Seakan-akan Itu Hari Terakhirnya

Bila kita kehilangan seseorang yang kita cintai, kita sering merasa menyesal mengapa kita tidak berbuat lebih banyak semasa kita masih bersamanya. Namun sebagai manusia kita sering kurang menghargai saat-saat kita berada di dekatnya.

5,318 views   |   2 shares
  • Bila kita kehilangan seseorang yang kita cintai, kita sering merasa menyesal mengapa kita tidak berbuat lebih banyak semasa kita masih bersamanya. Namun sebagai manusia kita sering kurang menghargai saat-saat kita berada di dekatnya. Kita menganggap hal itu sudah semestinya dan kadang-kadang merasa jengkel atau kesal karena tingkah lakunya. Bagaimana kita dapat selalu ingat untuk menghargai saat-saat bersama itu? Anggaplah bahwa hari itu adalah hari terakhir yang dapat kita nikmati bersama orang yang kita kasihi.

  • Penyakit

  • Rekan kerja saya kadang-kadang menceritakan kejengkelannya terhadap suaminya. Namun belakangan ini dia berubah sama sekali. Suaminya menderita kanker yang sudah menjalar ke mana-mana, dokter memvonis usianya tinggal lima bulan paling lama. Saya mengagumi ketabahan teman kerja saya itu. Dia berkata bahwa setidak-tidaknya suaminya mempunyai waktu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya, kerabatnya, teman-temannya dan memulihkan hubungan dengan anak lelakinya. Mereka pergi mengunjungi tempat-tempat yang penuh kenangan dan melakukan hal-hal yang masih dapat dilakukan suaminya. Katanya, "Setidak-tidaknya kami masih dapat berbuat semua itu, tidak seperti orang yang meninggal karena kecelakaan, yang pergi secara mendadak dan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang dikasihinya." Mereka menikmati hari-hari terakhir dengan penuh kasih.

  • Deportasi

  • Seorang ibu yang akan kehilangan suaminya karena urusan imigrasi merekam hari-hari terakhir mereka bersama. Mereka telah menikah sepuluh tahun dan tiba-tiba mereka harus berpisah hanya karena suatu kejadian kecil. Ke mana pun mereka pergi, bahkan ketika membawa anjing mereka keluar berjalan-jalan, ibu ini menyalakan video di ponselnya. Dia berkata bahwa sesudah suaminya tidak di sampingnya lagi, ia akan menonton video rekaman itu untuk mengenang manisnya hari-hari yang mereka lalui berdua. Mereka menganggap keramat kesempatan terakhir bersama sebelum suaminya dideportasi ke negerinya.

  • Kecelakaan

  • Seorang ibu yang anaknya meninggal semasa masih kecil berkata, "Alangkah inginnya aku memeluk lagi buah hatiku itu, mendengar gelak tawa dan tangisnya, serta suara kanak-kanaknya yang lucu. Aku tak akan membiarkannya lepas dari dekapanku." Si ayah sendiri menyesali, "Kalau aku tahu hari itu hari terakhirnya, aku tak akan membiarkan dia melepaskan pelukannya tadi pagi, aku akan tinggal di rumah dan bermain bersamanya." Kalau saja mereka tahu.

  • Advertisement
  • Hal-hal di atas bisa saja terjadi tanpa diduga. Apakah Anda akan menanti sampai hari terakhir untuk menunjukkan kasih sayang Anda kepada pasangan Anda, anak-anak bahkan orang tua dan kerabat Anda lainnya? Bagaimana kalau hari itu datang tanpa tanda-tanda dan Anda merasa kesempatan Anda dirampas dengan kejam? Bukankah lebih baik Anda menyatakannya selagi masih bisa, sekarang juga? Berilah perhatian sepenuhnya dan kasih Anda kepada orang-orang yang Anda sayangi, sebelum terlambat. Anggaplah itu hari terakhir Anda bersamanya. Waktu berlalu cepat, sebelum Anda sadari anak-anak sudah dewasa, masuk ke perguruan tinggi yang jauh dari kota asalnya, orang tua Anda yang sudah lanjut usia pulang ke hadirat-Nya dan banyak lagi kejadian yang dapat memisahkan Anda dari seseorang yang Anda cintai, karena itu hargailah saat-saat bersama seakan-akan itu hari terakhirnya. Jalin kembali hubungan yang putus atau rapuh sekarang juga, jangan menunda-nunda.

  • Penulis: Irma Shalimar

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Seakan-akan Itu Hari Terakhirnya

Bila kita kehilangan seseorang yang kita cintai, kita sering merasa menyesal mengapa kita tidak berbuat lebih banyak semasa kita masih bersamanya. Namun sebagai manusia kita sering kurang menghargai saat-saat kita berada di dekatnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr