersebut, berikut ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk mengajarkannya pada mereka:

  • Advertisement
  • 1. Jangan menakut-nakuti

  • Kebiasaan orang tua menakut-nakuti buah hatinya bila hendak melakukan suatu kesalahan dengan memberitahunya sebuah kisah yang menyeramkan. Hendaknya tidak pernah Anda lakukan. Menceritakan kisah hantu, raksasa, binatang buas, dan sebagainya akan membuat seorang anak membayangkan bahwa hal tersebut adalah nyata, memang si anak akan berhenti dari kebiasaan atau dari melakukan suatu perbuatan yang salah, tetapi apakah Anda pernah memikirkan risikonya, bahwa hal-hal yang Anda ceritakan tersebut akan terekam dengan kuat dalam pikiran alam bawah sadarnya, menyebabkan anak Anda menjadi penakut. Sebaiknya orang tua menceritakan dengan sejujur-jujurnya apa risiko yang akan dialami bila anak Anda melakukan suatu kesalahan, dengan begitu informasi yang didapat oleh anak Anda bisa diterima oleh nalarnya.

  • 2. Mendampinginya ketika menonton TV

  • Adakalanya media elektronik seperti TV tidak menayangkan program-program yang mendidik untuk anak-anak kecil. Program-program tv yang sedang ditayangkan seperti peperangan, adegan pembunuhan serta horor, hendaknya belum pantas dikonsumsi oleh anak-anak kecil. Karena tidak adanya batasan dari tayangan tersebut, maka Anda para orang tua sekalian haruslah bertugas menjadi filter bagi anak-anak Anda. Anda para orang tua pasti paham mana saja tayangan-tayangan yang sesuai untuk usia anak Anda. Jika terpaksa, maka dampingilah anak-anak Anda ketika menyaksikan acara tersebut, berilah penjelasan bahwa cerita-cerita dalam tayangan tersebut tidaklah nyata dan itu hanya sebuah adegan yang dibuat-buat agar menyerupai aslinya.

  • 3. Memberinya kamar tidur sendiri

  • Ketika anak Anda telah tumbuh semakin besar, sebaiknya sudah tidak diizinkan lagi untuk tidur bersama orang tuanya. Berikanlah kamar tidur sendiri untuk anak Anda, cara ini bertujuan untuk melatih keberaniannya dan agar dia juga memiliki privasi.

  • 4. Komunikasi yang baik

  • Komunikasi yang baik adalah jawaban terampuh, karena dengan komunikasi yang terjalin dengan baik antara orang tua dan anak-anaknya akan mendidik seorang anak untuk menjadi percaya diri, kritis dan mampu berpikir secara sehat. Jalinlah komunikasi yang baik dengan anak-anak Anda, jawablah segala pertanyaannya dan bantulah mereka mengatasi kekhawatirannya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

4 Cara Membantu Anak Anda Mengatasi Rasa Takutnya

Janganlah kalah oleh rasa takut Anda, lawanlah itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr