Marilah Mulai Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Biasa

Kita harus berani membuat perubahan, kita harus berani berkata tidak pada sesuatu yang salah, kita harus mampu mengarahkan perbuatan yang salah kearah yang benar, karena baik belum tentu benar, tapi benar sudah pasti baik.

10,669 views   |   21 shares
  • Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak kebiasaan yang tidak baik dilakukan oleh banyak orang, meskipun tergolong kebiasaan tidak baik, namun kenyataanya kebiasaan-kebiasaan tersebut tetap dapat berkembang dan justru lebih mudah diterima oleh masyarakat. Pertanyaannya, bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Saya yakin sebagain besar dari Anda pasti sudah tahu alasannya, karena kebiasaan tersebut telah ada sejak lama, diwariskan oleh leluhur kita secara turun-temurun, sehingga sudah menjadi suatu kebiasaan dan bahkan tradisi, menjadikannya sulit untuk dihilangkan.

  • Sesuai dengan judul di atas, mungkin ada sebagain dari Anda masih bertanya-tanya, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan “Membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa?” Berikut penjelasannya:

  • Membenarkan yang biasa

  • Jembatan penyeberangan dibangun dan diperuntukan untuk menjaga keselamatan para pejalan kaki serta untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengguna kendaraan bermotor. Namun kenyataannya, sekarang banyak jembatan penyebrangan, khususnya di kota-kota besar seperti di Jakarta, telah beralih fungsi menjadi tempat berjualan oleh sejumlah orang. Kurangnya kesadaran dan lemahnya pengawasan dari para penegak hukum membuat hal tersebut oleh masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan lama kelamaan karena sudah menjadi kebiasaan, hal yang seharusnya tidak benar dianggap sebagai suatu hal yang wajar.

  • Contoh lainnya: Membuang sampah sembarangan. Ada sebuah slogan yang berkata, “Kebersihan adalah sebagian dari iman”, namun ternyata tidak semua orang memahami makna dari selogan tersebut. Masih banyaknya sampah-sampah yang mengotori aliran sungai membuktikan bahwa masih ada banyak orang yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungannya. Ketika seseorang membuang sampah ke sungai sangat mustahil sebenarnya tidak diketahui oleh orang lain, namun yang terjadi di lapangan membuktikan pada kita bahwa masih ada banyak orang yang membiarkan perbuatan tersebut terjadi, entah itu karena segan untuk menegur, masa bodoh, atau karena takut. Jadi, membenarkan yang biasa bisa dikatakan sebagai suatu tindakan ketidakpedulian.

  • Membiasakan yang benar

  • Membiasakan yang benar adalah kebalikannya, sebagai contoh: Membiasakan diri untuk selalu bersikap jujur. Di tempat kerja hal ini adalah sebuah tantangan. Kita bisa saja dimusuhi oleh sebagian dari teman-teman kita karena kita bersikap jujur, tidak terbawa arus dan situasi di mana pun kita berada adalah sebuah pilihan.

  • Advertisement
  • Contoh-contoh lainnya: Ketika akan menyebrang jalan, kita harus selalu menyebrang di tempat yang telah ditentukan, seperti di zebra cross atau jembatan penyebrangan. Kita tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kita membiasakan diri untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan masih banyak lagi contoh perbuatan benar lainnya.

  • Di zaman sekarang, hendaknya kita tidak lagi mentolerir sesuatu yang salah sebagai sebuah kebiasaan yang dapat dibenarkan meskipun jika itu sudah umum dilakukan sejak lama oleh masyarakat kita. Kita harus berani membuat perubahan, kita harus berani berkata tidak pada sesuatu yang salah, kita harus mampu mengarahkan perbuatan yang salah ke arah yang benar, karena baik belum tentu benar, tapi benar sudah pasti baik.

  • Hal tersebut akan sulit tercapai jika setiap orang kurang memiliki kesadaran. Tidak mudah memang untuk merubah suatu tabiat atau kebiasaan tapi bukan berarti itu sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Mulailah dari Anda sendiri, didiklah anak-anak Anda sejak kecil untuk selalu membiasakan diri melakukan hal yang benar. Andai saja setiap orang di dunia ini telah memiliki kesadaran betapa pentingnya membiasakan yang benar, saya yakin dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih baik daripada yang kita rasakan saat ini.

  • Sekali lagi untuk mencapainya bukanlah suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan. Segala sesuatu dapat diusahakan asalkan ada kemauan yang kuat serta niat dalam diri masing-masing orang untuk berubah.

  • Di dalam rumah tangga kita masing-masing dan dalam pergaulan dengan masayarakat, membiasakan yang benar dapat dimulai dengan melakukan hal-hal terkecil. Mulailah terlebih dahulu dengan diri Anda, kemudian bantulah setiap anggota keluarga Anda untuk mampu membiasakan melakukan yang benar, kemudian barulah Anda dapat menjadi teladan bagi masyarakat di sekitar Anda.

  • Perbuatan membiasakan yang benar bisa Anda mulai lakukan dengan cara paling mudah, seperti: Segera merapihkan tempat tidur setelah bangun, mematikan tv jika sudah tidak ditonton, langsung mencuci piring setelah selesai makan, tidak menumpuk pakaian kotor, membayar segera tagihan-tagihan sebelum jatuh tempo, datang ke pertemuan tepat waktu, selalu mengenakan helm keselamatan, memakai sabuk pengaman, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menerobos pintu perlintasan kereta api, selalu menepati janji, selalu bertindak jujur di mana pun berada, tidak terlambat datang ke tempat kerja atau ke sekolah, dan sebagainya.

  • Demikian dari saya, saya berharap bahwa mulai saat ini, setiap dari kita tidak lagi “Membenarkan yang biasa menjadi sebuah kebiasaan.” Masing-masing dari kita diharapkan untuk mampu menjadi pembawa perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik. Bukankah akan jauh lebih nyaman bila setiap dari kita dapat hidup secara tertib, lingkungan bersih dan jalanan tidak macet. Terima kasih dan tetap semangat!

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Marilah Mulai Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Biasa

Kita harus berani membuat perubahan, kita harus berani berkata tidak pada sesuatu yang salah, kita harus mampu mengarahkan perbuatan yang salah kearah yang benar, karena baik belum tentu benar, tapi benar sudah pasti baik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr