6 Cara Bertahan Selama Masa-Masa Sulit Perceraian

Perceraian bukanlah solusi terbaik, namun bila perceraian datang menghampiri Anda, saya berharap Anda telah siap dengan segala risikonya.

74,485 views   |   242 shares
  • Perceraian bagi pasangan menikah masih menjadi momok yang sangat menakutkan. Perceraian hendaknya bukan dijadikan pilihan utama dalam mengatasi setiap masalah pernikahan, namun bila perceraian terpaksa datang menghampiri Anda apakah Anda sudah siap menghadapinya?

  • Saya memiliki seorang teman baik yang telah menikah selama 9 tahun dan telah dikarunia seorang anak perempuan. Menginjak yang ke-10 usia pernikahan mereka, masalah demi masalah datang silih berganti menghampiri, hingga pada akhirnya, keputusan bercerai mereka sepakati bersama sebagai jalan alternatif terbaik untuk mengatasi permasalahan yang selama ini mereka hadapi.

  • Salah seorang dari mereka mendatangi saya dan menyampaikan permasalahannya, dengan perasaan sedih dan kecewa semua masalah dia sampaikan. Saya tidak bisa berbicara banyak dan berusaha setenang mungkin mendengarkan semua keluh kesahnya, berusaha berempati dengan kesedihan yang dia rasakan saat ini. Dia seorang yang tegar sejauh saya mengenalnya, namun dengan perceraiannya benar-benar telah menghancurkannya, hingga merasa kehidupannya sudah tak berarti lagi.

  • Teman saya adalah salah satu dari sekian banyak yang mungkin juga merasakan hal serupa. Dampak perceraian memang amat sangat menghancurkan, tidak hanya menghancurkan diri sendiri tapi juga orang lain termasuk anak-anak. Tidak seorang pun ingin bercerai, namun bila perceraian Anda pandang baik sebagai satu-satunya cara, mungkin Anda bisa melakukan 6 cara berikut agar perceraian tidak berujung malapetaka:

  • 1. Berikan waktu untuk diri sendiri

  • Selama masa-masa pernikahan, mungkin Anda telah mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan hingga mempengaruhi fisik dan emosional Anda. Luangkanlah waktu untuk menenangkan diri sejenak, hingga fisik dan emosional Anda pulih kembali seperti sediakala.

  • 2. Bersiap diri menghadapi perubahan

  • Jika selama Anda menikah Anda telah berbagi peran satu sama lain dalam hal bekerja ataupun mengurus rumah tangga, kini setelah perceraian Anda melakukannya seorang diri (termasuk dalam mengurus anak-anak jika Anda seorang orang tua tunggal). Mulailah membiasakan diri dengan rutinitas sebagai seorang "bujangan", awalnya Anda pasti akan canggung tapi lambat laun Anda akan mulai terbiasa kembali.

  • 3. Tetaplah bekerjasama

  • Tetaplah bekerjasama dengan mantan pasangan Anda. Dalam hal-hal tertentu, khususnya dalam menghasuh putra atau putri Anda. Ingat peran Anda sebagai orang tua tidak akan pernah dibebastugaskan, meski Anda berdua telah berpisah. Anda berdua boleh berpisah, namun sebisa mungkin jangan tunjukkan hal itu di hadapan anak-anak Anda, terutama jika mereka belum cukup dewasa memahami apa itu perceraian. Karena di mata mereka Anda berdua tetaplah orang tua mereka, inspirasi mereka. Jangan pernah hancurkan masa depan mereka dengan melibatkan mereka dalam konflik yang Anda berdua buat.

  • Advertisement
  • 4. Anda tidak lagi bertanggung jawab terhadap mantan pasangan Anda

  • Ingat, setelah perceraian Anda sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap mantan pasangan Anda atau keluarganya. Jika mantan Anda tetap mengharapkan hal-hal yang dulu menjadi kewajiban Anda, sekarang Anda berhak menolaknya. Umumnya ada masa-masa transisi untuk membiasakan hal-hal semacam ini. Jika dalam hati Anda masih ada tersisa perasaan rindu, usahakan sebisa mungkin untuk tidak menemuinya, hingga Anda terbiasa dan telah yakin kalau Anda berdua telah berpisah.

  • 5. Mintalah bantuan keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat Anda

  • Rasa sedih, kesepian, kehilangan dan lainnya akibat imbas dari perceraian, hendaknya tidak Anda "telan" sendirian. Anda masih memiliki orang-orang di sekeliling Anda yang sangat mengasihi dan peduli kepada Anda, manfaatkan mereka. Ungkapkan kesedihan Anda dan menangislah (meskipun Anda dikenal tegar selama ini), karena langit dan bumi ini tidak akan runtuh dan harapan tidak akan pernah sirna hanya karena perceraian. Jadi bangkitlah dan teruskan kehidupan Anda untuk bisa menjadi lebih baik dari pada masa lalu Anda.

  • 6. Jangan terburu-buru mencari pengganti dan jangan pula menutup hati untuk orang yang baru

  • Jangan terburu-buru mencari pengganti, biarkanlah dulu rasa kecewa dan kesedihan Anda benar-benar sirna dari kehidupan Anda. Meskipun dulu perasaan Anda telah pernah disakiti, jangan pula menutup hati untuk kemungkinan orang yang jauh lebih baik dari mantan Anda memasuki hati Anda.

  • Saya yakin dengan pasti, tak seorang pun di dalam hatinya mengharapkan perceraian. Dalam iman yang saya yakini, dikatakan bahwa "Apa yang telah Tuhan persatukan, tidak boleh diceraikan oleh manusia." Sekuat apa pun Anda, tetaplah meminta bantuan serta pertolongan dari Tuhan untuk membantu Anda tetap kuat dalam mengatasi kesulitan demi kesulitan yang sedang Anda hadapi. Saya tinggalkan harapan saya bahwa tidak akan ada hati yang tersakiti dan masa depan anak-anak yang dihancurkan. Perceraian bukanlah solusi terbaik, namun bila perceraian datang menghampiri Anda, saya berharap Anda telah siap dengan segala risikonya. Salam!

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

6 Cara Bertahan Selama Masa-Masa Sulit Perceraian

Perceraian bukanlah solusi terbaik, namun bila perceraian datang menghampiri Anda, saya berharap Anda telah siap dengan segala risikonya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr