Dalam Pernikahan, Pikirkan Gambaran Besarnya, Mulai dengan Hal-Hal Kecil

Anda adalah seniman dalam pernikahan Anda, hanya Anda yang dapat mengendalikan sapuan kuas pada kanvas pernikahan Anda.

1,951 views   |   1 shares
  • Ketika Michelangelo memutuskan untuk mengukir patung David, dia telah membayangkan hasil akhirnya. Ketika dia menemukan sepotong batu granit, dia secara mental memvisualisasikan hasil akhirnya. Dia memulai dengan gambaran besar dan melanjutkan untuk mewujudkannya pahat demi pahat. Setiap prestasi besar dalam seni, musik, sastra, produk, atau bisnis, berawal dari gambaran besar di dalam pikiran. Seorang pelukis akan memilih ukuran kanvas, menambahkan kerangkanya, dan meletakkannya pada kuda-kuda. Langkah selanjutnya dalam proses ini adalah untuk membuat sketsa ringan keseluruhan tata letak lukisan tersebut dalam pikiran Anda untuk memberikan perspektif. Sketsa ini tidak banyak rinciannya. Kemudian, proses melukis dimulai goresan demi goresan, dibantu dengan dasar-dasar dan bakat yang telah dipelajari sebelumnya.

  • Begitu juga dengan pernikahan. Anda harus memiliki gambaran besar seumur hidup bersama. Untuk itu, Anda mensketsa dalam pikiran Anda beberapa peristiwa yang diantisipasi bersama - mengarungi hidup berdua, memiliki anak-anak, membangun rumah, mengembangkan karir, bepergian, berada bersama anggota keluarga, dan seterusnya. Dengan kanvas dan gambaran peristiwa dalam pikiran Anda, Anda sekarang mulai menjadikannya kenyataan dengan sapuan kuas kehidupan Anda bersama.

  • Masalah dimulai

  • Masalah dimulai ketika Anda melupakan pelajaran dan kebijaksanaan mendasar yang diajarkan sewaktu kecil. Ayah dan ibu Anda mengajarkan dasar-dasarnya. Banyak dari antaranya diperkuat di bangku sekolah. Selama proses berkencan, pacaran, dan pada awal masa pernikahan, setiap pasangan saling menunjukkan kualitas terbaik mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, kesopanan dan keramahan perlahan mulai memudar.

  • Misalnya, perhatikan dua kata sopan yang kita pelajari sewaktu kanak-kanak, “tolong” dan “terima kasih.” Seringkali kedua kata ini sepertinya menghilang dari kosa kata pernikahan dengan sangat cepat. Di rumah, Ayah dan Ibu begitu cepat mengingatkan anak-anak untuk menggunakan kata-kata ini. Sekarang, ketika mereka tidak ada bersama kita, kita sering lupa. Sepasang suami istri ditanya dalam terapi seberapa sering mereka menggunakan kata “tolong” dan “terima kasih,” dan mereka menjawab, “Tidak terlalu sering, tetapi kami memastikan anak-anak kami sering menggunakannya.”

  • Kata-kata yang kuat

  • Apa yang menjadikan “tolong” dan “terima kasih” begitu kuat? Agar dapat menggunakannya dengan tepat, Anda tidak memikirkan diri sendiri. Ketika Anda mengucapkan “tolong” kepada orang lain, Anda menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Ketika Anda mengucapkan “terima kasih” kepada orang lain, Anda mengakui apa yang telah dilakukan orang itu. Itu adalah hal yang kuat.

  • Advertisement
  • Luangkan waktu sejenak dan pikirkan perasaan Anda ketika Anda menerima penghormatan dan pengakuan. Itu terasa menyenangkan dan sepertinya meringankan diri Anda. Banyak orang berpendapat ketika mereka dihargai atas apa yang mereka lakukan, mereka ingin melakukan lebih banyak lagi.

  • Jadilah Michelangelo pada kanvas pernikahan Anda

  • Carilah kesempatan untuk mengucapkan “tolong” kepada pasangan Anda dengan penekanan pada “terima kasih.” Lakukan ini karena Anda telah memutuskan bahwa Anda adalah orang yang terhormat. Dengan kata lain, jangan segan-segan melakukannya. “Tolong” dan “terima kasih” mungkin terdengar tidak penting, tetapi kata-kata ini adalah sapuan kuas penting yang membentuk gambaran besar. Ketika Anda memusatkan perhatian pada hal-hal yang Anda hargai, perasaan yang lebih damai dan penuh kasih akan terasa dalam diri Anda dan rumah tangga Anda. Anda adalah seniman dalam pernikahan Anda, hanya Anda yang dapat mengendalikan sapuan kuas pada kanvas pernikahan Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "In marriage think big, start small"" karya Gary dan Joy Lundberg.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Gary adalah terapis keluarga dan pernikahan berlisensi sementara Joy adalah penulis dan penyair. Mereka sering mengadakan seminar dan menulis buku tentang hubungan, salah satunya "I Don't Have to Make Everything All Better".

Situs: http://garyjoylundberg.com

Dalam Pernikahan, Pikirkan Gambaran Besarnya, Mulai dengan Hal-Hal Kecil

Anda adalah seniman dalam pernikahan Anda, hanya Anda yang dapat mengendalikan sapuan kuas pada kanvas pernikahan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr