5 Langkah yang Harus Dihindari bila Remaja Anda Menolak Pergi Bersama

Kunci untuk mengatasi masalah bila Anda orang tua yang mempunyai anak remaja adalah memberi kebebasan dalam batas tertentu dan menarik garis batas dalam berbantah dengan mereka

1,248 views   |   shares
  • Kunci untuk mengatasi masalah bila Anda orang tua yang mempunyai anak remaja adalah memberi kebebasan dalam batas tertentu dan menarik garis batas dalam berbantah dengan mereka. Banyak orang tua mengalami kesulitan dalam hubungan mereka dengan anak remajanya dan mengambil salah satu dari dua jalan ekstrim ini. Mereka membiarkan anak-anaknya melakukan apa saja atau menjadi orang tua yang bergaya diktator. Kedua cara ini tidak produktif dan tidak mengurangi tantangan yang muncul dalam membesarkan anak remaja. Remaja ingin melakukan kegiatan sendiri sementara keputusan keluarga mempengaruhi hal itu. Pada saat keluarga ingin mengadakan kegiatan dan perjalanan bersama hal ini meruncing dan remaja Anda mungkin mulai menolak untuk pergi bersama. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dan langkah-langkah lain yang harus dihindari bila remaja Anda menolak pergi bersama.

  • 1. Jangan mengabaikan keinginan remaja Anda

  • Dengan mengadakan pertemuan keluarga Anda dapat mempertimbangkan keinginan masing-masing anggota keluarga dan membuat mereka merasa suara mereka didengar (walau pada akhirnya keputusan keluarga tidak menyetujuinya). Remaja cenderung mengikuti kegiatan keluarga jika mereka merasa suaranya didengar dan keputusannya diambil secara demokratis, bukan sekedar keputusan orang tua.

  • 2. Jangan mengabaikan kebutuhan remaja akan keleluasaan

  • Remaja berada dalam kedudukan yang sulit, di satu pihak mereka mendambakan kebebasan, di lain pihak mereka ingin berperan serta dalam keluarga. Salah satu cara untuk mengendalikan remaja ialah memenuhi kebutuhannya dalam hal ini dan mereka memerlukan keseimbangan. Pada akhir perjalanan jauh dan sesudah masuk ke hotel, setiap orang, khususnya remaja Anda, membutuhkan saat untuk menyendiri.

  • 3. Jangan pergi berlibur dengan memikul rasa bersalah

  • Rasa bersalah itu hendaknya Anda tinggalkan di rumah. Tidak ada orang yang mau dimanipulasi untuk melakukan sesuatu. Misalnya "Nenek ingin sekali melihat cucu-cucunya mumpung matanya masih bisa melihat." Rasa bersalah meracuni hubungan keluarga dan hendaknya selalu dihindari.

  • 4. Jangan mengungkit-ungkit masalah yang sudah lewat

  • Jika Anda ingin remaja Anda percaya bahwa Anda benar-benar memaafkan kesalahan mereka yang sudah lewat, jangan menyebutnya berulang kali. Bahkan jika ada alasan yang tepat untuk itu, namun remaja Anda akan merasa bahwa Anda masih marah. Jika remaja Anda tidak mau mengambil bagian dalam banyak kegiatan keluarga, ajaklah dia duduk dan bahaslah perasaan serta alasan mereka mengapa mereka tidak mau berpartisipasi.

  • Advertisement
  • 5. Jangan memberi konsekwensi yang negatif sebagai keputusan terakhir

  • Ingat bahwa Anda tidak boleh mengungkit-ungkit masa lalu. Jika Anda memberi pilihan kepada remaja Anda untuk tinggal di rumah, janganlah memakai hal itu sebagai senjata untuk menghukum mereka, untuk melarang mereka ikut pergi di masa depan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "5 pitfalls to avoid when your teen refuses to go on family outings" karya Lynn Scoresby.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

5 Langkah yang Harus Dihindari bila Remaja Anda Menolak Pergi Bersama

Kunci untuk mengatasi masalah bila Anda orang tua yang mempunyai anak remaja adalah memberi kebebasan dalam batas tertentu dan menarik garis batas dalam berbantah dengan mereka
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr