5 Langkah Masa Peralihan dari Orang Tua ke Orang Tua Tiri

Jangan memarahi atau menghukum anak-anak Anda jika mereka mengungkapkan perasaan yang negatif tentang pernikahan yang akan datang. Bersabarlah dan pahami tentang kekhawatiran mereka.

2,082 views   |   3 shares
  • Menikah adalah langkah yang besar. Penyesuaian untuk hidup bersama orang lain memerlukan kesabaran, empati dan kesediaan untuk bekerja sama untuk mengatasi permasalahan. Karakteristik ini bahkan lebih vital dalam pernikahan yang kedua kalinya di mana anak-anak dilibatkan. Menciptakan perpaduan keluarga dengan sejarah yang berbeda, tradisi dan latar belakang bisa terasa seperti tugas yang mengerikan. Bagaimana anak-anak akan bereaksi terhadap orang tua baru di rumah mereka? Akankah mereka menerima dan belajar untuk mengasihi satu sama lain, ataukah rumah tangga akan diisi dengan percekcokan yang terus menerus? Bagaimana menangani disiplin dan siapa yang akan melaksanakannya? Bagaimana kita bisa membuat keputusan yang memperhitungkan semua kebutuhan yang berbeda-beda dan yang melibatkan kepribadan? Meskipun tidak ada jawaban yang mudah tentang bagaimana cara agar berhasil memadukan dua keluarga, ada beberapa hal yang orang tua bisa lakukan untuk membantu meredakan pertikaian dan membuka jalan untuk hubungan keluarga yang positif.

  • 1. Diskusikan dulu perasaan

  • Biarkan anak Anda mengungkapkan perasaan mereka tentang orang dewasa baru di dalam keluarga serta perasaan pasangan tentang peran barunya. Jangan memarahi atau menghukum anak-anak Anda jika mereka mengungkapkan perasaan yang negatif tentang pernikahan yang akan datang. Bersabarlah dan pahami tentang kekhawatiran mereka. Yakinkan mereka bahwa Anda tidak akan berhenti mencintai mereka hanya karena Anda memiliki pasangan yang baru. Pastikan anak Anda memiliki banyak waktu untuk mengenal calon pasangan Anda bersama anak-anaknya sebelum menyatukan ke dalam satu rumah tangga.

  • 2. Libatkan anak-anak dalam rencana pernikahan

  • Izinkan anak-anak Anda untuk berpartisipasi dalam perayaan jika mereka menghendaki. Pertimbangkan untuk menunda perjalanan bulan madu sampai beberapa minggu setelah pernikahan sehingga anak Anda tidak merasa ditinggalkan demi hubungan yang baru. Gagasan lain adalah dengan merencanakan sebuah liburan keluarga yang melibatkan anak-anak segera setelah pernikahan. Cara ini akan memberi Anda kesempatan untuk mengenal satu sama lain dengan cara yang santai dan menyenangkan.

  • 3. Mulailah hal yang baru dengan pengaturan yang baru

  • Jika semuanya memungkinkan, bersama-sama pindahlah ke rumah yang baru. Wilayah yang netral membantu mengurangi perasaan menjadi orang luar atau sedang diserang. Jangan mengabaikan kebutuhan anak tiri yang membutuhkan ruangan terpisah untuk memberi mereka perasaan memiliki di dalam rumah yang baru.

  • Advertisement
  • 4. Biarkan anak-anak memutuskan akan menyebut apa terhadap orang tua tiri mereka

  • Jangan paksa anak-anak Anda untuk memanggil pasangan Anda "Ibu" atau "Ayah" jika mereka merasa tidak nyaman dengan itu. Bisanya mereka merasa nyaman dengan nama depan, tapi anak-anak yang lebih muda yang tidak memiliki kontak dengan orang tua biologis akan dengan senang hati untuk memiliki seseorang dan memanggilnya "Ayah".

  • 5. Lanjutkan dengan kehati-hatian dalam hal disiplin

  • Ikatan antara orang tua tiri dan anak tiri haruslah dibentuk. Sampai ikatan ini terbentuk, adalah baik membiarkan orang tua kandung untuk menangani disiplin. Orang tua tiri bisa menjadi dukungan emosional kepada orang tua kandung dan membahas gagasan-gagasan tentang disiplin. Seiring waktu, anak-anak akan menerima peran asuh dari orang tua tiri.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli "5 ways to transition from parent to stepparent" karya Lynn Scoreby.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

5 Langkah Masa Peralihan dari Orang Tua ke Orang Tua Tiri

Jangan memarahi atau menghukum anak-anak Anda jika mereka mengungkapkan perasaan yang negatif tentang pernikahan yang akan datang. Bersabarlah dan pahami tentang kekhawatiran mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr