Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan

Semua kekayaan orang tuanya tidak mampu memberinya kebahagiaan. Beberapa minggu sebelum peristiwa tragis ini orang tuanya pernah minta bantuan polisi untuk mengecek keadaan Eliot, namun polisi tidak berbuat apa-apa karena Eliot bersikap santun.

116,452 views   |   761 shares
  • Sebuah kota kecil di tepi pantai California Selatan digegerkan Jumat malam menjelang akhir bulan Mei lalu oleh pembantaian yang dilakukan seorang anak muda. Pemuda ini putra dari asisten sutradara Hollywood yang menangani Hunger Games I, ibunya keturunan Cina Malaysia dan kakeknya fotografer terkenal dari Inggris. Dia tinggal di Isla Vista, dekat Los Angeles, yang penduduknya kebanyakan mahasiswa kampus University California Santa Barbara. Kota yang tenang dengan kehidupan santai, di mana banyak siswa melewatkan waktu luangnya duduk-duduk di kedai kopi sambil mengobrol bersama teman-temannya, mendadak sontak digemparkan oleh penikaman dan penembakan yang dilakukan oleh Elliot Rodger.

  • Jalannya tragedi

  • Tiga teman yang tinggal di apartemennya mati ditikam, kemudian Elliot pergi ke asrama mahasiswi di dekat mana dia sering duduk di mobilnya sambil mengawasi cewe-cewe asrama itu yang terkenal cakep-cakep. Di situ dia mengetuk pintu agak lama namun tidak ada yang membuka pintu karena itu dia tembak tiga orang siswi yang sedang berdiri mengobrol di halaman. Dua orang lagi meninggal, yang seorang luka-luka. Lalu dia pergi ke kedai roti dan menembak mati seorang siswa yang sedang duduk di situ. Sesudah itu dia melarikan mobilnya sambil menembak sembarangan dan menabrak tiga pengendara sepeda sepanjang perjalanannya. Polisi yang mengepungnya sempat menembak pinggulnya sampai akhirnya mobil yang dikendarainya menabrak mobil lain yang parkir. Ketika polisi menemukan Elliot dia telah mati bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

  • Penemuan mengejutkan

  • Polisi menemukan di mobilnya 4 senjata api yang memiliki 400 amunisi, semuanya dia beli dengan sah, padahal keluarganya sangat anti pemakaian senjata api. Di apartemennya ditemukan 140 halaman catatannya yang diberi judul My Twisted Mind (Pikiranku yang Kacau). Mereka juga melihat rekaman videonya di YouTube yang dia masukkan sebelum dia melakukan penembakan. Di video itu dia menerangkan rencananya untuk balas dendam dan menembak orang-orang yang dia anggap bersalah atas kesepian dan kesengsaraannya. Dia berkata bahwa dia adalah pemuda yang sopan dan sangat santun tetapi mengapa gadis-gadis menghindarinya dan memilih orang lain yang tidak sebaik dia sehingga sampai usia 22 tahun dia belum pernah mencium apalagi tidur dengan seorang gadis.

  • Kaya namun kesepian

  • Menurut teman baiknya dia selalu menyendiri dan kesepian. Semua kekayaan orang tuanya tidak mampu memberinya kebahagiaan. Di Facebook dia memasang foto-foto yang menunjukkan bahwa kehidupannya sangat berlebihan. Dia mejeng dengan mobil-mobil BMW dan Mercy miliknya, naik pesawat kelas satu, dijemput mobil limosin di London, menonton konser pribadi Katy Perry, foto bersama ayahnya dan ibu tirinya yang juga bintang film di pertunjukan perdana Hunger Games.

  • Advertisement
  • Sakit jiwa

  • Beberapa minggu sebelum peristiwa tragis ini orang tuanya pernah minta bantuan polisi untuk mengecek keadaan Eliot, namun polisi tidak berbuat apa-apa karena menurut mereka Eliot adalah anak muda yang sopan dan pemalu. Eliot sendiri merasa ketakutan ketika polisi datang, katanya, "Selama beberapa detik aku mengira segalanya akan berakhir, ternyata polisi tidak memeriksa apartemenku."

  • Begitulah kehidupan pemuda yang kesepian ini, walau secara harta dia berlebihan, secara kasih sayang dia miskin, ditambah mentalnya yang kurang stabil membuat orang makin menjauhinya. Mungkin kejadian yang tragis ini bisa dihindari bila ada jalinan kekeluargaan yang erat. Mungkin keluarganya terlalu sibuk untuk mengurus ketimpangan anak yang satu ini. Akibatnya tujuh jiwa melayang termasuk dia sendiri.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan

Semua kekayaan orang tuanya tidak mampu memberinya kebahagiaan. Beberapa minggu sebelum peristiwa tragis ini orang tuanya pernah minta bantuan polisi untuk mengecek keadaan Eliot, namun polisi tidak berbuat apa-apa karena Eliot bersikap santun.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr