Hati-Hati Berbicara

Apakah Anda orang yang getol mempromosikan kebebasan berbicara? Orang yang tidak peduli dengan tanggapan orang lain, orang yang berbicara seenak perutnya sendiri? Berhati-hatilah berbicara supaya tidak melukai perasaan orang lain.

2,191 views   |   1 shares
  • Apakah Anda orang yang getol mempromosikan kebebasan berbicara? Orang yang tidak peduli dengan tanggapan orang lain, orang yang berbicara seenak perutnya sendiri? Berhati-hatilah berbicara supaya tidak melukai perasaan orang lain.

  • Seorang ibu mengeluarkan kekesalan hatinya lewat blog yang ditulisnya. Penyebab kekesalannya adalah seorang pembeli di toko putranya bekerja. Konon di suatu malam Minggu anaknya, yang bekerja di sebuah toko swalayan sebagai kasir, melayani sepasang suami istri yang ramah. Sesudah transaksi selesai si istri berkata, "Pipimu banyak jerawat, dulu saya juga begitu, saya punya obat yang manjur, kalau ingin mencoba, ini kartu nama saya." Si anak muda mengucapkan terima kasih tetapi berkata bahwa dia tidak berminat untuk mencoba obat itu. Seusai kerja, di mobil remaja itu bertutur tentang pengalamannya hari itu kepada ibunya yang menjemputnya pulang. Obrolannya antara lain mencakup si pembeli yang menawarkan obat jerawat. Ibunya merasa sangat tersinggung dan dalam blognya dia menulis bahwa dia berulang kali menulis email kepada wanita itu namun tidak pernah mengirimnya. Akhirnya dia menulis blog yang berisi curahan hatinya.

  • Beberapa orang memberikan komentarnya, kebanyakan menyalahkan wanita yang menawarkan obat jerawat itu dan menyebutnya kurang sensitif. Ada pula yang mengatakan bahwa dia sekedar menawarkan barang dagangannya dan si ibu terlalu mendramatisir kejadian itu. Terlepas dari siapa yang benar, tulisan ini dapat menjadi contoh tentang bagaimana kita harus berhati-hati dalam pembicaraan kita. Walaupun maksud kita baik, belum tentu orang lain menanggapinya dengan pandangan yang sama. Dalam kasus ini wanita yang menawarkan obat jerawat menganggap dirinya berniat baik dengan mencoba menjual produknya kepada seorang remaja yang tampaknya membutuhkan obat itu. Entah niatnya terdorong oleh jiwa bisnisnya atau memang oleh keinginannya melihat remaja itu sembuh dari jerawat yang mengganggunya.

  • Si ibu sendiri menganggap dirinya berniat baik dengan menulis blog itu. Dia ingin membela putranya yang dianggapnya dilecehkan oleh si wanita penjual obat jerawat. Namun ternyata ada komentar yang menyalahkan dia sebagai ibu yang terlalu ingin melindungi putranya. Karena dia menyebut putranya sebagai remaja yang percaya diri dan sama sekali tidak minder walaupun berjerawat, dia sebetulnya tidak perlu bereaksi sekeras itu. Bukankah putranya tidak marah karena kejadian tersebut, bahkan menurut si ibu putranya tetap sibuk mengetik dan membaca pesan dari teman-temannya yang merencanakan bermalam Minggu bersama. Mengapa dia memberi judul tulisannya "Terima kasih kepada pembeli yang telah merusak malam Minggu anaknya." Dia tidak jadi menulis email kepada wanita tersebut tetapi dia menulis blog tentang itu. Bukankah sama saja? Bahkan dia mengumumkan ke seluruh dunia bahwa putranya berjerawat. Apakah itu tidak lebih menyinggung perasaan remaja putranya?

  • Advertisement
  • Pernahkah Anda mengalami kejadian yang serupa? Anda membuka mulut Anda dan sebelum Anda sadari, ternyata ucapan Anda berakibat buruk. Apa pun yang sudah Anda ucapkan atau perbuat tidak bisa ditarik lagi begitu saja. Karena itu lebih baik berpikir dua kali bahkan kalau perlu seribu kali sebelum berbicara atau berbuat sesuatu. Kalau hal itu tampaknya meragukan, lebih baik tidak diucapkan atau dilakukan. Ibu di atas sudah menghapus emailnya berkali-kali, berarti dia tidak yakin apakah yang sudah ditulisnya benar ataukah akan menyinggung perasaan orang lain. Jika Anda memiliki pedang tajam, Anda pasti akan menyimpannya dalam sarungnya, berhati-hati supaya tidak melukai diri Anda atau orang lain. Ada yang mengumpamakan lidah seperti pedang. Tajam dan mampu menusuk ulu hati orang yang mendengarnya. Karena itu berhati-hatilah sebelum Anda mengeluarkan pedang Anda, salah-salah bisa menimbulkan pertumpahan darah.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Hati-Hati Berbicara

Apakah Anda orang yang getol mempromosikan kebebasan berbicara? Orang yang tidak peduli dengan tanggapan orang lain, orang yang berbicara seenak perutnya sendiri? Berhati-hatilah berbicara supaya tidak melukai perasaan orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr