Memupuk Kerohanian Anak-Anak

Kita perlu memupuk kerohanian anak-anak kita agar mereka berbudi luhur, menyadari hubungan mereka dengan sang Pencipta dan mampu mengatasi tantangan hidup.

1,929 views   |   3 shares
  • Kerohanian adalah bagian dasar dari kehidupan manusia dan bagian dari pengalaman hidup yang kita wariskan kepada anak-anak. Tanpa memandang apa agama kita, hal ini membentuk dalam diri anak-anak landasan bagi etika dan perilaku kehidupan mereka bermasyarakat.

  • Di bawah ini ada beberapa cara sederhana untuk mengembangkan kerohanian dalam diri anak-anak kita.

  • 1. Ajarkan anak-anak tentang kuasa ilahi

  • Dalam rumah tangga kita, anak-anak kita ajar bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Ini membuat mereka memahami hubungan mereka dengan sang Pencipta dan bahwa ada sesuatu yang lebih luhur di luar pengalaman sehari-hari mereka.

  • 2. Berdoalah bersama mereka dan ajar mereka berdoa sendiri

  • Ini akan memberi mereka penghiburan besar dalam saat-saat sulit dan memungkinkan mereka bersandar kepada kuasa yang lebih besar daripada mereka.

  • 3. Jadwalkan satu hari dalam seminggu untuk berdiskusi tentang agama

  • Bila kita membagikan kepercayaan kita kepada anak-anak, Anda membantu memperkuat kepercayaan mereka. Pastikan agar diskusi ini terbuka dan jauhi sikap menghakimi supaya anak-anak dapat mengutarakan keraguan yang mungkin mereka miliki.

  • 4. Luangkan waktu setiap pagi untuk acara rohani

  • Dengan membaca dari kitab suci dan berbagi pikiran rohani yang dapat menjadi bahan renungan sepanjang hari. Bila kita memulai hari dengan acara rohani, anak-anak akan mendapat bimbingan rohani sepanjang hari dan akan berguna bila mereka menghadapi persoalan.

  • 5. Binalah tradisi kerohanian dalam keluarga kita

  • Jadikan tradisi itu lebih dari sekedar acara ngumpul-ngumpul bersama keluarga. Jelaskan kepada anak-anak makna dari liburan keagamaan kita dan apa maknanya bagi kita. Menjalankan puasa di bulan Ramadhan sebelum Lebaran, merayakan kelahiran Kristus di hari Natal, atau pergi ke candi Borobudur untuk doa bersama di hari Waisak akan memupuk kenangan yang terukir di hati anak-anak kita sampai mereka dewasa.

  • 6. Ajarkan anak-anak untuk berbudi luhur

  • Ajar mereka untuk menghargai kejujuran, kebaikan, kesucian, kepatuhan, rasa hormat, belas kasih dan keberanian. Tidak saja semua ini akan membuat mereka dihormati dalam usaha mereka meraih masa depan, tapi juga akan memperkuat keutuhan keluarga kita saat ini.

  • 7. Didiklah anak-anak kita untuk melayani dan memberi peluang buat dilayani

  • Bukan saja ini akan memperkuat keutuhan keluarga tapi juga akan menyadarkan anak-anak bahwa semua orang ada kaitan satu sama lain.

  • Advertisement
  • 8. Latihlah anak-anak menulis buku harian

  • Menulis adalah terapi. Melalui tulisan anak-anak dapat bertanya dan menjawab apa saja yang timbul dalam pemikiran dan perasaan mereka. Ini akan memberi mereka banyak pengalaman rohani yang unik dan pribadi. Selain itu kita dapat menganjurkan agar anak-anak menulis catatan harian untuk sesuatu yang mereka syukuri. Catatan ini akan memberi dorongan berharga selagi mereka menulis untuk hal-hal apa saja yang mereka syukuri dan menjadi sumber semangat bila hidup sedang susah.

  • 9. Belajarlah teknik meditasi bersama anak-anak

  • Cara ini berguna untuk merenung sesudah hari yang sibuk sehingga hati tenang dan pikiran terang.

  • 10. Didiklah anak-anak agar berupaya sebaik mungkin memilih hal yang benar

  • Tantanglah mereka untuk menjadi orang yang berbudi luhur. Berikan teladan dari perilaku kita sendiri. Kebaikan menenun kebaikan.

  • 11. Latihlah anak-anak untuk selalu bersikap positif

  • Bila anak-anak dapat merasa bersyukur dalam segala situasi dan tidak memusatkan perhatian pada hal-hal yang negatif, mereka akan memiliki pandangan yang lebih baik terhadap kehidupan. Dengan bersikap positif kita dapat mengusir perasaan negatif dan tidak menutup hati kita dari orang lain.

  • Sewaktu kita berusaha mengembangkan kerohanian anak-anak kita, tidak saja kita memperkuat hubungan keluarga tetapi kita juga menguatkan rohani kita sendiri. Kerohanian memperkuat watak dan membuat anak-anak menyadari bahwa mereka bukan satu-satunya orang yang penting di jagad raya ini. Ini membantu mereka menyadari kuasa yang lebih besar dari dirinya dan membuat mereka berpikir tentang hidup dan mengkaji kehidupan dengan cara yang peka dan bijak. Untuk menuntun keluarga ke jalan rohani, pilih salah satu dari daftar di atas yang belum kita kerjakan atau bisa diperbaiki atau mulai kita jalani minggu ini.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "How to Develop Spirituality in Your Children" karya Tiffany Fletcher.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Memupuk Kerohanian Anak-Anak

Kita perlu memupuk kerohanian anak-anak kita agar mereka berbudi luhur, menyadari hubungan mereka dengan sang Pencipta dan mampu mengatasi tantangan hidup.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr