Menghargai Diri dengan Tutur Kata Kita

Seseorang akan dihargai, dihormati serta disegani oleh orang lain bukan dari banyaknya harta atau gelar pendidikan yang dimilikinya, tetapi dari cara dia bertutur kata.

12,023 views   |   14 shares
  • Di sebuah tempat perbelanjaan yang sedang ramai pengunjung, orang-orang yang datang untuk berbelanja sontak terkaget mendengar seorang anak kecil usia sekitar 5 tahun tiba-tiba berteriak dan marah karena keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya. Alih-alih menenangkan anaknya, si orang tua justru balik memarahi si anak tersebut, apa yang terjadi berikutnya di luar dugaan, si anak semakin meluapkan emosinya dengan mengucapkan kata-kata kasar dan makian kepada orang tuanya. Beragam ekspresi ditunjukkan oleh orang-orang yang hadir di pusat perbelanjaan tersebut, tak sedikit yang mencibir dan menyalahkan orang tuanya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, bagaimana bisa anak sekecil itu sudah mengenal kata-kata kasar serta makian yang orang dewasa sendiri pun akan berpikir seribu kali sebelum mengucapkannya.

  • Para orang tua semoga contoh kejadian di atas tidak terjadi pada diri Anda dan anak-anak Anda. Seorang anak adalah peniru yang baik, umumnya pada usia sekitar 2 tahun seorang anak sudah bisa mengenali beberapa kata dan belajar untuk mengucapkannya, pada usia 3 tahun seorang anak telah bisa untuk merangkai beberapa kata menjadi sebuah kalimat. Jadi, apa pun yang seorang anak dengar dan pelajari, entah itu baik ataupun buruk, hal itu pulalah yang akan ditirunya.

  • Seorang anak belum bisa membedakan mana kata-kata yang pantas untuk diucapkan dan mana yang tidak pantas untuk diucapkan. Hendaknya orang tualah yang menjadi filter bagi mereka, dengan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk membiasakan diri menggunakan kata-kata yang baik, dan membantu mereka mengenali apa saja kata-kata yang tidak baik untuk diucapakan. Semakin bertambahnya usia, maka keingintahuan seorang anak pun akan semakin meningkat, seorang anak mulai berani berargumen, kritis dan sering bertanya mengenai berbagai hal, dengan mengucapkan kalimat-kalimat, seperti: "Ini apa?, itu untuk apa?, bagaimana bisa?, bagaimana kalau sendainya?, dan sebagainya." Peran orang tua sangat diperlukan dalam memberikan penjelasan secara benar kepada anak-anaknya, jangan sampai anak-anak mendapatkan penjelasan serta persepsi yang keliru mengenai segala keingintahuan mereka, termasuk mengenai arti kata-kata yang belum dipahaminya.

  • Dalam tradisi budaya Jawa, ada sebuah pepatah kuno yang sering diajarkan oleh orang tua pada zaman dahulu kepada anak-anaknya, yang berbunyi "Ajining Diri Saka Lathi", yang artinya menghargai diri sendiri dari perkataan yang kita ucapkan. Namun pada perkembangannya, praktek nilai-nilai luhur dari pepatah Jawa tersebut nampaknya sudah mulai memudar dan kurang dipahami lagi oleh kaum muda zaman sekarang. Saat ini tidak sedikit anak-anak muda yang sering kedapatan menggunakan kata-kata kasar dan tidak sopan dalam pergaulan sehari-harinya, baik dalam penggunaan kata-kata yang berasal dari bahasa ibu mereka, maupun kata-kata serapan dari bahasa asing. Herannya lagi, mereka sepertinya menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa untuk dilakukan.

  • Advertisement
  • Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pengaruh dari teman serta lingkungan tempat tinggal, memiliki pengaruh yang besar dalam cara tutur kata seseorang. Ketika seseorang telah tumbuh dewasa, hal-hal yang dia pelajari selama masa kecilnya tidak akan mudah untuk dilupakan, melekat erat pada dirinya, menjadikan sebuah ciri khas serta kebiasaan bagi orang tersebut dan hal itu sangat sulit untuk dihilangkan. Namun Anda tidak perlu merasa kuatir, karena pohon yang baik pastilah menghasilkan buah yang baik. Apa pun situasi Anda saat ini, apakah itu lingkungan di mana Anda tinggal sekarang atau teman-teman yang tidak mendukung, jika sejak kecil Anda sudah diajarkan oleh orang tua Anda yang baik untuk tidak menggunakan kata-kata yang kasar, tidak sopan, maka yakinlah Anda tidak akan terpengaruh dan tergoda untuk ikut-ikutan mengucapkannya.

  • Penggunaan kata-kata yang tidak sopan sama sekali tidak menguntungkan baik untuk diri sendiri, maupun orang lain yang diajak bicara. Kata-kata kotor serta makian sama sekali tidak membangun, menyakitkan hati, melukai perasaan, dan merendahkan harga diri, tidak hanya saja harga diri orang lain tapi juga harga diri Anda.

  • Seseorang akan dihargai, dihormati serta disegani oleh orang lain bukan dari banyaknya harta atau gelar pendidikan yang dimilikinya, tetapi dari cara dia bertutur kata. Hendaknya hal inilah yang harus setiap dari kita lakukan. Jika kita memiliki anak-anak, menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk mengajarkan kepada mereka untuk mengenali dan membiasakan dirinya mengucapkan kata-kata yang baik. Beri penjelasan yang sebenarnya, seandainya anak Anda bertanya mengapa temannya-temannya boleh menggunakan kata-kata tersebut sedangkan dirinya tidak. Dalam proses belajarnya, bantu mereka untuk memiliki keteguhan hati, jangan menghukumnya atau bahkan menyakitinya secara fisik, jika kedapatan menggunakan kata-kata yang tidak baik.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Menghargai Diri dengan Tutur Kata Kita

Seseorang akan dihargai, dihormati serta disegani oleh orang lain bukan dari banyaknya harta atau gelar pendidikan yang dimilikinya, tetapi dari cara dia bertutur kata.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr