6 Cara Menghentikan Perfeksionisme

Perfeksionisme adalah tantangan yang makin besar dalam hidup dan keluarga kita. Hal ini mendatangkan rasa tidak puas terhadap diri kita dan orang lain.

1,998 views   |   2 shares
  • Perfeksionisme adalah tantangan yang makin besar dalam hidup dan keluarga kita. Hal ini mendatangkan rasa tidak puas terhadap diri kita dan orang lain—perasaan bahwa sesuatu yang bagus tidak cukup bagus; bahwa kesalahan tidaklah dapat diterima; dan hanya yang terbaiklah yang berharga. Perfeksionisme hakekatnya menimbulkan depresi, kecemasan, rasa harga diri yang rendah, konflik keluarga dan putus asa. Meski sementara orang menganggap perfeksionisme dapat mendorong untuk mencapai prestasi lebih tinggi, tetapi sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

  • Perfeksionisme makin umum pada masa kita, baik di antara kaum muda maupun tua. Kita dikelilingi oleh kecantikan jasmani sempurna hasil air brush media; terjebak dalam suasana persaingan yang makin ketat di sekolah dan tempat kerja; tenggelam dalam berbagai barang dagangan yang tampak sempurna di toko yang bersaing untuk kita beli—semua itu membuat kita menangkap pesan bahwa segalanya harus sempurna, berkilat dan tanpa cacat. Kita dapat merasa kurang sabar menghadapi ketidaksempurnaan diri kita, anggota keluarga kita dan orang lain bila kita selalu mengharapkan kesempurnaan. Kita mungkin merasa kecil hati, marah, bahkan putus asa, bila kita cuma merasa puas dengan produk, orang dan pekerjaan yang sempurna.

  • Perfeksionisme adalah salah satu dari banyak faktor dalam masyarakat kita yang memicu depresi, kecemasan dan gangguan jiwa lainnya. Kita dapat menderita tekanan batin atau kehilangan harga diri bila kita tidak mampu memenuhi harapan perfeksionisme kita. Kita mengalami kecemasan karena memikirkan kegagalan yang akan terjadi bila pekerjaan kita tidak mencapai tingkat kesempurnaan. Kita mungkin marah kepada anak, anggota keluarga atau orang lain bila mereka bertindak kurang sempurna. Kita dapat terjerumus dalam kecanduan atau kebiasaan lain yang merugikan diri untuk menutupi rasa sakit dari tekanan yang terus menerus dan kekecewaan yang tiada henti-hentinya akibat pengharapan perfeksionisme kita.

  • Sesungguhnya—semua mahluk hidup, termasuk manusia, berkembang secara bertahap—sedikit demi sedikit. Benih tanaman tidak menjadi pohon yang tinggi dalam sekejap. Bayi jatuh pada hari pertama dia mencoba berjalan. Pemusik tidak langsung menjadi handal di hari pertama dia memegang alat musiknya. Kita semua belajar dan berkembang secara bertahap dengan berlalunya waktu. Belajar dan berkembang selalu mencakup kegagalan dan awal yang keliru sewaktu kita belajar dan mempraktekkan ketrampilan baru.

  • Advertisement
  • Alam di sekeliling kita mengajarkan supaya kita sabar—untuk menghargai matahari yang perlahan-lahan terbit, tanaman dan bunga yang berkembang perlahan, bayi yang lambat laun dapat menegakkan kepalanya, duduk tanpa bersandar, merangkak dan akhirnya berjalan. Kita semua sepanjang hidup kita belajar dan berkembang. Proses ini makan waktu. Kita selalu menambah kapasitas, pengetahuan dan kekuatan kita, sedikit demi sedikit. Kita tidak akan menjadi sempurna ketika baru mencoba sesuatu yang baru, begitu pun orang-orang yang kita kasihi. Kita tidak akan selalu melakukan pekerjaan kita dengan sempurna. Bahkan pemain bola tidak akan selalu mematahkan gawang lawan setiap kali dia menendang bola. Kadang dia mengenai tiang gawang. Kadang sama sekali meleset. Bahkan meski dia pemain yang hebat, dia kadang tidak sempurna, di atas maupun di luar lapangan.

  • Begitu pula dengan kita semua. Jika setiap menendang bola kita mencetak gol, gol itu akan kehilangan maknanya. Jika kita sudah sempurna, hidup ini akan kehilangan arti dan tujuannya. Kita di dunia ini untuk belajar, berkembang dan membantu orang lain memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang baru. Apa yang membuat hidup ini menarik ialah melihat diri kita dan orang lain berkembang dalam kekuatan dan kemampuan, melalui berlalunya waktu. Jadi bagaimana mengatasi perfeksionisme? Berikut ini ada beberapa saran sederhana:

  • Belajarlah menikmati perjalanan hidup

  • Jangan menyalahkan diri atau orang lain jika kurang sempurna, sebaliknya sadari bahwa hidup adalah proses belajar. Nikmati setiap tahap dari perjalanan hidup.

  • Pupuklah sikap bersyukur

  • Akui dan rayakan sukses kecil dalam diri Anda maupun orang lain. Mulailah menuliskan kesuksesan kecil yang terjadi tiap hari dalam buku catatan harian.

  • Kembangkan pengharapan yang realistik

  • Sadari bahwa kapasitas baru dalam diri Anda maupun orang lain membutuhkan waktu untuk berkembang; dan bahkan kapasitas yang sudah terpupuk kadang bisa mengecewakan.

  • Belajarlah tertawa

  • Humor dapat menghibur kekecewaan dari pekerjaan atau situasi yang kurang sempurna.

  • Hargailah proses perkembangan

  • Dalam diri Anda, pasangan, anak, pegawai atau siapa pun yang berurusan dengan Anda, nikmati kapasitas dan kelebihan yang sedang berkembang. Dengan sabar pupuklah kelebihan ini dengan pujian, penghargaan dan dorongan.

  • Yang terakhir—ingatlah bahwa tidak ada kegagalan

  • Bersabarlah dengan saat-saat di mana Anda (atau orang lain) jatuh, menyadari bahwa semua ini adalah pengalaman belajar sebelum nantinya mencapai sukses—selangkah demi selangkah

  • Advertisement
  • Edison, sesudah ribuan kali berusaha menyalakan lampu, berkata kepada dirinya dan orang lain, "Saya bukannya gagal memproduksi aliran listrik, saya menemukan satu cara lagi yang TIDAK memproduksi aliran listrik." Setiap kali tidak berhasil, dia makin dekat dengan keberhasilan yang didambakannya, kemenangan yang mutlak—seperti bayi yang belajar berjalan, jatuh berulang kali lebih dulu. Bersabarlah dengan saat-saat di mana Anda (atau orang lain) jatuh, menyadari bahwa semua ini adalah pengalaman belajar sebelum nantinya mencapai sukses—selangkah demi selangkah.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "6 steps to stopping perfectionism" karya Carrie Wrigley.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

6 Cara Menghentikan Perfeksionisme

Perfeksionisme adalah tantangan yang makin besar dalam hidup dan keluarga kita. Hal ini mendatangkan rasa tidak puas terhadap diri kita dan orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr