Berdusta kepada Anak: Bolehkah Itu?

Kita semua pasti pernah berdusta kepada anak-anak kita. Entah dengan tujuan melindungi mereka, atau karena kita tidak mau pusing-pusing menjelaskan hal yang sebenarnya, semua itu bukan dengan maksud buruk, tetapi apakah kita berbuat hal yang benar?

1,126 views   |   shares
  • Kita semua pasti pernah berdusta kepada anak-anak kita. Entah dengan tujuan melindungi mereka, atau karena kita tidak mau pusing-pusing menjelaskan hal yang sebenarnya, semua itu bukan dengan maksud buruk, tetapi apakah kita berbuat hal yang benar? Sementara kita sendiri berusaha keras mengajarkan kejujuran kepada anak-anak kita, mengapa kita tidak menerapkan asas itu pada diri kita sendiri? Marilah kita mengkaji beberapa kasus yang membuat kita berbohong dan apa yang seharusnya kita perbuat.

  • Melindungi mereka

  • Ada hal-hal tertentu yang kita rasa belum pantas diketahui anak-anak karena itu kita berusaha menutupinya dengan kebohongan guna melindungi mereka. Misalnya anak tetangga mengalami kecelakaan dan meninggal karenanya, anak Anda yang baru berumur 7 tahun bertanya mengapa ibu bapa si anu menangis dan ke mana anak itu. Apakah Anda akan menjawab bahwa si anu sakit dan orang tuanya bersedih karena penyakitnya tidak bisa disembuhkan? Mengapa tidak berterus terang saja dengan berkata bahwa dia mengalami kecelakaan dan dia pulang ke sorga?

  • Malas menjelaskan

  • Anak-anak selalu ingin tahu dan pertanyaan mereka sering membuat kita terperangah. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan anak-anak adalah, "Dari mana asalnya bayi?" Apakah Anda akan berkata bahwa bayi dibawa oleh burung bangau yang datang di tengah malam? Atau bayi dibeli di rumah sakit? Anda dapat menjelaskan bahwa bayi lahir karena cinta ayah dan ibu, kemudian ibu mengandungnya selama sembilan bulan sebelum akhirnya melahirkannya dari bawah perut.

  • Menutupi keadaan

  • Bila anak-anak Anda mengajak Anda bermain ke taman atau menaikkan layang-layang di lapangan sementara Anda merasa malas keluar, apakah Anda memakai dusta untuk menutupi keengganan Anda? Berapa kali Anda berkata kepada mereka bahwa taman sedang ditutup atau lapangan sedang diperbaiki? Sebaiknya Anda menjelaskan bahwa Anda merasa kurang siap untuk keluar dan menawarkan pilihan lain supaya mereka senang, misalnya menonton film kartun di rumah.

  • Tidak bisa menepati janji

  • Jika karena suatu keadaan Anda terpaksa membatalkan janji Anda kepada anak-anak, apakah Anda membohongi mereka supaya mereka tidak marah? Misalnya Anda sudah berjanji mengajak mereka berenang hari Sabtu depan, tiba-tiba bos di kantor menyuruh Anda lembur karena proyek harus selesai minggu itu. Anda dapat menjelaskan bahwa betapa pun Anda ingin menepati janji Anda kepada mereka, tetapi Anda tidak ingin kehilangan pekerjaan yang berarti hilangnya uang untuk membeli makanan dan sebagainya.

  • Advertisement
  • Standar ganda

  • Anda tidak saja berbohong, Anda bahkan menyuruh anak Anda berbohong. Anda tahu seseorang akan datang ke rumah Anda untuk menagih hutang, Anda memberitahu anak Anda kalau tamu itu datang dia harus mengatakan bahwa Anda tidak di rumah. Kalau anak Anda yang masih lugu itu berterus terang kepada si tamu bahwa ayahnya sedang sembunyi di kamar, apakah Anda akan marah? Anda menjalankan standar ganda, di satu pihak Anda mengajarkan supaya anak Anda tidak berbohong, di lain pihak Anda menyuruh dia berbohong demi Anda. Sesuatu yang terlarang bagi anak Anda tetapi halal bagi Anda sendiri. Anda membuat anak Anda bingung, tidak lagi tahu kapan dia harus berdusta dan kapan harus jujur.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Berdusta kepada Anak: Bolehkah Itu?

Kita semua pasti pernah berdusta kepada anak-anak kita. Entah dengan tujuan melindungi mereka, atau karena kita tidak mau pusing-pusing menjelaskan hal yang sebenarnya, semua itu bukan dengan maksud buruk, tetapi apakah kita berbuat hal yang benar?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr