Dunia Tanpa Perancang Mode

Harga baju buatan perancang mode terkenal sangatlah mahal, apakah harga itu sesuai dengan mutunya ataukah kita hanya membeli merek? Tetapi bisakah Anda membayangkan dunia tanpa perancang mode?

748 views   |   shares
  • Anda mungkin pernah mengomel karena anak remaja Anda membelanjakan seluruh uang saku bulanannya untuk sebuah baju bermerek. Baju yang di labelnya bertuliskan "Made in Cambodia (atau bahkan Indonesia)" itu mungkin diproduksi di negeri asalnya dengan harga Rp10.000 dijual oleh pemesannya dengan harga 50 kali lipat sesudah ditempel nama mereknya dan dikirim kembali ke negeri pembuatnya.

  • Saya bekerja di salah satu toserba terbesar di AS. Banya turis dari Cina berbelanja ke situ. Saya bercanda, "Semua barang buatan Cina, mengapa Anda belanja di Amerika?" Jawab mereka karena barang-barang itu sulit didapat di Cina, kalau ada harganya jauh lebih mahal dari di Amerika. Setiap hari saya dikelilingi barang-barang ciptaan para perancang mode terkenal di dunia seperti Channel, Gucci, Prada dan banyak lainnya. Saya sering berpikir apakah barang-barang yang harganya selangit itu dibeli orang karena mutunya ataukah mereka hanya membeli merk. Marilah kita perhatikan apa yang menarik orang untuk mengeluarkan uang begitu banyak, sampai seharga mobil atau rumah, hanya untuk sebuah tas atau sepatu.

  • Mutu

  • Sudah tentu barang dengan merk terkenal bermutu tinggi, para perancang menjaga nama mereka untuk memberi kepuasan kepada pembelinya. Tetapi kalau kita perhatikan barang buatan perancang kelas menengah mempunyai mutu yang seimbang. Tentu saja Anda tidak bisa membandingkan tas Gucci buatan Italia dengan tiruannya yang berasal dari Cina. Banyak perancang mengeluarkan dua kelas bagi rancangannya. Kelas pertama untuk konsumen papan atas memakai nama lengkap perancang itu, kelas kedua untuk konsumen menengah hanya memakai nama depan si perancang. Misalnya Michael by Michael Kors lebih murah harganya daripada yang bermerek Michael Kors saja. Begitu pun dengan Mark by Mark Jacob. Jadi boleh dikata dalam hal mutu perancang nomor wahid tidak akan sembarangan, namun bukan berarti mutu itu sendiri menentukan harganya.

  • Kepuasan dan status

  • Inilah mungkin yang dicari konsumen sehingga mereka rela menghabiskan uang mereka untuk barang bermerek. Bayangkan kalau Anda melihat seorang wanita berbaju sederhana namun membawa tas Channel, Anda pasti tahu dia seorang yang kaya (atau bisa juga mengira tas itu palsu). Orang membeli status dengan barang atau baju yang dipakainya. Mereka juga merasa puas karena mampu membeli barang-barang mahal itu supaya orang lain melihat bahwa mereka kaya.

  • Jaminan keindahannya

  • Apakah harga yang mahal menjamin keindahannya? Tidak selalu begitu. Tidak jarang kita geleng-geleng kepala melihat sebuah gaun karya perancang kelas satu dunia yang hasilnya mengecewakan. Ada sebuah tayangan TV di AS bernama Fashion Police. Empat selebriti yang memandu acara ini memberikan kritik (terkadang pujian tetapi lebih sering celaan dan cemooh) atas cara berpakaian dan berdandan para bintang film, penyanyi dan orang-orang terkenal lainnya. Sedangkan selebriti yang kena kritik itu jelas-jelas mengenakan gaun karya rumah mode nomor wahid.

  • Advertisement
  • Cara menjual

  • Selain dengan iklan-iklan yang gencar, pemilik merek terkenal memperkenalkan karya mereka melalui para selebriti. Bila Anda melihat penyanyi sexy Beyonce menjinjing tas bermerek, belum tentu dia membelinya sendiri walau dia berduit. Setiap tahun dia mendapat kiriman gratis beberapa mode mutakhir. Ini merupakan iklan murah bagi pemberinya, maklum fotonya banyak dimuat di koran atau majalah dan orang-orang akan berebut membeli tas (atau baju) seperti yang dipakai Beyonce.

  • Kesimpulan

  • Jika di dunia ini tidak ada perancang mode orang-orang kaya akan bingung, untuk apa uangnya. Tidak mungkin mereka membeli rumah atau mobil setiap hari atau katakanlah setiap minggu. Tetapi mereka dapat membeli baju, tas, sepatu, perhiasan atau barang-barang kecil lainnya setiap hari demi memenuhi keinginan mereka untuk berbelanja. Seorang atlit olahraga yang berpenghasilan jutaan dolar harus menunggu 2 tahun ketika memesan tas merek tertentu untuk istrinya. Harganya? Senilai rumah mewah di kawasan Beverly Hills.

  • Penulis: Irma Shalimar

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Dunia Tanpa Perancang Mode

Harga baju buatan perancang mode terkenal sangatlah mahal, apakah harga itu sesuai dengan mutunya ataukah kita hanya membeli merek? Tetapi bisakah Anda membayangkan dunia tanpa perancang mode?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr