3 Cara untuk Mencegah Persahabatan yang Buruk

Orang tua yang terlalu otoriter bisa membuat anak-anak mereka menjadi pemberontak, dan salah satu caranya adalah dengan sengaja memilih teman-teman yang “nakal”.

4,567 views   |   shares
  • Selama masa kanak-kanak, anak-anak berinteraksi dengan banyak teman. Beberapa di antaranya bertahan lama (saya masih berkomunikasi dengan teman baik saya waktu kelas 6), dan beberapa di antaranya mempengaruhi kehidupan anak Anda. Sangat alami bagi orang tua untuk mengevaluasi sahabat anak-anak mereka, ingin menganjurkan persahabatan yang bisa membantu anak-anak kita dan melarang hal-hal yang tidak bisa membantunya. Pada usia 12 tahun, karakter moral seorang anak sebagian besar semakin kokoh, sehingga setelah usia ini, sepertinya tidak mungkin bahwa pengaruh lain benar-benar akan merubah anak kita menjauh dari ajaran-ajaran yang telah kita tanamkan sejak bayi. Ini bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa anak Anda kebal terhadap pengaruh dari teman-teman sebayanya.

  • Penting bagi para orang tua untuk mengetahui teman-teman anak mereka dan tanyakan pada anak Anda pertanyaan-pertanyaan tentang lingkaran sosial mereka secara rutin. Orang tua yang menunjukkan minat yang tulus dalam kejadian-kejadian di lingkaran sosial anak mereka secara teratur menunjukkan bahwa kehidupan mereka adalah penting bagi mereka. Tanyakan pada anak Anda tentang masing-masing dari teman-teman mereka, minat mereka, kegiatan yang mereka lakukan secara pasangan atau kelompok, dan lain-lain. Dengan cara yang tidak mengancam memungkinkan anak Anda untuk terbuka jika masalah datang menghampiri mereka.

  • Ada beberapa alasan anak Anda mungkin memilih untuk menjadi teman dengan anak yang lain atau melibatkan diri mereka dalam kelompok kecil dari teman-teman yang "nakal". Mereka mungkin perlu untuk "menjadi miliki" ke dalam sebuah kelompok, dan kelompok dari anak-anak yang "nakal" menerima mereka. Mereka mungkin tertarik untuk terlibat dalam sebuah kelompok anak-anak yang bukan merupakan bagian dari kebanyakan teman pada umumnya. Anak Anda mungkin merasa perlu untuk memberontak dan menggunakan keunikan mereka. (Jika saudara yang lebih tua adalah bagian dari suatu kelompok, saudara yang lebih muda mungkin akan bergabung dengan kelompok yang berbeda untuk membentuk identitas mereka sendiri.)

  • Dalam tantangan apa pun, pencegahan adalah lebih mudah untuk dilakukan daripada menunggu sampai masalah menjadi masalah yang nyata. Meskipun tidak ada jaminan, ada beberapa hal yang Anda bisa coba untuk mencegah anak Anda jatuh ke dalam kerumunan anak-anak yang "nakal".

  • 1. Buatlah rumah Anda menjadi rumah yang "keren" untuk bercengkrama

  • Luangkan waktu untuk mengetahui teman-teman anak-anak Anda, dan buatlah rumah Anda menjadi tempat yang diidamkan untuk berkumpul. Atur ruangan khusus agar anak Anda bisa bersama teman-temannya, bermain game, mendengarkan musik dan menonton film. (Beberapa keluarga memiliki meja bilyard atau meja pingpong untuk anak-anak mereka.) Jika teman-teman anak-anak Anda menikmati untuk berkunjung, Anda akan mengenal mereka dengan baik, dan anak Anda kemungkinan akan sedikit mendapatkan masalah di rumah daripada di tempat lain. Mengawasi, tetapi jangan memata-matai ketika teman-teman anak Anda sudah selesai. Melewati ruangan setiap saat memberi Anda kesempatan yang memadai untuk pengawasan.

  • Advertisement
  • 2. Anjurkan anak Anda untuk berkawan dengan teman-teman yang berbeda

  • Tidak ada salahnya memberikan kesempatan pada anak Anda untuk bergaul dengan kawan-kawan yang berbeda. Bantu anak Anda memilih kegiatan setelah sekolah, klub, dan sebagainya, yang menarik minat mereka. Mereka akan memiliki kesempatan untuk berteman dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama.

  • 3. Jangan terlalu otoriter

  • Orang tua yang terlalu otoriter bisa membuat anak-anak mereka menjadi pemberontak, dan salah satu caranya adalah dengan sengaja memilih teman-teman yang "nakal". Jika disiplin Anda adil dan seimbang, anak Anda akan memiliki sedikit alasan untuk memberontak melawan keinginan Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli "3 ways to prevent bad friendships" karya Lynn Scoresby.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

3 Cara untuk Mencegah Persahabatan yang Buruk

Orang tua yang terlalu otoriter bisa membuat anak-anak mereka menjadi pemberontak, dan salah satu caranya adalah dengan sengaja memilih teman-teman yang “nakal”.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr