Menghindari Karma Buruk

Seperti semua ajaran agama lainnya, karma diharapkan akan mendorong orang untuk berbuat baik.

4,396 views   |   5 shares
  • Tidak peduli apa agama Anda atau apakah Anda percaya kepada karma atau tidak, Anda mungkin tahu apa arti karma. Berasal dari bahasa Sansekerta, karma berarti hasil atau akibat dari perbuatan yang kita lakukan di kehidupan sebelumnya. Ini merupakan salah satu ajaran agama Budha yang percaya akan reinkarnasi, kehidupan ulang di dunia sesudah kematian. Seperti semua ajaran agama lainnya, karma diharapkan akan mendorong orang untuk berbuat baik. Orang yang tidak beragama Budha pun percaya karma walau mereka tidak percaya reinkarnasi. Dalam percakapan sehari-hari kita sering mendengar orang berkomentar "karma," bila mereka melihat seseorang mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan dan tahu bahwa orang itu melakukan sesuatu yang kurang baik sebelumnya. Pendapat seperti ini membuat kita tidak ingin melakukan sesuatu yang akan mendatangkan karma buruk. Bagaimana caranya dan apakah karma hanya tahayul yang tidak perlu kita percayai? Marilah kita membahasnya.

  • Menghindari karma buruk

  • Tentu saja dengan selalu berbuat baik Anda berharap tidak akan menuai karma buruk. Tetapi bahkan dengan tidak sengaja berbuat buruk, Anda tetap dapat menuai karma buruk. Contohnya semasa muda saya suka membantah perkataan ibu saya dengan dalih saya mempunyai pendapat sendiri yang perlu dikemukakan. Sekarang anak perempuan saya suka membantah ucapan saya dan mau tidak mau saya harus menghargainya seperti saya dulu ingin pendapat saya didengar ibu saya. Apakah ini karma atau genetik, walahualam.

  • Tidak semua orang membayar karmanya (di dunia ini)

  • Kedengarannya kurang adil, tetapi begitulah kenyataannya, berapa kali kita mendengar orang mengeluh bahwa hidup ini tidak adil? Contohnya paman suami saya semasa muda suka merongrong ibunya, bila dia tahu ibunya punya uang, dia pasti datang untuk minta bagian. Semasa tuanya dia hidup makmur, anaknya menikah dengan bos perusahaan asing dan tinggal di Amerika. Hampir setiap tahun dia jalan-jalan ke Amerika untuk mengunjungi anaknya. Sedangkan kakak lelakinya atau mertua saya yang semasa hidup selalu memperhatikan ibunya, menyumbang keluarga adiknya, meninggal di usia relatif muda sebelum dia bisa menikmati kemandirian anak-anaknya.

  • Jangan berharap menuai karma baik (sekarang juga)

  • Seorang teman saya banyak berbakti kepada orang tuanya. Ayahnya semasa hidup memiliki sifat yang agak sulit, anak-anaknya yang lain menjauhi, karena itu teman saya merasa adalah kewajibannya untuk mengurus ayahnya. Dia berada di samping ayahnya sampai sang ayah meninggal sementara kakak perempuannya menangis tersedu-sedan menyesali kenapa dia tidak pernah berbicara dengan ayahnya. Teman saya ini juga menjaga supaya ibunya tidak kekurangan uang, setiap bulan dia mengirimkan sebagian gajinya kepada sang ibu.

  • Advertisement
  • Menurut hukum karma dia akan hidup senang di hari tuanya, kedua anaknya akan mengurus dia. Kenyataannya? Karena alasan tertentu kedua anaknya tidak mampu menunjang hidupnya. Anak teman saya yang pertama ditinggalkan istrinya, sehingga dia harus membayar tunjangan anak karena kedua anaknya hidup bersama istrinya, dia hanya dapat melihat anak-anaknya di akhir pekan. Anak yang kedua lain lagi kasusnya. Karena mengalami trauma ketika bekerja di kota lain, anak teman saya ini mengalami gangguan kejiwaan. Jasmaninya cukup normal untuk bekerja, tetapi jiwanya tidak. Karena itu sampai sekarang teman saya harus bekerja tanpa dapat meramalkan kapan dia bisa pensiun.

  • Melihat semua contoh di atas masihkah kita perlu mempercayai karma? Jawaban saya: perlu sekali. Mengapa? Bukan saja itu mendorong kita untuk selalu berbuat baik, tetapi juga membuat kita berhati-hati dalam apa yang kita perbuat. Boleh saja Anda berbuat semena-mena karena Anda tidak percaya akan karma, tetapi ingat, masih ada hukum lain, hukum Allah dan hukum negara yang akan mendera Anda di kehidupan yang akan datang atau bahkan di dunia ini.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Menghindari Karma Buruk

Seperti semua ajaran agama lainnya, karma diharapkan akan mendorong orang untuk berbuat baik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr