Jangan Banyak Menoleh ke Belakang

Demikian pula dengan kehidupan ini bila kita terlalu sering memikirkan masa lalu dan kurang memperhatikan masa depan, kita akan menghambat kemajuan atau bahkan mengalami persoalan baru yang rumit.

5,082 views   |   16 shares
  • Bila kita mengendarai mobil sesekali kita perlu melihat ke belakang, entah waktu ingin pindah jalur atau ingin mundur. Kita memanfaatkan kaca spion atau menoleh ke belakang untuk melakukan hal ini. Namun bila kita terlalu sering menengok ke kaca spion atau menoleh ke belakang kemungkinan besar kita akan tabrakan karena melalaikan apa yang ada di depan kita. Demikian pula dengan kehidupan ini bila kita terlalu sering memikirkan masa lalu dan kurang memperhatikan masa depan, kita akan menghambat kemajuan atau bahkan mengalami persoalan baru yang rumit. Bagaimana kita dapat mengatasi hal ini? Beberapa saran di bawah mungkin dapat membantu Anda untuk tidak terlalu banyak menoleh ke belakang dan lebih memusatkan perhatian ke masa depan.

  • Merelakan

  • Anda mungkin pernah kehilangan seseorang yang sangat Anda sayangi dan sesudah bertahun-tahun Anda tetap merasa sedih. Tekanan batin Anda menyebabkan hubungan Anda dengan anggota keluarga lain memburuk. Ada sebuah tayangan nyata di teve berjudul Long Island Medium tentang seorang wanita, Theresa, yang mampu berhubungan dengan roh orang-orang yang sudah meninggal. Dia pernah dipanggil oleh sepasang suami istri yang putranya meninggal karena sakit. Kejadiannya sudah lama tetapi si ibu tetap saja ingat kepada putranya. Ketika Theresa bertemu dengan pasutri ini dia bertanya siapa di antara mereka yang lebih menginginkan dia datang. Si ibu menjawab suaminya yang lebih ingin mendengar dari roh anaknya. Tetapi Theresa berkata bahwa sebetulnya si ibulah yang lebih besar hasratnya. Dia dapat menebak dengan tepat mengapa si ibu tidak mau pergi ke Las Vegas bersama suaminya untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka. Dia menasihati agar si ibu tidak menguatirkan putranya, dia mendengar putranya menganjurkan agar si ibu menikmati hidup ini. Rohnya akan selalu berada dekat ke mana pun si ibu pergi, baik di rumah maupun di Vegas. Dia ingin ibunya bahagia. Sesudah mendengar semua ini barulah si ibu sadar bahwa putranya tidak ingin dia terus-menerus berdukacita.

  • Memaafkan orang lain

  • Seorang wanita tua tidak menghentikan mobilnya walau mobil di sebelahnya berhenti. Akibatnya mobil dia menabrak tiga anak perempuan kecil yang sedang menyeberang. Salah satu dari anak-anak tersebut meninggal seketika itu juga. Ibu si anak tidak menuntut pengendara mobil itu, bahkan mengampuni kesalahannya. Katanya wanita tua itu pasti merasa terhukum dan perasaan itu saja sudah cukup buat mendera dia. Sungguh baik hati si ibu, kemurahan hatinya membebaskan dirinya dari amarah atau dendam yang dapat melukai dirinya sendiri.

  • Advertisement
  • Memaafkan diri

  • Kadang-kadang karena suatu kesalahan seseorang memecut dirinya tanpa henti-hentinya. Dengan menyesali perbuatannya terus-menerus dia berkubang dalam lubang kepahitan yang tiada dasar. Bila sebagai mahluk beragama seseorang sudah mengakui kesalahan kepada pemimpin agama dan Yang Maha Esa, serta diampuni, mengapa dia harus menghukum diri dengan tidak memberi ampun kepada dirinya sendiri? Saya tidak pernah membuat kesalahan besar kepada ibu saya, tetapi ketika ibu saya meninggal, saya merasa bersalah karena tidak berbuat lebih banyak bagi beliau. Pada hari terakhirnya saya masih sibuk bekerja di kota lain. Karena panik saudara-saudara saya tidak berhasil mengontak saya (saat itu belum ada ponsel). Hanya karena naluri saya memutuskan untuk naik kereta malam itu kembali ke kota asal saya. Bukan cuma itu, saya kadang-kadang berpikir apakah ibu saya tahu bahwa saya sangat mencintai beliau. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan surat-surat lamanya, saya membaca tulisan beliau yang mengatakan bahwa beliau tahu anak-anaknya sangat menyayanginya. Saya merasa itulah jawaban yang saya cari-cari selama ini.

  • Tidak ada salahnya belajar dari masa lalu, namun jangan sampai masa lalu membuat Anda depresi. Lepaskanlah diri Anda dari belenggu masa lalu demi masa depan Anda. Bebaskanlah hati Anda dari kedukaan di masa lalu yang meracuni kebahagiaan Anda. Lepaskanlah beban yang memberati pikiran Anda supaya Anda mampu meraih masa depan yang gemilang.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Jangan Banyak Menoleh ke Belakang

Demikian pula dengan kehidupan ini bila kita terlalu sering memikirkan masa lalu dan kurang memperhatikan masa depan, kita akan menghambat kemajuan atau bahkan mengalami persoalan baru yang rumit.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr