5 Cara Mengatasi Kemarahan Anda

Kemarahan tidak pernah menjadi sebuah sukacita, tidak ada kedamaian dalam kemarahan.

21,483 views   |   53 shares
  • Seorang guru besar besar pernah berkata, "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

  • Setiap orang dari kita sebagai umat manusia memiliki amarah di dalam diri kita masing-masing. Amarah atau kemarahan, awalnya dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia berfungsi sebagai bentuk pertahanan diri terhadap lingkungan sekitarnya. Lambat laun, ketika manusia semakin bertambah banyak, tujuan amarah berubah fungsi, manusia menggunakan kemarahanya hanya untuk menyakiti sesamanya, untuk meluapkan emosinya, serta untuk mengintimidasi sesamanya.

  • Kemampuan setiap orang dalam mengatasi kemarahnnya berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengontrol kemarahannya. Pola asuh dari orang tua kita, sewaktu kita masih kecil juga berpengaruh dalam kemampuan seseorang mengendalikan amarahnya. Tingkat pendidikan seseorang juga memiliki andil dalam kemampuan seseorang mengendalikan amarahnya.

  • Kemarahan tidak pernah menjadi sebuah sukacita, tidak ada kedamaian dalam kemarahan. Ketika Anda marah, Anda tidak pernah sedikit pun diuntungkan. Sebuah penelitian kedokteran baru-baru ini menyatakan bahwa, ketika seseorang marah, sel-sel saraf di dalam otak melakukan bunuh diri secara massal. Oleh karena itu, ketika Anda marah, Anda hanya memiliki 2 pilihan, apakah Anda akan menuruti kemarahan Anda, atau Anda akan melawan kemarahan Anda.

  • Saya yakin, bahwa setiap dari kita sebagai manusia, umumnya mengharapkan kehidupan bisa berjalan dengan aman dan tentram. Kita sangat mengharapkan hubungan kita sebagai anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat dapat selalu terjaga kedamaian serta kerukunan. Namun kenyataannya, secara sadar kita tidak mungkin menghilangkan naluri alami bertahan kita. Ketika sebuah masalah datang menghampiri, masalah-masalah tersebut dapat menyulut emosi kita untuk menjadi marah, barulah ketika marah kemampuan seseorang nampak, apakah dia mampu untuk mengatasi kemarahanya atau tidak.

  • Sekarang kita sudah memahami, bahwa kemarahan tidak pernah menguntungkan kita, kemarahan justru malah merugikan kita. Ketika konflik sedang kita alami, kita memiliki hak pilihan bebas, akan menjadi pribadi seperti apa kita, akankah kita menjadi manusia yang beradab atau justru menjadi liar seperti "binatang."

  • Atasilah kemarahan Anda dan jangan menyerah terhadapnya. Sekali lagi tidak ada kedamaian dalam kemarahan. Janganlah padamkan api dengan api. Kita tidak akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik jika kita menuruti amarah kita. Mengendalikan amarah di dalam diri kita, ibarat berusaha mengendalikan kuda liar yang terlepas. Kita tidak sedang menghadapi musuh yang nampak kasat mata, musuh tersebut ada di dalam diri kita, musuh tersebut adalah diri kita sendiri.

  • Advertisement
  • Untuk mengatasi kemarahan kita, berikut ada 5 cara yang dapat kita gunakan untuk meredamnya. Jadilah pribadi yang jauh lebih baik, dengan cara mengatasi kemarahan kita, dan semoga berhasil:

  • 1. Diamlah

  • Sebuah masalah telah benar-benar ingin membuat Anda marah. Biasanya ketika marah kata-kata kotor dan makian akan keluar, sebelum hal tersebut terjadi, Anda bisa memilih untuk diam dan segeralah keluar dari lokasi tersebut. Carilah udara segar untuk meredakan amarah Anda, dan ketika Anda sudah mampu mengendalikan emosi, Anda dapat datang kembali untuk menyelesaikannya.

  • 2. Tarik napas dalam-dalam

  • Kemarahan membuat beban jantung lebih berat. Tariklah napas dalam-dalam, karena itu mampu meredahkan sejenak emosi Anda.

  • 3. Meditasi

  • Meditasi terbukti ampuh dapat meredakan emosi seseorang. Meditasi dapat membuat seseorang menjadi lebih tenang dalam mengatasi setiap persoalan. Meditasi juga mampu membantu seseorang untuk dapat berpikir secara jernih.

  • 4. Tersenyum

  • Janganlah matikan api dengan api, jangalah menyelesaikan masalah dengan masalah. Ketika Anda sedang terlibat konflik dengan seseorang, tersenyum dapat membantu meredakannya. Alih-alih ikut tersulut emosi, tersenyum yang tulus dapat meredakan emosi orang lain juga.

  • 5. Gunakan bahasa yang sopan

  • Seseorang yang sedang marah, umumnya menggunakan kata-kata kasar sebagai umpatan untuk melegakan perasaannya. Namun, sesungguhnya kita tidak diuntungkan apa-apa dengan menggunakan kata-kata kasar tersebut, justru hal tersebut dapat merugikan kita. Orang lain akan menilai kita sebagai orang yang tidak baik, arogan dan emosional, jika kita melakukannya. Meskipun Anda sedang marah, usahakan untuk tetap menggunakan kata-kata yang baik serta sopan, karena kita akan jauh lebih disegani oleh orang lain ketika kita dapat melakukannya.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

5 Cara Mengatasi Kemarahan Anda

Kemarahan tidak pernah menjadi sebuah sukacita, tidak ada kedamaian dalam kemarahan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr