Jauhkan Anak Anda dari Tindak Kejahatan Seksual

Pasalnya, para pelaku kejahatan seksual pada anak-anak bisa tidak terdeteksi oleh masyarakat, karena mereka bergaul dan bersosialisasi layaknya orang normal pada umumnya.

6,247 views   |   shares
  • Kejahatan seksual dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja, baik tua maupun muda, laki-laki ataupun perempuan. Khususnya pada anak-anak, kejahatan seksual umumnya dilakukan oleh para remaja atau orang dewasa yang mengidap suatu kelainan seks yang biasa disebut dengan pedofilia.

  • Menyikapi pemberitaan media masa menyangkut pelecehan seksual yang dialami oleh salah seorang siswa taman kanak-kanak pada sebuah sekolah internasional yang belum lama ini ramai diperbincangkan, sesungguhnya hal tersebut hanyalah fenomena gunung es. Hingga detik ini, anak-anak masih menjadi kelompok yang paling rentan mendapatkan kekerasan seksual. Tidak hanya di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi mereka, tapi juga di sekolah dan masyarakat lingkungan sekitarnya. Para pelakunya pun beragam mulai dari orang terdekat hingga orang asing yang tak dikenal.

  • Ada begitu banyak kasus pelecehan atau kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak yang tidak terpublikasikan. Pasalnya, para pelaku kejahatan seksual pada anak-anak bisa tidak terdeteksi oleh masyarakat, karena mereka bergaul dan bersosialisasi layaknya orang normal pada umumnya. Sebagai orang tua yang peduli, sebenarnya ada banyak cara yang orang tua bisa lakukan untuk melindungi buah hati mereka agar tidak menjadi mangsa para pelaku kejahatan seksual tersebut. Tentukan dengan bijaksana bagaimana yang sesuai untuk diterapkan pada anak-anak Anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita ajarkan kepada mereka:

  • 1. Memperkenalkan fungsi organ kelaminnya

  • Sedapat mungkin ceritakan kepada anak Anda dengan sebenarnya fungsi dan kegunaan organ kelaminnya. Biasakan menyebut dengan nama sebenarnya, penis untuk alat kelamin laki-laki dan vagina untuk alat kelamin wanita. Jelaskan bahwa daerah-daerah tersebut sangat privasi dan tidak boleh seorang pun diperkenankan untuk melihat apalagi menyentuhnya. Beri mereka pemahaman bahwa hanya orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu saja diperbolehkan untuk melihat dan menyentuhnya, seperti dokter atau pengasuh yang akan memandikannya.

  • 2. Bedakan jenis sentuhan

  • Seorang pakar anak menyarankan, hendaknya orang tua mengajarkan kepada anak-anak mereka mengenai jenis-jenis sentuhan. Bedakan jenis-jenis sentuhan menjadi 3 hal, yaitu: 1. Sentuhan baik dan boleh, yaitu sentuhan dari orang lain menggunakan tangan yang dilakukan di bagian tubuh di atas bahu dan di bawah lutut, yang merupakan bentuk sentuhan karena kasih sayang, seperti membelai kepala dan mencubit pipi. 2. Sentuhan harus waspada, karena membingungkan untuk menilainya sebagai bermaksud sayang atau napsu, yang merupakan sentuhan di bawah bahu hingga atas lutut tubuh anak. 3. Sentuhan jelek dan terlarang, yaitu orang lain yang menyentuh bagian tubuh yang tertutupi pakaian, termasuk di area kelamin. Bila ada yang melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak dan berkata tegas, atau misalnya dengan berteriak.

  • Advertisement
  • 3. Berhati-hati dan waspada terhadap orang yang tak dikenal

  • Ajarkan kepada anak Anda untuk selalu waspada terhadap orang yang tak dia kenal, ketika dia berada seorang diri atau jauh dari pantauan orang tua atau sanak saudara. Beri pemahaman kepada mereka untuk tidak mudah percaya kepada seseorang yang tak dia kenal yang mengiming-iming sesuatu berupa permen, coklat, uang dan lain-lain. Beri tahu mereka bahwa itu adalah salah satu cara yang dilakukan orang jahat untuk melakukan kejahatan padanya.

  • 4. Memisah tempat tidur

  • Pisahlah tempat tidur anak Anda jika Anda memiliki anak-anak dengan jenis kelamin yang berbeda. Kecenderungan anak yang selalu ingin tahu dapat menjadi malapetaka jika sampai terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh saudara kandungnya.

  • 5. Jangan memandikan bersama dengan saudara yang berbeda jenis kelamin

  • Kebiasaan orang tua mandi secara bersamaan semacam ini perlu dihindari. Sebaiknya ayah hanya mandi bersama dengan anak laki-lakinya dan ibu dengan anak perempuannya.

  • Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, menilai kualitas komunikasi yang baik antara anak dan orang tua dapat membuat anak menjadi terbuka dalam mengungkapkan sesuatu. Keterbukaan yang dimiliki oleh orang tua dan anak mampu menjembatani hubungan saling percaya, sewaktu hubungan saling percaya telah terbentuk, maka mudah bagi orang tua mengajarkan sesuatu kepada kepada para buah hatinya. Lindungilah selalu anak-anak Anda, jangan biarkan masa depan mereka hancur, jangan biarkan mereka menjadi korban-korban para pelaku kejahatan seksual berikutnya.

Bantu kami menyebarkan

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Jauhkan Anak Anda dari Tindak Kejahatan Seksual

Pasalnya, para pelaku kejahatan seksual pada anak-anak bisa tidak terdeteksi oleh masyarakat, karena mereka bergaul dan bersosialisasi layaknya orang normal pada umumnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr