"Balas Dia" dan Hal Lain yang Jangan Dikatakan kepada Anak Anda

Orang tua hendaknya memiliki harapan yang realistis dari anak mereka dan membiarkan anak mereka mengetahui dengan jelas apa pengharapan itu.

1,319 views   |   shares
  • Ketika itu berkaitan dengan harapan Anda akan perilaku anak Anda, jangan selalu menganggap anak-anak tahu apa pengharapan itu kecuali Anda dengan jelas menyatakannya.

  • Sebagai contoh, suatu saat ketika saya belajar bahwa saya dapat menjadi sedikit spesifik tentang apa yang saya harapkan anak saya untuk lakukan. Saya sangat sibuk dengan tugas rumah tangga yang seringkali terlupakan, ketika putra saya datang dan mengeluh bahwa kakaknya memukulnya. Selalu merasa frustasi dengan aduan, saya mengatakan “Sana, balas pukulannya.”

  • Apa yang saya dengar diri saya berbicara di pikiran saya adalah, “Saya capek mendengar aduan, jadi selesaikan sendiri. Saya yakin kamu akan memikirkan cara yang damai untuk melakukannya dan akan bermain dengan baik dan meninggalkan saya sendiri.”

  • Itu bukan apa yang putra saya dengar. Dia menganggap saya serius, pergi dan menemukan palu dan memukul kakaknya dengan itu. Ketika anak yang berdarah datang dengan tangisan, adiknya berkata kepada saya, “Ibu menyuruh saya untuk memukulnya.” Ya, tapi ...

  • Jadilah spesifik

  • Sebagai orang tua, kita mungkin tahu apa maksud kita ketika tiba di pasar swalayan, kita memberitahu anak kita, “Jangan macam-macam dan jangan nakal.” Adalah lebih baik untuk membuat pernyataan yang jelas: “Jangan sentuh apa pun. Berjalan di sisi saya dan berpegang pada kereta belanja ... di sini. Jangan berlarian di lorong dan jangan mendorong adikmu. (Atau jangan memukul kepalanya dengan palu)”. Dengan pengharapan yang jelas, anak-anak akan tahu dengan tepat perilaku yang diharapkan dari mereka dan tidak akan memiliki alasan jika mereka tidak mematuhinya.

  • Mengajar anak yang lebih kecil

  • Anak yang lebih kecil mungkin memerlukan satu tinjauan ulang—atau beberapa—sebelum perilaku diterapkan. Sebelum sebuah kunjungan ke perpustakaan di mana cucu saya mendorong anak kecil lain yang ingin bermain dengan mainan kereta yang sama atau hampir mengambil buku yang dia inginkan, putri saya meninjau ulang atau membahas kembali apa yang dia harapkan dari putrinya.

  • “Apa yang tidak kita lakukan di perpustakaan?” tanya putri saya. Biasanya, cucu saya menjawab, “Kita tidak mendorong teman kita. Kita tidak memukul teman kita.”

  • Ketika saya bersama dia sekali, saya melihat potensi masalah ketika seorang anak kecil seusianya mengambil mainan kereta. Saya melihat cucu saya ragu antara menerapkan harapan yang dia tahu jika berada di perpustakaan dan keinginan alaminya untuk mendorong “temannya” yang mengganggu. Saya berbisik, “Apa yang tidak kita lakukan?”

  • Advertisement
  • "Mendorong teman kita,” jawabnya. Dan pada saat dia mampu untuk bertindak sesuai dengan harapan yang dia pahami. Dalam pikirannya adalah lebih mudah untuk memahami “jangan mendorong anak lain” daripada “jadilah baik.”

  • Di tempat pekerjaan, di sekolah, di rumah, dan di tempat umum, memenuhi pengharapan adalah lebih mudah jika pengharapan itu dinyatakan dengan jelas di tingkat umur yang tepat dan diulangi sebagaimana diperlukan, dan jika konsekuensi atau hukuman yang pantas diberikan ketika pengharapan tidak dipenuhi. Ditambah lagi, tidak ada yang dipukul dengan palu.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Sandiakira L. Pagalla dari artikel asli "'Go hit him back' and other things not to say to your child" karya Angie Workman.

Baca, hidupkan, bagikan!

"Balas Dia" dan Hal Lain yang Jangan Dikatakan kepada Anak Anda

Orang tua hendaknya memiliki harapan yang realistis dari anak mereka dan membiarkan anak mereka mengetahui dengan jelas apa pengharapan itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr